Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 215 - Lembaran Baru Song Na


__ADS_3

PPFC 235 - Lembaran Baru Song Na



[Song Na, Istri Mendiang Jendral Song Bei, Umur 40 Tahun] [Sumber : Pinterest]


Dengan bantuan Deshe dan Yulong, akhirnya Fei Chen menemukan semacam batu yang memuat informasi mengenai Tubuh Dewi Kesuburan.


Kebanyakan informasi itu mengenai kelebihan dan kekurangan pemilik Tubuh Dewi Kesuburan. Bahkan Hukong sempat menceritakan kepada Fei Chen jika pemilik Tubuh Dewi Kesuburan akan memberikan efek positif kepada lawan jenisnya saat melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.


Semakin pemilik Tubuh Dewi Kesuburan merasakan kenikmatan surgawi, maka semakin banyak kekuatan yang diraih layaknya tungku kekuatan yang tidak terbatas didalam perutnya.


“Merepotkan...” Fei Chen menggumam pelan karena mengetahui betapa istimewanya tubuh Hong Zi Ran.


“Apanya yang merepotkan Tuanku?” Deshe bertanya.


Sementara itu Hukong menanggapi, “Tentu saja yang merepotkan karena Hong Zi Ran adalah Ibu dari teman masa kecil Tuanku. Jadi ini sulit bagi dia untuk melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang bersama Ibu dari mendiang teman masa kecilnya.”


“Oh, seperti itu... Tetapi Tuanku kau benar-benar seperti menikmati kutukanmu...”


Seketika Deshe dan Hukong berhenti berbicara saat Fei Chen menatap dingin keduanya. Lalu pemuda itu menjentikkan jarinya membuat Deshe dan Hukong kembali ke bayangan tubuhnya.


“Apa sebaiknya aku membuat portal teleportasi disini?” Fei Chen menggumam pelan dan tanpa sadar sudah membuat segel teleportasi di Bukit Hong.


Fei Chen menatap langit sebelum membekukan jenazah Song Zhang.


Kemudian Fei Chen bergegas menuju Kota Hongan. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Fei Chen untuk sampai di Kota Hongan. Sesampainya disana dia menekan hawa keberadaannya semaksimal mungkin hingga aura dirinya seperti orang biasa dan bukanlah seorang pendekar.


‘Ketemu...’ Batin Fei Chen saat mengetahui keberadaan San Zhu dan Song Na ataupun Ji Guang Kang dan Hong Zi Ran.


Fei Chen bisa melihat efek obat perangsang dalam diri Song Na sudah diambang batas, kemudian dia mendarat di samping San Zhu lalu menyuruh wanita itu pergi ke Gunung Menangis.


“Gunung Menangis? Bukankah tempat itu hanya bisa didatangi istrimu saja?” San Zhu bertanya untuk memastikan.


“Ya, lagipula kau juga akan menjadi istriku. Apa kau tidak ingin pergi?” jawab Fei Chen dan balik bertanya.


“Aku pergi, tetapi...” San Zhu mengetahui niat Fei Chen saat melihat kondisi Song Na.


“Aku menundanya. Aku ingin kau memberikan pelajaran pada pria keparat itu. Aku akan mengawasi dari kejauhan.” Jawaban San Zhu membuat Fei Chen mengerutkan keningnya.


“Kakak Zhu, kau masih waras bukan?” bisik Fei Chen.


“Hah? Bocah sialan, tentu saja aku waras!” kesal San Zhu akan penilaian Fei Chen.

__ADS_1


“Melihat pria yang kau cintai melakukan itu dengan wanita lain dan kau justru mendukungnya... Apa itu masih bisa disebut waras?”


San Zhu berjalan mendekati Fei Chen dan berbisik malu, “Semua wanita memiliki fantasi masing-masing. Selain itu aku penasaran dengan kegiatan itu karena aku belum memiliki pengalaman apapun...”


Fei Chen tersenyum tipis karena tidak menyangka dengan tubuh yang sangat menggoda, San Zhu memiliki sisi seperti ini dan bisa dibilang polos.


Akhirnya Fei Chen memesan satu kamar di Penginapan Bulan Kembang yang ada di Kota Hongan. Penginapan ini juga merupakan milik Ji Xiuha dan disebelah penginapan terdapat Restoran Bulan Kembang.


Sesampainya didalam kamar yang dipesan Fei Chen, Song Na langsung memeluk tubuh Fei Chen karena tubuhnya benar-benar merasa sangat panas.


“Tolong aku...” Dengan mata sayu dan suara manja Song Na langsung mencium bibir Fei Chen tanpa permisi.


Fei Chen diam-diam membuat segel teleportasi didalam kamar penginapan.


Lalu Fei Chen membalas sentuhan hangat penuh keramahan Song Na dan malam itu Fei Chen melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan singkat bersama Song Na. Walaupun singkat, tetapi dipertengahan pergumulan panas mereka Song Na baru sadar dan membuat wanita paruh baya itu menangis.


“Bibi Song, aku akan bertanggung jawab...” ucap Fei Chen yang masih masih mengukung tubuh Song Na.


“Hiks... Hiks.. Kau memanfaatkan keadaanku, Tuan Fei! Aku benar-benar tidak menyangka seorang terpuji sepertimu melakukan ini padaku!” Song Na justru menyalahkan Fei Chen. Wanita paruh baya itu sendiri merasa aneh karena disatu sisi dirinya belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini dan disatu sisi dirinya masih tidak terima dengan yang menimpa dirinya.


Malam itu Song Na hanya pasrah saat Fei Chen mengarungi tubuhnya dan berakhir dengan siraman hangat yang membuatnya panik. Bagaimanapun juga Song Na bisa merasakan jelas ujung inti Fei Chen mendobrak pertahanannya.


Harus Song Na akui selama ini belum pernah ada yang mendobrak pertahanannya baik itu mendiang Suaminya ataupun Ji Guang Kang.


“Aku tidak akan pergi. Aku akan bertanggung jawab atas hidupmu mulai sekarang Bibi Song...” Fei Chen mencoba menenangkan hati Song Na yang terguncang.


Hampir semalaman Song Na terus menangis hingga akhirnya wanita paruh baya itu kembali tenang setelah berulang kali Fei Chen mengatakan kesiapan untuk menikahinya.


“Chen‘er... Tetapi aku seorang janda... Selain itu aku adalah Ibu temanmu bukan? Kau harusnya mengenal Han‘er mendiang anakku...” ucap Song Na sedih dan membuat Fei Chen memeluk erat tubuhnya dari belakang.


“Tidak masalah Bibi Song... Selama kau menerima kondisiku dan mencintaiku dengan tulus maka aku akan melakukan hal yang sama. Tidak salahnya kau mencoba membuka lembaran baru bersamaku bukan?” ujar Fei Chen dengan telapak tangan yang mengelus perut Song Na.


Wanita paruh baya dengan wajah yang terlihat lebih muda dari usianya itu memerah wajahnya. Saat dirinya terpuruk, Fei Chen hadir secara tiba-tiba bahkan pemuda yang lebih pantas menjadi anaknya itu ingin memiliki seorang anak dengannya.


Saat tengah malam tiba Song Na menangis sesenggukan sebelum tertidur pulas. Sedangkan Fei Chen menjentikkan jarinya dan melepaskan ilusi giok membuat San Zhu langsung keluar kamar dengan wajah merah padam.


Fei Chen membersihkan diri dan mengganti pakaian lalu menghampiri San Zhu.


“Mengerikan! Kau benar-benar sangat berbahaya!” San Zhu sekarang menatap aneh Fei Chen.


“Kau yang memaksa ingin melihat kegiatan itu bukan?”


“Tetapi pedangmu itu tidak normal! Kau terlihat keenakan saat Bibi Song kesakitan-”

__ADS_1


“Hei, kau membuat semua orang menatap kearahku!” Fei Chen membekap mulut San Zhu lalu membawanya ke tempat sepi sebelum membuka portal teleportasi dan membawa wanita itu ke Gunung Menangis.


“Kenapa kau membawaku kesini?” San Zhu bertanya.


Fei Chen menjawab, “Kakak Zhu, jangan berbuat ulah. Aku akan mengurus sendiri. Bukan berarti aku tidak butuh bantuanmu, tetapi pakaian minimmu itu membuat banyak pria melirik kearahmu.”


Fei Chen berbohong mengatakan itu agar San Zhu tenang.


“Eh? Jadi kau cemburu Chen‘er?” ucap San Zhu kegirangan. Wanita ini lupa jika dirinya ingin menipu Fei Chen justru perasaannya dikendalikan pemuda tersebut.


“Tentu saja. Yang berhak melihat keindahan tubuhmu hanyalah aku,” jawab Fei Chen sambil mengangkat dagu San Zhu lalu mendekatkan bibirnya.


“Tunggu, ciuman pertamaku... Aku ingin melepaskan dimalam pertama kita...” ujar San Zhu latah.


Fei Chen tersenyum, ‘Xiu‘er dan Kakak Zhu memiliki banyak kemiripan tentang fantasi aneh mereka...’ Batin Fei Chen sebelum akhirnya dia memberitahu khasiat dari air yang ada di Kolam Air Panas, Kolam Siksa Petir, Kolam Aura, Danau Phoenix dan Air Terjun Kebenaran.


“Chen‘er, aku mencintaimu...”


“Hah?” Fei Chen mengangkat alisnya mendengar ucapan San Zhu.


“Sial! Aku ingin menipu dan memanfaatkanmu tetapi kenapa jadi seperti ini?!” kesal San Zhu akan perasaannya.


“Aku selalu bermimpi jika pria yang kucintai adalah orang hebat yang setara dengan Raja Iblis Agung! Tetapi kau-”


“Tunggu, kau juga orang yang hebat Chen‘er... Kemampuanmu mulai mendekati para Raja Iblis Agung... Hanya saja kau memiliki begitu banyak wanita dan parahnya parasmu membawa masalah...”


“Lalu yang terparah adalah perasaanku padamu...”


Mendengar pengakuan San Zhu membuat Fei Chen tersenyum tipis lalu memeluk tubuh wanita itu dan mengecup keningnya.


“Aku bisa merasakan ketulusan perasaanmu padaku, Kakak Zhu...”


San Zhu justru membenamkan dadanya kedepan saat Fei Chen memeluknya erat.


“Aku bisa merasakan ketulusan perasaanmu padaku, Kakak Zhu...” San Zhu mengikuti gaya bicara Fei Chen yang tenang dan dingin. Lalu menambahkan, “Ucap pemuda sialan yang baru saja merayu seorang janda.”


“Bisa diam sejenak?” Fei Chen tersenyum kecut karena San Zhu nengeledeknya.


“Tidak, lagipula perkataanku benar bukan? Bibi Qie dan Bibi Song adalah seorang janda?”


Suasana romantis itu menghilang. Bahkan Fei Chen mengundurkan pelukannya karena ucapan San Zhu barusan.


“Hihihi... Tidak membantah. Dasar buaya sialan!” San Zhu terus meledek Fei Chen hingga akhirnya Fei Chen berpamitan kembali ke Kota Hongna.

__ADS_1


__ADS_2