
PPFC 114 - Feng Zhui
[Feng Zhui, Umur 40 Tahun] [Sumber : Pinterest]
Fei Chen terkejut dan berpikir jika perkataan Su Xiulan benar apa adanya mengingat saat keduanya berciuman fenomena aneh terjadi disekitar mereka.
“Aku... Aku akan berhati-hati...”
Su Xiulan tertawa dalam hati melihat ekspresi Fei Chen yang terlihat mempercayai perkataannya.
‘Sangat manis... Aku tidak percaya dia mempercayai perkataanku...’
Setelah itu Su Xiulan memberitahu Fei Chen jika dirinya akan menunggu diatas langit tempat mereka berada sampai urusan Fei Chen selesai di Ibukota Jiayang.
“Kau tidak akan bergerak hingga lima jam kedepan. Aku akan menurunkan tubuhmu dari sini dan menunggumu kembali, suami manisku...”
Suara tawa Su Xiulan terdengar dan membuat Fei Chen pasrah saat tubuhnya perlahan jatuh kebawah.
‘Kemampuannya tidak bisa kuukur... Dia benar-benar berbahaya...’ Fei Chen menoleh keatas melihat Su Xiulan yang tersenyum padanya.
“Akhirnya perjalanan panjangku berakhir...” Su Xiulan tersenyum kecut setelah Fei Chen menghilang dari pandangannya.
Su Xiulan sudah hidup selama seratus dua puluh dua tahun akibat perjanjiannya dengan Dewi Kematian berwujud Burung Beo saat dirinya berusia dua puluh dua tahun.
Bisa dibilang secara fisik Su Xiulan tidak menua dan tetap dalam fisiknya saat berusia dua puluh dua tahun. Kutukan Cinta Abadi membuatnya tidak akan bisa mati sebesar menemukan lelaki yang memiliki kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi sebagai pasangan hidupnya.
Walaupun sempat berpikir kutukannya menguntungkan, tetapi pemikiran Su Xiulan salah saat dia kehilangan sosok Dewi Kematian yang menyelamatkan dirinya dari sosok yang bersemayam didalam tubuhnya.
Su Xiulan tidak dapat mengendalikan emosional gelapnya dan itu membuat dirinya membunuh jutaan manusia dimasa lalu. Menanggung beban berat itu membuat Su Xiulan berulang kali mencoba bunuh diri tetapi dirinya tidak bisa mati karena Kutukan Cinta Abadi.
__ADS_1
Dengan mencari keberadaan orang yang memiliki kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi, Su Xiulan sudah menemukan beberapa orang tetapi orang-orang tersebut tidak memenuhi kriterianya.
Mendengar jika ada Raja Naga Iblis berada di Benua Sembilan Petir membuat Su Xiulan datang namun justru dia dipertemukan dengan Fei Chen yang memiliki Tubuh Raja Neraka.
Menurut Su Xiulan kondisi Fei Chen sama seperti dirinya. Pemuda itu memiliki sisi emosional yang suatu saat tidak bisa pemuda itu kendalikan dan membuatnya menjadi pembunuh berdarah dingin.
“Suamiku yang manis... Takdir memang kejam bukan?” Su Xiulan tertawa lirih sebelum mengamati apa yang terjadi dibawah sana dengan kedua bola matanya yang menajam.
Sementara itu di tengah alun-alun Ibukota Jiayang terlihat banyak orang yang mengelilingi Fei Chen. Terlihat disana Fei Chen berdiri dengan tubuh bersimbah darah dipenuhi luka dan disampingnya tertancap Pedang Raja Neraka.
Fei Chen memejamkan matanya dan mengolah pernafasan setenang mungkin untuk memulihkan tenaganya. Menunggu waktu lima jam untuk terlepas dari kuncian tenaga dalam yang dilakukan Su Xiulan padanya tentu tidak mudah.
“Chen‘er, apa yang terjadi padamu? Aku bisa mengetahui ada pertarungan diatas sana tetapi aku tidak melihat apa yang terjadi disana!” Qiu Niu bertanya pada Fei Chen yang berdiri sambil memejamkan matanya.
Tidak ada jawaban dari Fei Chen bahkan saat para penduduk dan prajurit militer Kekaisaran berterimakasih padanya, Fei Chen hanya diam dan membuat semua orang berpikir jika pemuda pingsan dalam keadaan berdiri.
“Ibu, sepertinya dia pingsan...”
“Chen‘er, kau sangat berjasa. Kemenangan ini untukmu dan terimakasih telah membantuku menuntaskan janjiku pada beliau.” Ling Shan menepuk pundak Fei Chen yang sedang berdiri tegak itu.
Terlihat Fen Liuya dan Ling Ye menghampiri Fei Chen sambil mengamati wajah pemuda itu.
“Ye‘er, sepertinya Chen‘er pingsan.” Fen Liuya berkata. Setelah keduanya bersembunyi bersama kini akhirnya mereka berdua terlihat akrab.
“Bibi Liuya, setelah terbangun kita harus menyambutnya dengan meriah.” Ling Ye menanggapi sambil tertawa lirih.
“Siapa yang pingsan? Kalian seenaknya saja bicara!” Fei Chen menanggapi ucapan orang-orang dan berdecak kesal.
“Aku kehabisan tenaga ku...”
Saat semua orang berkumpul didekat Fei Chen untuk melihat kondisi pemuda itu, lain halnya dengan istri Feng Xuanzhang yang bernama Feng Zhui.
__ADS_1
Feng Zhui menusuk perut Fei Chen menggunakan pisau yang beracun. Kejadian ini membuat semua orang panik.
Segera Qiu Niu menahan Feng Zhui, “Hentikan, Saudari Feng!”
“Lepaskan aku! Dia telah membunuh suamiku!”
Feng Zhui meraung dan menatap Fei Chen penuh kebencian.
“Dia adalah pendekar yang hebat. Suami yang setia dan berjanji akan menyembuhkan luka dalamku ini... Dan pemuda ini telah membunuhnya!”
Mendengar ucapan Feng Zhui membuat Qiu Niu menggelengkan kepalanya.
“Suamimu tidak seperti yang kau pikirkan...” Qiu Niu memberitahu semua hal yang telah dilakukan Feng Xuanzhang kepada dirinya dan itu membuat Feng Zhui tidak percaya.
“Nyonya Feng, kau harus membuka matamu. Dia menikahimu karena mengincar posisi Patriark dan agar bisa menyandang marga Feng dan mendapatkan kepercayaan mendiang Ayahmu...” Ling Ye menanggapi.
“Aku sudah mengetahui informasi ini sejak aku kecil, tetapi aku tidak berniat mengganggu rumah tangga orang...” Ling Ye menambahkan dan melihat wajah despresi Feng Zhui.
“Kalian! Kalian semua jangan berbicara seenaknya! Suamiku tidak seperti itu! ” Feng Zhui berteriak menolak jawaban mereka semua.
“Hormat kepada Ratu Jia...”
“Hormat kepada Ratu Jia...“
Tiba-tiba para penduduk memberikan hormat pada wanita paruh baya dan menunduk hormat. Wanita itu tidak lain adalah Jia Minji yang memiliki kecantikan menyamai Ling Ye sebagai wanita berumur.
“Perkataan mereka semua benar, Nyonya Feng. Suamimu itu tidak lain adalah adik kandung keparat yang telah mati itu...” Wanita berumur yang masih cantik itu menunjuk jenazah Jia Gunglai.
Ucapan Jia Minji membuat semua orang tercengang. Tentu saja Feng Zhui terduduk lemas setelah mengetahui hal itu dari mulut Jia Minji secara langsung.
“Daripada itu lebih baik kita berikan pertolongan pada dia.” Qiu Nue memotong perkataan semua orang dan memegang tubuh Fei Chen yang telah ditusuk Feng Zhui.
__ADS_1
‘Racun ini bekas racun yang digunakan Ibu...’ Qiu Nue melihat pisau kecil yang sebelumnya digunakan Qiu Niu untuk bertarung melawan Gu Fang dan Xiang Kuan.