
PPFC 156 - Cemburu
Setelah menerima peta pemberian Ling Ye, Fei Chen menemui Qiao Mi dan mengobrol berdua. Saat itu juga Qiao Mi menjelaskan semuanya kepada Fei Chen mengenai pergerakan Raja Naga Iblis Sun Yelong.
Qiao Mi mengkhawatirkan jika kelak Fei Chen akan bertarung melawan Raja Naga Iblis Sun Yelong dan tidak dapat menyegel sosok kehancuran tersebut.
“Seniornya Qiao, jangan katakan padaku jika kau ingin aku mewarisi Pedang Sembilan Petir?” Ini bukan perkara mudah. Fei Chen memegang kepalanya yang pening saat membayangkan dirinya dikelilingi sembilan wanita dari Istana Bunga Persik.
“Bukankah kau sudah berjanji? Firasatku sebagai perempuan merasa jika hal buruk akan terjadi saat kau menunda-nunda sesuatu yang seharusnya bisa kau selesaikan.”
Kali ini Fei Chen terdiam sepenuhnya setelah mendengar perkataan Qiao Mi. Fei Chen mengusap wajahnya secara kasar sebelum menarik nafas panjang dan menatap Qiao Mi dalam.
“Apa pernyataanmu padaku masih berlaku?” Fei Chen sudah membulatkan tekadnya untuk membalas perasaan Qiao Mi.
Qiao Mi menganggukkan kepalanya, “Masih. Bukankah aku sudah mengatakan padamu. Aku akan menunggu berapa lama pun itu...”
“Tutup matamu...”
Qiao Mi menatap Fei Chen sebelum menutup matanya mengikuti perkataan pemuda itu. Sedetik kemudian dia merasakan kecupan lembut dibibirnya dan pelukan hangat yang membuat tubuhnya seperti tersengat sejuta aliran listrik.
Fei Chen dan Qiao Mi sama sekali tidak menyadari jika ada Su Xiulan dan San Zhu yang mengintip. Bagaimanapun kedua wanita itu memiliki kemampuan jauh diatas Fei Chen dan Fei Chen tidak dapat mendeteksi hawa keberadaan keduanya setelah kedua wanita itu menghilangkan hawa keberadaan mereka sepenuhnya.
“Mmmmm...”
Qiao Mi kehabisan nafas saat Fei Chen memperdalam ciumannya. Dengan wajah bersemu merah keduanya saling memalingkan wajah.
__ADS_1
“Senior Qiao...” Fei Chen mendekap kepala Qiao Mi dan membisikkan perasaannya dengan mesra, “Aku mencintaimu... Terimakasih karena telah jatuh hati padaku...”
“Apa kau yakin dengan perasaanmu itu?”
“Junior Fei... Aku akan memberikan segalanya padamu. Kau adalah laki-laki yang berhasil meluluhkan hatiku.”
Su Xiulan melepaskan aura pembunuh yang membuat San Zhu berkeringat dingin.
“Aku harus menghentikannya! Jika tidak mereka akan kebablasan!”
“Tunggu Su Xiulan!” San Zhu menahan Su Xiulan yang hendak pergi menuju Fei Chen.
“Suami bocahmu itu tidak akan bertindak terlalu jauh!”
Akhirnya Su Xiulan dan San Zhu memperhatikan Fei Chen dan Qiao Mi cukup lama sebelum akhirnya keduanya melihat Qiao Mi mengecup pipi Fei Chen dan melambaikan tangan.
Hati Su Xiulan terbakar cemburu, ‘Aku tidak keberatan dengan semuanya, tetapi tetap saja aku harus menjadi yang pertama untuknya.’
____
Setelah meninggalkan Ibukota Huayin, Fei Chen langsung bergegas menuju lokasi Sekte Seribu Pedang bersama Su Xiulan dan San Zhu. Sebelum pergi Fei Chen lebih dulu bertemu dengan Yin San termasuk Guan Ling.
Mengetahui identitas Fei Chen membuat Yin San tertarik dengan pemikiran pemuda itu yang menginginkan sebuah perdamaian. Dan Fei Chen berniat membicarakannya lebih lanjut setelah dia kembali dari Sekte Seribu Pedang.
“Suamiku, apa kau tidak mencintaiku?” Tiba-tiba Su Xiulan bertanya karena merasa cemburu dengan kehangatan Fei Chen kepada Qiao Mi.
__ADS_1
“Apa kau merasa cemburu karena aku membalas perasaan Mi‘er?” Fei Chen tersenyum hangat pada Su Xiulan dan membuat pipi wanita berambut putih itu bersemu merah.
“Ti-Tidak! Siapa yang cemburu?!”
“Kenapa berteriak?”
Fei Chen mengetahui apa yang ada didalam pikiran Su Xiulan sehingga dia menjelaskan kepada wanita berambut putih itu jika dirinya merupakan sosok istimewa dalam hatinya.
“Maaf Xiu‘er karena aku selalu menghindar. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Tumbuh tanpa mengenal hal romantis itu sangat memalukan.” Fei Chen mengatakan itu dengan ekspresi kesal sebelum mendecakkan lidahnya.
“Dan aku membenci situasi saat banyak wanita yang menatapku aneh!”
Su Xiulan tersenyum mendengarnya, “Sepertinya aku yang terlalu banyak berpikir...”
“Suamiku, aku rasa mereka semua tidak menatapmu aneh. Apa kau tidak sadar jika parasmu itu membawa banyak masalah? Ingat ucapanku ini, bahkan wanita yang sudah bersuami sekalipun akan jatuh hati padamu setelah melihat parasmu.”
“Hmmmm...” Fei Chen hanya bergumam pelan berpikir tentang parasnya sendiri.
“Ehem! Bisa kalian berhenti mengabaikan keberadaan diriku?”
San Zhu berdeham karena merasa diabaikan Fei Chen dan Su Xiulan.
“Ada apa San Zhu? Itu resikonya menjadi bawahan suamiku! Seharusnya kau bersikap sopan padaku!” Su Xiulan menatap risih San Zhu.
“Su Xiulan sialan! Lihat saja aku lebih pantas menjadi istri Bocah Fei dibandingkan dirimu!”
__ADS_1
San Zhu yang tersulut emosi akhirnya mulai memikirkan seribu cara memanfaatkan kebaikan Fei Chen. Namun San Zhu tidak mengetahui jika Fei Chen telah menyadari pandangan wanita itu terhadap dirinya.