Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 300 - Serangan


__ADS_3

PPFC 300 - Serangan


OPENING ARC 9 - PEDANG SEMBILAN PETIR


___


Su Xiulan tidak bisa menghentikan tangisan Fei Yuechan yang pecah. Awalnya Su Xiulan mengira jika Fei Yuechan menangis karena keributan yang terjadi Istana Ma.


Kabar pembantaian dan hancurnya Kota Xuangang telah sampai ke Ibukota Mafei. Xhin Li Wei yang sedang berkunjung ke Istana Ma nampak syok dam histeris saat mendengar kabar ini.


Ning Guang yang hendak memenangkannya terlibat adu mulut karena Xhin Li Wei bersikeras pergi menuju Xuangang bahkan mencoba bunuh diri. Bukan tanpa alasan Xhin Li Wei merasa sangat terpukul karena para penduduk Xuangang sudah dia anggap sebagai kelurahan sendiri.


Kegelisahan Su Xiulan terbukti dengan tangisan Fei Yuechan dan laporan Ma Mingyang padanya.


“Bibi Su, Bibi Su! Pasukan binatang buas menyerang gerbang depan Benteng Pertahanan Mafei! Mereka membunuh prajurit dan menguasai Benteng Pertahanan Mafei! Bagaimana- uhuk! ” Ma Mingyan tersedak saat berusaha menjelaskan.


“Yanyan, tenang dan berbicara pelan-pelan...” Su Xiulan tidak ingin percaya akan perkataan Ma Mingyan namun setelah Ma Mingyan kembali menjelaskan, wajah Su Xiulan memucat.


‘Benteng Pertahanan Mafei merupakan benteng pertahanan terkuat yang dimiliki Kekaisaran Ma sejak Chen‘gege memimpin. Benteng Pertahanan itu di bangun untuk berjaga-jaga jika ada pemberontakan ataupun penyerangan, tetapi aku tidak menyangka Sun Yelong akan bergerak dengan sendirinya menyerang Kekaisaran Ma.’ Su Xiulan meminta Ma Mingyan untuk menggendong Fei Yuechan dan memenangkannya.


“Yanyan, bisa jaga Yuechan‘er sebentar. Bibi Su akan pergi ke Benteng Pertahanan Mafei sebentar.” Su Xiulan mengelus kepala Ma Mingyan dan menatap jendela.


Lalu setelah Ma Mingyan menggendong Fei Yuechan, Su Xiulan langsung menghilang dari pandangan gadis muda tersebut dan bergegas menuju Benteng Pertahanan Mafei.


Sebelum keluar gerbang utama Ibukota Mafei, Su Xiulan merasakan aura pembunuh dan sebuah serangan. Dengan menajamkan matanya, Su Xiulan melihat jelas dia sosok Phoenix melepaskan serangan dari kejauhan.


‘Phoenix?! Dua bawahan terkuat Sun Yelong!’ Su Xiulan langsung terbang ke langit dan hendak mengeluarkan Qi namun sentuhan telapak tangan seseorang di pundaknya membuat Su Xiulan tersadar.


“Xiu‘er, biar aku yang menghadapi mereka. Jaga Ibukota Mafei dan anak kita.” Suara Fei Chen berhembus menerpa telinganya.


Fei Chen tidak datang sendirinya. Dia datang bersama Qiao Mi. Kedatangan Fei Chen membuat mata Su Xiulan berair karena terlambat mengetahui pembantaian di Xuangang.


“Chen‘gege, aku...” Su Xiulan ingin menjelaskan namun Fei Chen memberinya tanda agar diam.

__ADS_1


“Nanti saja menjelaskannya Xiu‘er. Suasana hatiku sedang buruk. Beruntung mereka belum menyentuhmu dan yang lainnya.” Setelah berkata demikian Fei Chen langsung menghilang dari pandangan Su Xiulan.


Dalam sekejap Su Xiulan melihat hembusan api yang menahan dua Phoenix. Su Xiulan berbicara kepada Qiao Mi mengenai apa yang terjadi di Xuangang.


Saat mendengar penjelasan Qiao Mi, ekspresi Su Xiulan memucat karena mengetahui tidak ada tanda-tanda kehidupan di kota yang hancur itu.


Su Xiulan menyuruh Qiao Mi kembali namun Qiao Mi menolaknya. Qiao Mi ingin membantu Su Xiulan mengevakuasi para penduduk Ibukota Mafei menuju tengah kota.


Sementara Su Xiulan dan Qiao Mi mulai melakukan pergerakan, Fei Chen melepaskan dua tapak yang langsung menangkis serangan keduanya.


Api dan es Fei Chen hempaskan lalu Fei Chen menarik pedangnya secepat kilat dan mengayunkannya pada kedua sosok dihadapannya. Dan Jin sang Phoenix Merah dan Yun Shang sang Phoenix Biru terkejut karena kedatangan Fei Chen lebih cepat dari diperkirakan.


‘Hah? Kenapa dia bisa ada disini? Dan Jin, apa kau tidak salah menginformasikan tentangnya yang bertarung dengan Mao Gang?!’ Yun Shang mengumpat dan menatap Fei Chen waspada.


Begitu juga dengan Dan Jin yang langsung menjaga jarak dan mengepakkan sayapnya. Sebuah badai api mengarah pada Fei Chen, namun badai api tersebut terlihat seperti diserap oleh telapak tangan kanan Fei Chen.


“Jadi siapa keparat yang menyuruh kalian melakukan tindakan bodoh ini?!” Fei Chen menatap dingin Dan Jin dan Yun Shang yang begitu waspada padanya.


‘Dan Jin, pergi dan laporkan hal ini pada beliau!’ Yun Shang lewat telepati berkata dan berniat mengorbankan diri.


‘Kemampuan Raja Neraka bukanlah tandingan kita berdua! Kau harus pergi kembali ke Kekaisaran Kai dengan selamat! Jangan biarkan pengorbananku berakhir sia-sia!’ batin Yun Shang menambahkan.


Dan Jin menganggukkan kepalanya dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk melarikan diri. Fei Chen yang menyadari hal itu bergerak cepat namun seketika tubuhnya membeku dalam lima detik.


Yun Shang menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan cakaran pada tubuh Fei Chen. Namun Yun Shang dikejutkan dengan tubuh Fei Chen yang tidak dapat mendapatkan luka dari cakaran nya.


Fei Chen menguatkan seluruh anggota tubuhnya menggunakan Energi Iblis. Lalu dengan penuh tenaga dia mengarahkan pukulannya pada Yun Shang.


Yun Shang menahannya menggunakan Energi Iblis, namun perbedaan keduanya sangat terlihat karena suara tulang retak menggema. Yun Shang mengerang kesakitan untuk sesaat karena merasakan tangan kirinya terbakar.


Namun setelah Yun Shang membekukan tangan kirinya, secara perlahan tangan kirinya mulai membaik. Kemampuan regenerasi Yun Shang berasal dari roh Phoenix Es dan Energi Iblis yang dimiliki Yun Shang membantu proses regenerasi lebih cepat.


“Jadi Sun Yelong menyuruh kalian melakukan semua ini bukan?!” Fei Chen dengan santainya menghindari hujan pedang es yang dilepaskan Yun Shang.

__ADS_1


“Raja Neraka! Jangan gegabah! Kau bisa saja membunuhku, tetapi amarah beliau akan membuatmu menyesal!” Yun Shang membalas dan menatap tajam Fei Chen.


Serangan badai es Yun Shang lancarkan pada Fei Chen dan Fei Chen menggiring Yun Shang menjauh dari Ibukota Mafei. Pertarungan keduanya berlanjut di dekat Benteng Pertahanan Mafei dan Fei Chen dibuat sibuk oleh Yun Shang yang bertarung habis-habisan melawannya.


“Ucapanmu mengingatkanku pada Mao Gang. Ucapan kalian sama. Aku akan menyesal katamu? Sebaliknya, kalian akan menyesal karena telah menjadikan diriku sebagai musuh kalian!” Fei Chen tersenyum dingin dan melepaskan aura pembunuh.


Lalu dengan menggunakan Hawa Iblis Sejati Fei Chen menggunakan serangan yang hampir mirip dengan Mao Gang. Seribu pedang tak kasat mata tercipta dari Hawa Iblis Sejati dan Fei Chen langsung mengarahkannya pada Yun Shang.


Dengan menggunakan aura tubuhnya yang istimewa Yun Shang dapat merasakan Hawa keberadaan pedang tersebut, namun Yun Shang tidak dapat melihatnya sehingga Yun Shang dibuat kewalahan dengan menghindari serangan Fei Chen.


“Kau akan mati disini Phoenix Es. Sepertinya temanmu itu telah melarikan diri. Tidak masalah karena bagaimanapun aku akan memastikan kalian semua mati disini!” Fei Chen kembali melepaskan seribu pedang tak kasat mata dan mengarahkannya pada Yun Shang.


“Kau terlalu sombong Raja Neraka!” Yun Shang menggertakkan giginya saat mengetahui Fei Chen menggunakan serangan yang sama seperti sebelumnya.


“Sombong! Justru kalian yang terlalu sombong karena mencari masalah denganku!” Melihat Yun Shang kewalahan, Fei Chen mempersingkat jarak dan mencekik leher Yun Shang dengan cengkeraman tangan yang sangat erat.


“Urgh!” Mulut Yun Shang terbuka lebar memuntahkan darah segar.


Fei Chen menyeringai dingin dan membanting tubuh Yun Shang kebawah hingga semua prajurit binatang buas yang dibawa Yun Shang menatapnya.


“Apa itu?!”


“Tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari atas langit!”


“Lihat keatas! Bukankah disana ada orang?!”


Semua prajurit binatang buas menatap ke langit dan menemukan Fei Chen yang berdiri melayang udara menatap dingin mereka semua.


Fei Chen memandang lautan darah melihat prajurit militer Kekaisaran Ma yang tewas. Tubuh mereka diinjak-injak prajurit binatang buas dan beberapa dari mereka disiksa sebelum mati.


Fei Chen mengeluarkan Hawa Iblis Sejati lebih besar dari sebelumnya dan menciptakan seribu pedang tak kasat mata yang mengarah kebawah.


Lalu Fei Chen mengayunkan tangan dan seketika seribu pedang tak kasat mata menghujam perut para prajurit binatang buas.

__ADS_1


__ADS_2