Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 90 - Ungkapan Perasaan Qiao Mi


__ADS_3

PPFC 90 - Ungkapan Perasaan Qiao Mi


Proses penyembuhan Bai Shinhwa dan Shin Riu berlangsung cepat. Kedua wanita itu merasakan kehangatan ditubuh mereka saat Fei Chen berhasil membuka titik-titik meridian mereka.


Shin Riu menatap Fei Chen. Tatapannya itu membius namun tidak terhadap Fei Chen yang terlihat menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya.


“Terimakasih Chen‘er... Kau telah menolongku, menolong kami semua. Suatu saat nanti biarkan aku membalas kebaikanmu.” Bai Shinhwa menyeka air matanya dan tersenyum penuh arti.


‘Sulit berkata sopan dan formal. Lidahku terasa kram, ini menyebalkan...’ Fei Chen hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Shin Riu menoleh kebelakang memperlihatkan tubuhnya pada Fei Chen sambil tersenyum tipis.


“Katakan padaku bagaimana aku harus membalasmu?” Tatapan Shin Riu dan aroma tubuhnya sangat menggoda.


Fei Chen menyentil kening Shin Riu lembut karena wanita itu secara sengaja hendak menciumnya.


“Bibi Riu, ingat umurmu itu. Masih ada pria diluar sana yang lebih baik dari diriku ini. Aku tidak memiliki ketertarikan pada perempuan.” Fei Chen berkata sambil memperhatikan raut wajah Shin Riu yang terlihat kecewa.


“Mulutmu mengatakan tidak, tetapi tubuhmu dibawah sana berkata lain.” Shin Riu berdiri sambil menahan tawa lalu memakai pakaian atasnya.


“Dasar tidak jujur...”


Fei Chen kembali mengumpat dalam hati saat Shin Riu dan Bai Shinhwa menertawakan dirinya.


Selepas kepergian keduanya. Xi Taohua datang sendirian mendatangi Fei Chen utnuk menyampaikan pesan Qiao Mi.


“Junior Fei, Ketua Qiao menunggumu didalam kamar pribadinya.” Xi Taohua terlihat malu dan tidak berani menatap wajah Fei Chen.


“Kenapa kau terlihat malu padaku, Senior Xi?” Fei Chen bertanya karena wanita dewasa ini terlihat menjaga jarak dengannya.

__ADS_1


“Aku mendengar jika yang lainnya memanggilmu Chen‘er. Bisakah aku memanggilmu begitu?” Xi Taohua akhirnya menatap wajah Fei Chen dengan pipi bersemu merah.


Mata Fei Chen melebar dan segera mengalihkan pandangannya, “Lakukan sesukamu, Bibi Xi. Kalian benar-benar wanita yang aneh.”


Perkataan Fei Chen terdengar kasar namun Xi Taohua tidak membantah apalagi menjawab karena saat ini jantungnya berdetak kencang merasakan debaran cinta pertamanya.


Fei Chen langsung menuju kamar Qiao Mi dan menemukan wanita dewasa itu tengah berdiri sambil mengeringkan badannya yang polos menggunakan kain.


“Lingling-”


“Kya! Lancang! Beraninya kau-”


Fei Chen langsung membungkam mulut Qiao Mi menggunakan telapak tangannya, “Hentikan! Kau bisa membuat orang lain salah paham! Lagipula aku disuruh kemari olehmu!”


Qiao Mi memberontak dan merasa begitu malu karena Fei Chen telah melihat seluruh bagian tubuhnya. Awalnya Qiao Mi memberontak namun saat melihat ekspresi malu Fei Chen, seketika hatinya luluh.


‘Dia sangat menggemaskan...’ Qiao Mi diam dan membiarkan Fei Chen mendekat.


“Kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?” Qiao Mi segera memakai pakaiannya dengan pipi yang bersemu merah.


“Aku lupa. Lain kali aku akan mengetuknya.” Fei Chen menjawab cepat dan memejamkan matanya. Namun saat memejamkan mata, tetap saja bayangan tubuh Qiao Mi serta yang lainnya sulit untuk dilupakan seolah-olah tetap terngiang jelas didalam pikirannya.


“Lain kali? Bukankah kau akan pergi?” Qiao Mi menunjukkan kesedihan yang tergambar jelas diwajahnya.


“Junior Fei, apa kau mengetahui perasaanku padamu?” Qiao Mi memberanikan dirinya untuk menyatakan perasaannya kepada Fei Chen.


Ini bukan masalah umur. Namun cinta menyebarkan virus dalam hati wanita ini dan membuat hatinya tidak dapat membendung perasaannya terhadap pemuda yang delapan belas tahun lebih muda darinya.


Paras Qiao Mi terlihat sangat muda bahkan seperti empat tahun diatas Fei Chen, bahkan sifatnya berbeda dari wanita seusianya dan itu membuat Fei Chen mengira wanita itu masih berumur dua puluhan tahun.

__ADS_1


“Aku mengetahuinya.” Fei Chen mengalihkan pandangannya.


“Tidak, kau tidak mengetahuinya. Jika kau mengetahuinya, mengapa kau terlihat ingin menjauh dariku?” Qiao Mi melampiaskan semua perasaannya yang membendung.


Fei Chen menghela nafas panjang dan memudarkan tatapan hangatnya hingga menjadi begitu dingin.


“Senior Qiao, kau jatuh cinta kepada lelaki yang salah! Aku adalah yang terburuk! Aku tidak memiliki mimpi maupun masa depan dan aku hanya memiliki ambisi! Ambisi untuk membunuh mereka semua!” Fei Chen dan Qiao Mi saling memandang satu sama lain.


Qiao Mi tidak dapat mengendalikan diri ataupun perasaannya sehingga dia berjinjit dan langsung mengecup singkat bibir Fei Chen.


Mata Fei Chen melebar tatapan dinginnya itu memudar. Ciuman pertamanya direbut Qiao Mi tanpa permisi dan persetujuan. Pemuda ini mematung dan pikirannya terasa kosong bahkan amarahnya redam karena kecupan bibir Qiao Mi.


“Ini adalah perasaanku padamu. Itu adalah ciuman pertamaku. Junior Fei, aku mencintaimu...”


Qiao Mi menanggalkan pakaian atasnya setelah mengatakan itu.


Fei Chen menggelengkan kepalanya dan memegang kedua lengan Qiao Mi.


“Kau! Kau benar-benar melakukannya!” Fei Chen terlihat seperti ingin menerkan Qiao Mi namun pemuda ini segera menenangkan dirinya setelah mengetahui Qiao Mi telah menanggalkan pakaian atasnya.


“Junior Fei, apa jawabanmu?” Qiao Mi membalikkan badannya dan duduk di bangku.


“Seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku memiliki ambisi. Aku tidak ingin melakukan hal yang bodoh seperti memiliki seorang kekasih sebelum ambisiku terpenuhi. Kepergianku juga berkaitan dengan ambisiku.” Fei Chen menghela nafas panjang setelah mengatakan itu.


“Aku akan menunggu. Tidak peduli seberapa lama pun itu, aku akan tetap menunggu.”


Fei Chen tidak memungkiri jika jantungnya berdetak kencang saat melihat penampilan Qiao Mi saat ini, terlebih wanita itu tersenyum penuh makna kepada dirinya.


Fei Chen tersenyum tipis dan meraba punggung Qiao Mi penuh kelembutan, “Berhenti melakukan hal yang bodoh...”

__ADS_1


Qiao Mi tersenyum karena melihat senyuman tipis Fei Chen yang menggetarkan hatinya.


__ADS_2