Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 364 - Eimi


__ADS_3

PPFC 364 - Eimi


Fei Chen kembali dan melihat pertarungan San Zhu melawan Agatsuma dan Hakkai. San Zhu sengaja membuat stamina keduanya terkuras habis sebelum membunuhnya.


“Kenapa lama sekali?” San Zhu langsung curiga kepada Fei Chen.


“Jugo adalah salah satu orang terkuat yang dimiliki Raido. Aku mencoba beberapa teknik padanya dan rupanya itu cukup lama.” Fei Chen menjawab sambil berjalan mendekati San Zhu.


San Zhu tidak bertanya lebih jauh dan menjelaskan kepada Fei Chen jika Eimi dan Futaba sedang menyelamatkan Mio Mizuha.


Beberapa saat kemudian Eimi dan Futaba datang bersama Mio. Fei Chen melihat Eimi dan Mio yang terlihat tidak akur atau lebih tepatnya Mio menatap Eimi dengan tatapan permusuhan.


“Jadi sekarang kau bekerja untuk Onigari, jalangg? Habis melayani Shogun bajingann itu, sekarang kau melayani sang pemberontak!” ejek Mio sambil menatap rendah Eimi.


Fei Chen langsung memegang tangan San Zhu saat wanita itu bereaksi, begitu juga dengan Futaba.


“Biarkan mereka berdua yang menyelesaikan masalah ini,” ucap Fei Chen.


“Tetapi...” Futaba merasa tidak bisa berdiam diri karena melihat Eimi yang sangat tertekan.


“Sebaiknya kita menunggu mereka.” San Zhu mengajak Fei Chen dan Futaba menunggu Eimi diluar.


Setelah beberapa saat Eimi datang dan mengatakan pada mereka bertiga jika Mio tidak ingin bertemu dengan dirinya lagi.

__ADS_1


Fei Chen menatap Eimi cukup lama sebelum mengutarakan niatnya untuk pergi ke Negeri Es.


“Negeri Es? Aku bisa memberitahumu tentang para pemberontak disana. Mereka dipimpin Fuyumi Masayu.” Eimi berkata dan sekarang dia ingin menunjukan keseriusannya untuk membantu Fei Chen.


“Bisa beritahu aku tentang Fuyumi Masayu?”


Setelah itu Fei Chen dan Eimi membicarakan tentang Fuyumi Masayu, sedangkan San Zhu menemani Futaba yang ingin mengetahui alasan mengapa Mio marah kepada Eimi.


“Fei Long, apa ini cukup?” Eimi bertanya.


“Aku bukan Fei Long... Tetapi Fei Chen. Mulai sekarang aku ingin kau menjaga kota ini selama aku pergi ke Negeri Es.” Fei Chen membuka topengnya dan membuat Eimi terpana.


‘Dia benar-benar yang asli.’ Batin Eimi.


“Katakan apa syarat itu?” Fei Chen bertanya.


Setelah Eimi menceritakan masa lalunya kepada Fei Chen, Fei Chen membuka identitasnya. Mengingat sekali mereka berhubungan suami istri, Fei Chen bisa merasakan ketulusan Eimi pada dirinya bahkan saat seperti ini sekalipun.


“Aku ingin merasakan kembali apa yang kita lewati malam itu. Aku ingin melakukannya dengan yang asli dan bukan seorang klon,” ucap Eimi.


Fei Chen tersenyum dan mengajak Eimi menuju pos penjaga keamana di Kota Seifu. Kebetulan tempat itu kosong setelah para samurai yang berjaga Fei Chen bunuh.


“Kita tidak memiliki waktu yang banyak Nyonya Eimi.” Fei Chen membuka pintu pos penjaga dan langsung masuk kedalam.

__ADS_1


“Masuklah!” perintah Fei Chen.


Segera Eimi masuk kedalam pos penjaga. Disana hanya ada kursi dan meja selain itu ada tempat untuk berbaring namun hanya beralaskan kayu.


Eimi mengamati dan Fei Chen mengunci pintu. Setelah itu langsung memeluk tubuh Eimi dari belakang sambil membelai kedua dada besarnya yang tidak pas untuk dirinya genggam dan raba sepuasnya.


“Boleh aku mulai, Nyonya Eimi?” bisik Fei Chen mesra lalu menggigit daun telinga Eimi.


“Aku milikmu sekarang Fei Chen...” Eimi menjawab dan langsung memegang belakang kepala Fei Chen.


Bibir keduanya bertemu. Fei Chen tertantang untuk menaklukkan Eimi kembali. Pengalaman dan keperkasaan dirinya membuat Eimi lemas dan mengerang kenikmatan.


Fei Chen tersenyum saat melihat Eimi nampak kelelahan dan lemas, sedangkan Eimi dalam posisi telungkup di tempat berbaring.


“Segera pakai pakaianmu Eimi.” Fei Chen membantu Eimi berdiri sambil meraba tubuh indahnya.


“Fei Chen, tetapi kau baru keluar sekali.” Eimi merasa tidak enak dan membuat Fei Chen tersenyum.


“Kalau begitu bisa bantu aku.” Fei Chen berkata lembut lalu jari telunjuknya menyentuh bibir mulut Eimi.


“Baiklah.” Eimi tersenyum manja dan langsung menyuruh Fei Chen berdiri dihadapannya.


~_~•~_~•~_~

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukung author dengan memberikan like, vote, hadiah dan rate bintang lima. Kalau ada kata typo jangan lupa ketik komentar dibawah ya untuk ingatkan author√_√


__ADS_2