Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 91 - Mu Rong


__ADS_3

PPFC 91 - Mu Rong



[Mu Rong, Bangsawan Mu, Umur 40 Tahun] [Sumber : Pinterest]


Sekarang di dalam Paviliun Bunga Persik telah berkumpul sembilan perempuan dan gadis kecil bersama Fei Chen.


“Aku akan mengajarkan Seni Nafas Naga pada kalian. Aku telah mengetahui semuanya, ini demi kebaikan kalian. Aku akan menjelaskannya sebelum mempraktekan pengolahan nafas.” Fei Chen menjelaskan jika Seni Nafas Naga memiliki dua teknik pengolahan yakni secara kasar dan halus.


Menurut Fei Chen, pernafasan halus sangat cocok digunakan untuk perempuan. Sudah dua orang yang dia ajarkan Seni Nafas Naga yaitu Hua Ying dan Chu Meilan.


Sekarang sembilan wanita lainnya akan mendapatkan ilmu milik Dewa Naga tersebut.


‘Aku mengajarkan ini pada mereka, tetapi aku merasa tidak enak. Apa ini hanya firasatku?’ Fei Chen berkata dalam hati lalu mulai menjelaskan Seni Nafas Naga kepada Qiao Mi dan yang lainnya.


Sekitar satu minggu penuh Fei Chen berada di Paviliun Bunga Persik sebelum akhirnya kembali ke Aula Naga.

__ADS_1


Fei Chen berniat untuk pergi keesokan harinya. Memang singkat namun perjalanannya di Kekaisaran Chu menyimpan kenangan tidak terduga.


Saat Fei Chen sedang melamun dia merasakan hawa keberadaan seseorang yang mendekat. Mata Fei Chen melebar saat melihat wanita paruh baya datang saat tengah malam kedalam kediamannya.


“Tuan Muda Fei, apa kau belum tidur?” Wanita paruh baya itu adalah Mu Rong.


“Apa kau memiliki keperluan denganku? Bukankah ini tengah malam, sebaiknya kau kembali dan tidur.” Fei Chen melihat Mu Rong mendekat dan duduk di pangkuannya.


“Tuan Muda Fei... Kau telah menyelamatkan nyawaku dan melindungi kehormatanku. Katakan padaku apakah aku seperti wanita murahan?” Mu Rong mengelus wajah Fei Chen dan menatap matanya dalam.


“Aku hanya ingin membalas kebaikanmu...”


“Tidak perlu berbuat sejauh itu. Kau hanya ingin melampiaskan kesedihanmu bukan Bibi Mu? Kau bukanlah wanita murahan...” Fei Chen hendak pergi namun Mu Rong tiba-tiba meneteskan air mata dan membuatnya berhenti melangkah.


‘Ternyata aku tidak salah. Dia lebih pantas menjadi anakku, tetapi perasaan ini tidak bisa kubohongi...’ Mu Rong telah jatuh ke dalam kubangan bunga yang bermekaran dan bunga itu jatuh ke tangan Fei Chen.


“Bibi Mu, kembalilah. Aku tidak ingin orang lain berprasangka buruk tentangmu.” Fei Chen menegur Mu Rong lembut dan membuat wanita paruh baya itu mengecup pipinya.

__ADS_1


“Ini hadiah dariku. Suatu hari jika kau telah siap, aku akan memberikan hadiah yang lainnya...” Mu Rong berbisik lembut ditelinga Fei Chen sebelum pergi.


Mu Rong benar-benar tidak menyangka akan bertindak sedemikian rupa karena dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Namun karena perasaan yang kuat terhadap Fei Chen membuat wanita paruh baya ini tidak bisa mengendalikan diri dan tindakannya.


Fei Chen terduduk di kursi dan menghela nafas panjang, “Kenapa jadi seperti ini?” Fei Chen tidak pernah menyangka dirinya telah memikat banyak wanita.


Selama semalaman Fei Chen tidak bisa tidur karena mengingat perjanjian konyolnya dengan Raja Neraka.


Hingga akhirnya suara burung mulai terdengar dan sinar matahari mulai menampakan sinar lembutnya, Fei Chen tengah bersiap untuk pergi meninggalkan Istana Naga Neraka Terdalam atau lebih tepatnya Kekaisaran Chu dan menuju Kekaisaran Jia.


“Bukankah itu...” Saat Fei Chen melangkahkan kakinya dan hendak membuka pintu, dia melihat selembaran peta Benua Sembilan Petir, disana tertulis nama Mu Rong.


‘Terimalah ini, Tuan Muda Fei. Aku harap kau bisa kembali dengan selamat ke tempat asalmu. Aku akan selalu merindukanmu...’ Fei Chen membaca dalam hatinya dan membuat tubuhnya bergidik.


Lalu dia membuka pintu dan diluar sana terlihat banyak orang yang berkumpul di depan aula menanti Fei Chen untuk mengantarkan kepergiannya.


“Kalian semua...”

__ADS_1


Fei Chen menggelengkan kepalanya tidak percaya karena banyak orang yang akan mengantarkan kepergiannya.


.


__ADS_2