
PPFC 55 - Semi Final
“Yun‘gege...“ Yue Lian menatap Wei Hongyun yang berdiri dan tersenyum lebar karena akhirnya dirinya bertemu Fei Chen di babak delapan besar.
“Lian‘er, aku akan membuktikan pada semua orang jika dia tidak layak menjadi tunanganmu...” Wei Hongyun berjalan menuju arena lapangan dengan tidak sabaran, sedangkan Yue Lian terlihat cemas.
‘Aku bersyukur karena dia sepemikiran denganku. Tetapi ini sangat rumit...’ Yue Lian masih bingung dengan perasaannya, ‘Semua ini karena kakek selalu saja melakukan hal yang seenaknya!’
Mata Yue Lian menatap Fei Chen yang berjalan dengan santai menuju arena lapangan.
Semua orang menanti pertandingan ini karena mendengar kabar tentang perjodohan Fei Chen dan Yue Lian.
“Dengan ini pertandingan terakhir babak delapan besar dimulai!”
Tepat setelah Liu Chuxing mengumumkan dimulainya pertandingan, Wei Hongyun langsung menarik pedangnya dan maju kedepan menyerang Fei Chen.
“Gunakan pedangmu itu atau kau akan menyesalinya!”
Wei Hongyun tersenyum lebar sambil melepaskan tenaga dalam berjumlah besar.
“Harimau Menerkam Mangsa!”
Wei Hongyun melepaskan satu serangan mematikan yang membuat penonton berdecak kagum.
Fei Chen memejamkan matanya dan menghindari serangan tersebut membuat penonton kembali dibuat berdecak kagum.
“Ini tidak mungkin!” Wei Hongyun reflek mengayunkan pedangnya saat berhadapan langsung dengan Fei Chen.
Kaki kanan Fei Chen dipenuhi tenaga dalam dan terangkat menghantam kepala Wei Hongyun membuat pemuda itu terkapar ditanah dengan sisi dahi yang berdarah.
Wei Hongyun mencoba mempertahankan kesadarannya. Dia hampir pingsan terkena tendangan Fei Chen yang begitu cepat dan tidak bisa dibaca oleh kedua matanya.
Fei Chen berjalan mendekati Wei Hongyun sebelum berkata, “Kuakui kau kuat, tetapi belum melebihi ekspetasiku...”
Mendengar itu Wei Hongyun hendak berdiri namun kedua bahunya ditahan Fei Chen dan selang beberapa detik lutut kaki Fei Chen menghujam ulu hatinya.
“Ugh!”
__ADS_1
Mata Wei Hongyun melebar sebelum pingsan. Semua penonton membisu menyaksikan bagaimana Fei Chen mengalahkannya Wei Hongyun yang empat tahun lebih tua darinya.
‘Bocah ini...’ Liu Chuxing bahkan kesulitan untuk bersuara karena terkejut dengan tatapan dingin Fei Chen saat membuat Wei Hongyun pingsan.
“Karena Wei Hongyun pingsan, maka pemenangnya adalah Fei Chen dari Lembah Pedang!”
Semua penonton masih membisu sebelum akhirnya memberikan tepuk tangan yang meriah.
Wei Hongyun dibawa keluar arena lapangan, sedangkan Fei Chen masih berdiri di arena lapangan.
Liu Chuxing memberikan waktu saat jam pada peserta yang lolos ke babak semifinal sebelum bertanding.
Fei Chen kembali bergabung bersama Jia Li setelah memastikan dirinya lolos ke babak semifinal.
“Chenchen, sepertinya kau tidak terlalu tertarik dengan turnamen ini?” Jia Li bisa melihat raut wajah Fei Chen yang tidak begitu antusias.
“Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu, Lili. Hanya saja aku merasa hampa...” Fei Chen merasa dirinya benar-benar kosong setelah bertemu para pendekar muda yang satu generasi dengannya. Fei Chen akui mereka semua kuat, tetapi tidak ada yang mampu membuatnya benar-benar hidup.
Jia Li ingin mengobrol lebih jauh namun Fei Chen terlihat enggan diajak bicara. Satu jam kemudian Liu Chuxing memimpin kembali semifinal Turnamen Harimau Yin.
Dua peserta yang mendapatkan giliran pertama untuk bertanding adalah Fei Chen dan Qie Yang.
“Ambil jarak dan tunggu aba-aba dariku!” Liu Chuxing menarik nafas lalu bersuara lantang, “Dimulai!”
“Menurutmu siapa yang menang Kakak Jia?” Yue Lian bertanya pada Jia Li.
“Hmmm... Entah, tetapi aku belum pernah melihat Chenchen kalah melawan anak seusianya.” Jia Li menatap Fei Chen yang memasang ekspresi datar saat Qie Yang menyerang.
Bersamaan dengan Jia Li dan Yue Lian yang membahas Fei Chen, dibawah sana terlihat Qie Yang melancarkan sejumlah serangan mematikan pada Fei Chen.
Awalnya Qie Yang berniat mendominasi serangan sejak awal, namun dia dikejutkan dengan Fei Chen yang dapat menghindari serangannya tanpa menarik pedangnya.
“Kau! Apa kau meremehkanku?!” Mata Qie Yang membara menatap tajam Fei Chen.
“Cih!” Fei Chen mendecakkan lidahnya karena semua orang yang bertarung dengannya mengatakan hal yang sama.
Akhirnya Fei Chen menarik pedangnya dan seketika tubuh Qie Yang terasa berat. Fei Chen terlihat berjalan pelan namun dalam sekejap telah berdiri dihadapan Qie Yang sambil melingkarkan pedangnya keleher Qie Yang.
__ADS_1
“Aku tidak pernah meremehkan lawanku. Aku sudah menarik pedangku ini. Jadi kau ingin mati bagaimana hah?!” Fei Chen berkata dengan dingin sambil melepaskan Aura Raja Neraka yang membuat Qie Yang kesulitan bernafas bahkan berkeringat dingin.
‘Aura ini...’
Liu Chuxing sempat bergidik saat merasakan Aura Raja Neraka dan segera menghentikan pertandingan karena menurutnya tatapan Fei Chen tidak akan segan membunuh Qie Yang jika pemuda itu memberontak.
Pedang yang digenggam Qie Yang terjatuh dan Qie Yang kelihatan kesulitan bernafas dalam posisi berlutut.
Fei Chen menatap dingin Qie Yang dan kembali menyarungkan pedangnya, “Apa kau masih ingin melanjutkan pertandingan ini?”
Fei Chen bertanya dan saat Qie Yang tidak menjawab, dirinya hendak menendang wajah Qie Yang namun pundaknya ditepuk Liu Chuxing.
“Cukup! Kaulah pemenangnya!” Liu Chuxing heran dengan sikap Fei Chen yang seolah-olah memiliki kepribadian berbeda.
Lalu Fei Chen memejamkan matanya dan menghela nafas. Setelah itu dia pergi meninggalkan Qie Yang telah dipermalukan olehnya.
Qie Xuexuan menatap geram Qie Yang karena kalah dengan sangat memalukan, “Dasar anak tidak berguna!”
Sementara itu perhatian Qie Xuexuan kembali kearah Fei Chen dan tersenyum lebar, “Aura miliknya barusan sangat mirip dengan beliau. Apa dia ada hubungannya dengan salah satu Sembilan Kekacauan Surgawi?”
Tanpa Fei Chen ketahui dirinya telah menjadi incaran kelompok Sekte Iblis Buas dan menarik perhatian banyak orang.
‘Aku tidak bisa mengontrol diriku. Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?’ Fei Chen meremas rambutnya karena merasa dirinya berbeda dari biasanya.
Bukan hanya Fei Chen saja yang menyadari bahwa dirinya terkadang lepas kendali, tetapi Pedang Gila dan Kucing Manis juga merasakan hal yang sama.
‘Apa menurutmu ini adalah hal yang baik?’ Pedang Gila bertanya pada Kucing Manis.
‘Aku sendiri tidak mengetahuinya. Tetapi aku merasa Fei Chen mempunyai sisi gelap dirinya yang tersembunyi. Kurasa pemicu kemunculannya adalah perasaan hampa dan kesepian.’ Kucing Manis sendiri tidak ingin Fei Chen tumbuh menjadi pembunuh berdarah dingin dan melupakan tujuan hidupnya.
‘Tugas kita adalah membimbingnya. Apa akhir-akhir ini kau merasakan firasat buruk?’ Kucing Manis balik bertanya.
Pedang Gila tertawa sebelum menjawab, ‘Tidak, aku sama sekali tidak merasakan firasat buruk. Kenapa kau bertanya seperti itu?’
‘Kemunculan Manusia Buas yang membuatku merasakan firasat buruk. Kejadian ini aku rasa ada hubungannya dengan Raja Iblis Buas.’ Suara Kucing Manis terdengar sangat khawatir pada Fei Chen.
‘Dengan kemampuannya yang sekarang, hanya kematian lah yang menjemputnya.’ Kucing Manis menambahkan dan Pedang Gila hanya tertawa sebelum menanggapi.
__ADS_1
‘Kau terlalu berpikir keras, kucing sialan!’
Kucing Manis menatap Fei Chen dan berkata dalam hati, ‘Kuharap seperti itu.’