
PPFC 54 - Long Xiaoya vs Yin Jinxia
Dua orang gadis berdiri arena lapangan mendengarkan penjelasan Liu Chuxing. Kedua gadis itu adalah Long Xiaoya dan Yin Jinxia. Selepas menjelaskan, Liu Chuxing memulai pertandingan.
“Dengan ini pertandingan dimulai!”
Long Xiaoya tidak melakukan pergerakan begitu juga dengan Yin Jinxia. Keduanya saling menatap tajam waspada satu sama lain sebelum akhirnya Long Xiaoya berinisiatif melakukan serangan.
“Harimau Api!”
Dengan menciptakan seekor harimau dari aura tubuhnya, Long Xiaoya berniat mengamati pergerakan Yin Jinxia terlebih dahulu.
Tiga harimau api mengepung Yin Jinxia dari tiga arah dan menerkam. Yin Jinxia menarik pedangnya dan langsung mengalahkan ketiga harimau tersebut tanpa kesulitan yang berarti.
“Aku sarankan kau menggunakan pedangmu itu jika tidak ingin pertandingan ini berakhir dengan cepat.” Yin Jinxia berkata dengan tenang sambil menatap wajah terkejut Long Xiaoya.
“Seorang perempuan tidak pantas menjadi seorang pendekar pedang. Sehebat apapun ilmunya, cepat atau lambat akan dikalahkan dengan pertumbuhan usia.” Long Xiaoya bersikeras tidak menggunakan pedangnya.
“Hmm...“ Yin Jinxia merasa tidak sependapat.
Long Xiaoya melepaskan hawa panas yang menyebar dengan cepat kearah Yin Jinxia. Kobaran api itu membentuk telapak tangan yang berusaha mencengkeram tubuh Yin Jinxia.
Seisi Arena Naga terkejut melihat ilmu perubahan aura tubuh Long Xiaoya dalam memanipulasi aura. Bisa dibilang Long Xiaoya mendominasi serangan tanpa bergerak sedikitpun dari tempat yang dipijaknya.
‘Kau mungkin akan menang jika lawanmu bukanlah aku, tetapi sangat disayangkan kondisi tubuhku juga khusus sama sepertimu...’
Yin Jinxia memainkan pedangnya menyambut kepalan tangan berapi-api Long Xiaoya. Yang paling mengejutkan adalah saat Yin Jinxia melepaskan aura tubuhnya, telapak tangan berapi-api yang mengepal itu terserap kedalam tubuh Yin Jinxia.
“Tidak mungkin!” Long Xiaoya terlihat panikpanik karena bagaimanapun memanipulasi aura tubuhnya adalah keahlian yang disukainya.
“Apa kau tidak berubah pikiran? Jika tidak aku tidak akan segan!” Yin Jinxia dengan tatapan dinginnya seolah-olah memberi peringatan pada Long Xiaoya untuk menarik pedangnya.
“Tiga Harimau Api!”
Saat Long Xiaoya kembali memanipulasi aura tubuhnya, dia dikejutkan dengan tebasan pedang Yin Jinxia yang membentuk tiga harimau api yang bergerak cepat kearah tubuhnya.
“Kemampuannya ini?” Long Jirou terkejut melihat kemampuan Yin Jinxia yang dapat menyerap api.
__ADS_1
Bukan hanya Long Jirou saja yang terkejut, namun semua orang yang menyaksikan pertandingan itu juga terkejut.
Long Xiaoya tertekan karena Yin Jinxia menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya. Dengan susah payah Long Xiaoya menahan serangan Yin Jinxia sebelum akhirnya jarak keduanya semakin singkat.
Long Xiaoya tetap bersikeras tidak menarik pedangnya terdesak saat Yin Jinxia melancarkan serangan dari jarak dekat.
“Apa kau berpikir api milikmu akan terus melindungimu?” Yin Jinxia terus melancarkan serangan dan menekan Long Xiaoya.
Dari segala sisi Yin Jinxia mencoba menembus pertahanan api yang membara milik Long Xiaoya.
“Aku tidak peduli pendapatmu, Tuan Putri!” Long Xiaoya tersenyum dan mengangkat tangannya menciptakan puluhan pedang api yang berterbangan di udara.
“Gaya bertarung kita sama.“' Yin Jinxia tersenyum saat melihat puluhan pedang api melesat kearahnya.
“Apa maksudmu-” Kata-kata Long Xiaoya terhenti saat melihat es yang mencair melindungi tubuh Yin Jinxia.
Kembali aksi Yin Jinxia menarik perhatian karena serpihan es muncul melindungi tubuhnya saat puluhan pedang api menyerangnya.
Yin Jinxia menancapkan pedangnya ketanah dan seketika tanah yang dipijaknya membeku dan terus meluas kearah Long Xiaoya.
Bukan hanya Long Jirou yang memberikan komentar, bahkan Dao Tao yang sedang menyamar terkejut melihat kemampuan Yin Jinxia yang memiliki dua unsur berlawanan yakni es dan api.
‘Tuan Putri Yin sangat berbakat. Aku menjadi penasaran siapa orang yang mengajarinya...’ Dao Tao memperhatikan dengan seksama pertarungan dibawah sana yang semakin seru dan menegangkan.
Yin Jinxia dan Long Xiaoya sama-sama memanipulasi aura tubuhnya sebelum akhirnya Long Xiaoya benar-benar dipaksa dalam posisi terdesak dan tidak memiliki pilihan lain selain menarik pedang yang tersarung rapi dipinggangnya.
“Akhirnya kau menarik pedangmu itu.” Yin Jinxia menjaga jarak saat merasakan tekanan luar biasa dari tubuh Long Xiaoya.
“Kau yang memaksaku!” Long Xiaoya berlari dengan cepat dan menghilang dari pandangan Yin Jinxia.
Hawa panas menyengat tubuh Yin Jinxia bersamaan dengan jejak Long Xiaoya yang menghilang dari pandangannya.
“Mentari Membara!”
Mata Yin Jinxia melebar saat merasakan serangan kejutan dari samping. Dengan sigap Yin Jinxia menangkis serangan tersebut, namun tetap saja tubuhnya terpental kebelakang dengan mulut yang mengeluarkan darah segar.
“Ugh...”
__ADS_1
Yin Jinxia menyeka darah yang keluar dari mulut mungilnya sebelum berdiri dan menatap tajam Long Xiaoya yang bergerak kearahnya.
Terlihat dua pedang bersentuhan menimbulkan percikan api. Baik Yin Jinxia ataupun Long Xiaoya, keduanya seimbang.
Jurus demi jurus mereka gunakan dan pertarungan masih seimbang hingga akhirnya nafas keduanya sama-sama tidak beraturan.
Yin Jinxia mengolah pernafasan demi melancarkan aliran nafasnya yang tidak beraturan sebelum bergerak lincah menyerang Long Xiaoya.
“Tarian Rembulan Api!”
Setiap tebasan pedang Yin Jinxia mengeluarkan api sebelum akhirnya berubah menjadi es saat Yin Jinxia melambatkan ritme serangannya.
“Tarian Rembulan Es!”
Long Xiaoya menyambut serangan Yin Jinxia dengan susah payah sebelum akhirnya dia mengalirkan tenaga dalam yang tersisa untuk melancarkan serangan penghabisan.
Permainan pedang Long Xiaoya terlihat indah saat menyambut serangan Yin Jinxia. Long Xiaoya terlihat seperti orang yang sedang menari.
“Tarian Phoenix Api!”
Bayangan burung Phoenix muncul dibelakang tubuh Long Xiaoya sebelum bilah pedangnya memancarkan cahaya berwarna merah.
Yin Jinxia yang menyadari itu tersenyum tipis dan mengalirkan tenaga dalam pada bilah pedangnya bersiap menyambut serangan Long Xiaoya.
“Mentari Menyinari Jagat Raya!”
Pedang Yin Jinxia memancarkan cahaya berwarna merah keemasan sebelum memotong burung Phoenix api yang mengarah padanya.
Energi Yin Jinxia sudah diujung tanduk begitu juga dengan Long Xiaoya.
Sesaat setelah melepaskan serangan andalan mereka, Yin Jinxia menciptakan sepuluh pedang es yang langsung menghunus kearah leher Long Xiaoya.
Yin Jinxia berjalan mendekati Long Xiaoya sambil menatap gadis itu dingin.
Long Xiaoya mengumpat karena dirinya telah kehabisan tenaga dalamnya terlebih dahulu dibandingkan Yin Jinxia.
Akhirnya Liu Chuxing mengangkat tangannya dan mengumumkan Yin Jinxia sebagai pemenangnya.
__ADS_1