
PPFC 326 - Diajak Ke Rumah Hiburan
Setelah pergi meninggalkan Hirataka, Fei Chen mengamati Kota Hinogawa dari atas langit dan mengobrol dengan Deshe mengenai struktur kota tersebut dan kelompok yang berkuasa.
“Tuanku, kau memiliki banyak wanita dan apa kau tidak takut berakhir seperti istri Hirataka?” Deshe bertanya karena rasa penasaran pada dirinya yang muncul secara tiba-tiba.
Fei Chen tersenyum, “Untuk apa aku takut? Mereka semua tidak akan berpaling dariku.” Jawaban Fei Chen membuat Deshe kebingungan.
“Apa kau tidak terlalu percaya diri Tuanku?” Deshe kembali bertanya.
“Aku sangat percaya diri akan hal itu. Kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah rumah tanggaku. Lebih baik kau menjalankan tugasmu dan memberikan informasi yang berguna untukku. Oh iya, Deshe jika kau ingin mengetahui perbedaan bagaimana diriku dengan lelaki lainnya, pergilah ke rumah bordil dan jika ada kesempatan kau bisa mengintip diriku bertarung didalam kamar.” Fei Chen sengaja berkata demikian karena penasaran dengan reaksi Deshe.
“Kenapa aku tidak pernah memikirkan ini sebelumnya. Kalau begitu aku akan mencari informasi di setiap sudut kota. Sampai jumpa Tuanku.” Deshe terlihat antusias dan pergi.
“Ular bodoh itu.” Fei Chen menggelengkan kepalanya.
____
“Ichiba, maaf selama ini aku mengabaikanmu dan membuatmu menderita.” Hirataka menyeka air matanya dan tidak sanggup melihat Ichiba yang sekarang terlihat sangat rapuh.
Ichiba menggelengkan kepalanya, “Suamiku, kau tidak perlu menyalahkan dirimu. Semua yang terjadi tidak sesuai keinginan kita. Ini menjadi pelajaran untukku dan dirimu.”
“Andai saja saat itu malapetaka itu tidak datang, kita bisa menikmati kehidupan kita. Semenjak hari itu, semuanya berubah. Kau menghilang dan dikabarkan mati, aku menjadi buronan karena keluarga kita adalah pelayan Daimyo Negeri Api.” Ichiba menuntun Hirataka menuju Kota Hinogawa atau lebih tepatnya pergi ke sebuah tempat persembunyiannya.
__ADS_1
Tidak perlu melewati gerbang kota yang dijaga ketat dan hanya perlu melewati hutan serta sungai yang tidak jauh dari kota paling ramai di Negeri Api tersebut.
Uzui dan Tenkai tidak mengikuti Hirataka melainkan keduanya mengikuti Fei Chen. Terlihat mereka berdua menatap Fei Chen yang sedang duduk di udara dengan santainya mengamati Kota Hinogawa.
“Dia Raja Neraka bukan? Apa tujuannya kemari?” Tenkai merasa Fei Chen tidak memiliki niat jahat seperti Sun Yelong ataupun Xiao HP Chi, namun tetap saja tindakan yang akan dilakukan pemuda tersebut sangat berbahaya bagi mereka.
"Dari yang aku lihat dia mengenal baik Hirataka. Jika benar maka Hirataka telah menemukan orang yang dapat dia percaya. Kita kehilangan Ninja Pelindung Kagura dan pewaris sah Daimyo Negeri Api. Semenjak itu kita seperti kehilangan arah, semua saling berkhianat dan berakhir pada kejadian seperti ini.” Uzui menyayangkan pengkhianatan di antara para samurai dan Shinobi.
Namun memang tidak bisa dipungkiri pengkhianatan itu terjadi karena manusia lebih memilih mementingkan keselamatan sendiri dan mengingar sebuah tahta dan menjatuhkan yang lainnya.
Setelah merasa cukup Fei Chen turun kebawah dan berniat akan memasuki Kota Hinogawa, namun langkahnya dihentikan Uzui dan Tenkai.
“Ada apa? Apa kalian berdua ingin bertarung denganku?” Berbeda saat menyamar sebagai budak, sekarang dihadapan Uzui dan Tenkai sosok Fei Chen terlihat dingin, sinis dan mengintimidasi.
“T-tidak... Silahkan lewat...” Karena takut Tenkai reflek menjawab demikian.
Tenkai baru sadar jika mereka berdua ingin memastikan tujuan Fei Chen mendatangi Kekaisaran Kai. Namun karena melihat perubahan besar pada diri Fei Chen yang dia kenal sebagai budak Chen membuat pria itu ketakutan.
“Ah, benar. Kita harus memastikan tujuannya datang kemari bukan?” Tenkai akhirnya mengatur nafasnya untuk menenangkan dirinya dan menatap tajam Fei Chen.
Fei Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menghela nafas, “Banyak sekali kejadian di Kekaisaran Kai dalam waktu singkat. Aku dikhianati, rekan perjalananku mati tanpa mereka tahu bahwa diriku adalah Kaisar Ma. Sebaiknya kalian berdua tidak banyak bertanya atau berniat menghalangi jalanku. Aku sedang dalam suasana hati yang buruk sekarang.”
Seketika wajah Uzui dan Tenkai memucat saat melihat Fei Chen menatap keduanya dingin. Aura yang dipancarkan dari tubuh Fei Chen terlihat mendominasi lawan bicaranya untuk tunduk.
__ADS_1
'Mengerikan! Jika aku menyinggung atau salah dalam berkata, dia akan membunuhku...’ Uzui membatin dan berusaha mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, “Glek...”
Suara ludah terdengar dari Uzui yang kebingungan untuk menjawab. Tak lama terlintas sesuatu hal dipikiran Uzui saat mengingat ucapan Fei Chen yang mengatakan bahwa dirinya adalah Kaisar Ma.
“Maaf, kami tidak akan menyinggung anda Kaisar Ma. Kami hanya ingin memastikan apakah anda bisa dipercaya menjadi rekan kami atau tidak.” Saat Uzui ketakutan, Tenkai justru menjawab dengan tenang.
“Tenkai...” Uzui nampak kagum dan menoleh kesamping. Namun yang dia dapatkan hanyalah wajah Tenkai yang pucat pasi dengan tubuh gemetaran sebelum pria itu jatuh pingsan.
“Hah?" Ekspresi Uzui nampak kecewa.
Fei Chen tersenyum tipis karena menyadari dirinya terlalu besar mengarahkan aura pembunuh pada mereka berdua.
“Tunggu, tunggu sebentar Kaisar Ma! Aku tidak bermaksud jahat! Jika kau ingin mencari informasi aku bisa mengantarmu ke tempat rumah hiburan termegah di Kota Hinogawa. Aku dengar pemilik tempat hiburan itu wanita dewasa dengan tubuh yang menggoda dan dapat membuat setiap pria bertekuk lutut. Dengan paras anda yang rupawan, aku sangat yakin anda bisa dapat menemukan sejumlah informasi disana.” Uzui akhirnya mengeluarkan unek-unek yang ada didalam kepalanya.
‘Akhirnya aku mengatakannya. Dari rumor yang kudengar Kaisar Ma dikenal memiliki banyak selir. Aku yakin dia langsung tergiur akan hal ini. Lagipula aku tidak berbohong.’ Uzui menghela nafas lega setelah mengatakan itu dalam hatinya.
“Rumah hiburan ya?” Fei Chen nampak tertarik.
“Jadi siapa nama wanita yang kau bilang dapat memberiku banyak informasi?” Lalu Fei Chen bertanya pada Uzui.
“Wanita itu... Wanita itu bernama Ameko, Kaisar Ma. Dari yang aku dengar tidak pernah ada pria yang dapat memuaskan wanita itu.” Uzui nampak girang saat mengetahui Fei Chen tertarik.
“Untuk masalah wanita... Kau terlihat menganggap diriku ini seperti pria murahan yang langsung tergiur dengan ucapanmu. Apa kau merendahkanku?” Fei Chen menatap dingin Uzui yang nampak kegirangan.
__ADS_1
‘Sial, kenapa dia tersinggung!’ Uzui ketakutan karena terlalu percaya diri dapat bekerjasama dengan Fei Chen.
“Lupakan, jika kalian berdua memang ditakdirkan untuk menjadi bawahanku, aku rasa kita akan bertemu lagi. Aku tidak mencium aroma pengkhianatan pada kalian berdua.” Fei Chen berkata sambil memegang bahu Uzui lalu pergi meninggalkan mereka berdua.