Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 303 - Setumpuk Penyesalan Dan Perasaan Bersalah


__ADS_3

PPFC 303 - Setumpuk Penyesalan Dan Perasaan Bersalah


Fei Chen melewati Xuangang dan terus berjalan menuju perbatasan antara Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Kai dimana padang rumput yang luas tersaji didepan matanya.


“Tuanku, Hirataka berhasil selamat tetapi nyawang terancam. Pria Phoenix Merah bernama Dan Jin dan Phoenix Biru yang kau bunuh membuat Hirataka terluka parah. Keduanya hendak membunuh Hirataka karena berusaha menghentikan pergerakan mereka untuk melakukan pembantaian.” Deshe menjelaskan jika Hirataka adalah orang yang paling menyesal dan merasa bersalah atas pembantaian di Kota Xuangang.


Fei Chen mengangguk kepalanya pelan dan merasakannya suasana hati yang buruk. Bagaimanapun Fei Chen menyandang gelar sebagai Kaisar Ma. Perasaan bersalah dan penyesalan membuat Fei Chen tidak dapat berpikir jernih.


“Deshe, bagaimana dengan Organisasi Sakura Darah? Apa mereka sudah mengetahui jika Hirataka adalah mata-mata?” Fei Chen bertanya dan membuat Deshe bercerita panjang dan lebar.

__ADS_1


Deshe menceritakan tentang Organisasi Sakura Darah yang ternyata memiliki pengaruh besar di Kekaisaran Kai. Pengkhianatan Hirataka belum diketahui namun Dan Jin mengenal wajah Hirataka. Kemungkinan jika Hirataka bertemu Dan Jin, maka Dan Jin akan mengingat sosok Hirataka.


Fei Chen kembali bertanya tentang bagaimana pembantaian yang dilakukan pasukan prajurit binatang buas. Saat Deshe menceritakan kepada Fei Chen seketika Fei Chen mengeluarkan aura pembunuh.


Pembantaian tanpa pandang bulu membuat Fei Chen semakin jatuh kedalam jurang penyesalan dan dendam. Deshe yang mengetahui hal ini menjadi takut karena Energi Iblis yang keluar dari tubuh Fei Chen terasa pekat.


“Satu-satunya cara untuk membuat para Raja Iblis Agung keparat itu segan pada Tuanku hanya dengan mengalahkan Sun Yelong dan mengambil alih Benua Tujuh Bintang.” Deshe tanpa sadar berbicara demikian dan langsung ketakutan karena tatapan dingin Fei Chen.


Deshe melihat jelas bagaimana raut wajah Fei Chen yang menyembunyikan kemarahannya. Deshe tidak menjawab ataupun menanggapi ucapan Fei Chen karena dia tidak bisa mengatakan apapun untuk membuat Fei Chen merasa lebih baik.

__ADS_1


‘Maafkan aku, Tuanku. Seharusnya aku dapat menjadi peliharaan yang memberikan ketenangan bagimu tetapi aku sungguh tidak berguna...’ Deshe membatin dan merasa bersalah.


Sesampainya di sebuah gua yang jaraknya jauh dari perbatasan Kekaisaran Ma dengan Kekaisaran Kai, Fei Chen dan Deshe melihat seorang pemuda seumuran Fei Chen yang sedang masuk kedalam gua dan merawat luka Hirataka.


Fei Chen bertanya kepada Deshe mengenai identitas pemuda tersebut, “Deshe, siapa pemuda itu? Aku sama sekali tidak merasakan hawa ataupun aura yang menandakan dirinya seorang pendekar...”


Fei Chen sekali melepaskan aura tubuhnya dan mencoba mengetahui latar belakang pemuda tersebut, namun Fei Chen tidak dapat merasakan hawa keberadaan ataupun aura yang menandakan pemuda tersebut seorang pendekar.


“Tuanku, sepertinya pemuda itu adalah orang yang ditolong Hirataka. Dalam penghadangan yang dilakukan Hirataka, aku melihat pemuda yang tengah sekarat dan Hirataka membawanya. Tetapi aku tidak menyangka dia dapat bertahan hidup karena aku mengira dia telah mati mengingat luka bakar setengah badannya.” Deshe menjawab dan menjelaskan secara rinci kepada Fei Chen.

__ADS_1


“Baiklah, mari kita lihat kondisi Hirataka.” Fei Chen pun berjalan memasuki gua untuk memastikan keadaan Hirataka.


__ADS_2