
PPFC 354 - Fei Chen Posesif
“Tubuh Raja Neraka yang kuat dan Darah Naga yang masih ada didalam tubuhku membuatku perkasa...” Fei Chen yang baru terbangun menggumam pelan menatap Eimi yang pingsan tidak sadarkan diri.
“Sepertinya aku berlebihan melakukannya. Tetapi kau tidak buruk Eimi, kau menyaingi Yue‘er.” Fei Chen memuji Eimi dan membersihkan tubuhnya.
Saat hari menjelang siang, Fei Chen dan Eimi sedang menuju lokasi yang semalam mereka berdua berpisah dengan Jugo. Disana nampak Jugo sedang menguap.
“Kemana mereka berdua? Aku baru saja selesai menuntaskan keinginanku. Rupanya dia cukup sulit ditaklukkan, tetapi pada akhirnya saat hari menjelang pagi aku berhasil melakukannya haha...” Jugo tertawa sendiri lalu tersenyum bangga.
“Jangan bilang Eimi mengajak Fei Long pergi! Sialan wanita itu!” Jugo menggetarkan giginya.
“Kau menyebutku sialan Jugo!” Suara Eimi menyadarkan lamunan Jugo.
Segera Jugo menoleh dan melihat Eimi yang terlihat kesusahan berjalan. Sedangkan Fei Chen nampak santai berjalan di sampingnya.
‘Aku tahu mereka berdua pasti melakukan itu tetapi cara jalan Eimi sangat berbeda.’ Ini tidak pernah Jugo lihat sebelumnya. Ekspresi wajah puas dan kelelahan Eimi serta cara wanita itu berjalan yang nampak kesulitan.
“Tuan Jugo, apa kami membuatmu menunggu?” Fei Chen menyapa Jugo..
“Ti-tidak... Tidak Fei Long, aku juga baru saja selesai menuntaskannya. Jadi apa kita akan melanjutkan perjalanan atau beristirahat disini?” Jugo menawarkan pilihan karena melihat Eimi seperti sangat kelelahan.
“Tidak perlu beristirahat. Kita lanjutkan saja perjalanannya.” Eimi membulatkan tekad.
Lalu mereka bertiga berjalan menuju Kota Seifu. Berbeda dengan Eimi yang terlihat sangat kelelahan untuk menggunakan segenap kemampuannya, Fei Chen nampak segar bugar dan terus melangkahkan kakinya dengan cepat menuju Kota Seifu.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju Kota Seifu, sesekali mereka bertiga beristirahat. Fei Chen menggunakan kesempatan beristirahat untuk menciptakan klon dirinya.
“Klon ku akan berperan sebagai Fei Long dan aku akan berperan sebagai Onigari.” Fei Chen berjalan menuju Kota Hamu yang berlawanan arah dengan klon nya yang menyamar sebagai Fei Long.
Setelah dirasa cukup jauh, Fei Chen menggelengkan kepalanya karena klonnya merasakan indahnya Eimi. Sementara dirinya yang asli terbang dengan kecepatan tinggi menuju Kota Hamu.
‘Gagak Hitam menguasai Kota Hamu dan Kota Seifu dikuasai oleh pria bernama Hakkai dan Agatsuma yang merupakan salah dari Lima Tetua Kai. Aku akan menghabisi mereka semua sebelum pergi ke Negeri Es.’
Fei Chen sudah menentukan tujuannya dan terus bergerak dengan kecepatan tinggi menuju Kota Hamu. Dalam perjalanannya kali ini Fei Chen tidak mengalami gangguan dan kesulitan yang berarti, namun setelah dekat dengan Kota Hamu, Fei Chen berhenti diatas pucuk pohon yang paling tinggi sambil memperhatikan.
“Bukankah diluar kota itu adalah Kakak Zhu? Lihat dia dikelilingi puluhan pria...” Fei Chen langsung melompat dan terbang lebih cepat.
Apa yang Fei Chen temukan adalah San Zhu yang membunuh puluhan anggota Gagak Hitam yang hendak berbuat tidak senonoh padanya. San Zhu melakukan itu karena ingin memeras uang mereka dan sengaja menggoda karena uang yang diberi Fei Chen sudah habis.
Dengan tatapan dingin dan tajam Fei Chen langsung mendarat di hadapan San Zhu yang sedang menghitung hasil rampasanya.
San Zhu yang menyadari kehadiran Fei Chen terkejut, “Chen‘er! Kau jauh-jauh menemuiku karena merindukanku bukan? Seperti yang kau lihat aku sedang menghitung uang hasil rampasanku!”
Fei Chen memegang tangan San Zhu dan menarik tubuh wanita itu kedalam pelukannya, “Pakaianmu ini... Sepertinya kau harus dihukum Kakak Zhu. Apa kau sadar aku sangat mengkhawatirkan dirimu? Dengar kau adalah milikku. Baik itu tubuh ataupun hatimu.”
San Zhu memerah wajahnya. Dia terkejut dengan sikap posesif Fei Chen pada dirinya. San Zhu merasa bangga dan membiarkan Fei Chen memeluk tubuhnya. Lagipula selama ini dia sudah menanti hal ini dan berharap Fei Chen melakukan sesuatu yang lebih dari ini.
“Kau gunakan untuk apa uang yang kuberi Kakak Zhu? Apa ada pria selain diriku yang menyentuh tubuh indahmu ini?!” Fei Chen meraba perut San Zhu dan keatas sebelum meremas kasar sesuatu yang kenyal.
San Zhu memekik dan memegang tangan Fei Chen. San Zhu menatap wajah Fei Chen dan melihat jelas bagaimana tatapan Fei Chen yang berkabut gairah.
__ADS_1
“Aku... Aku memberikan uang yang kau berikan padaku kepada orang-orang yang kelaparan dan tanpa sadar uangnya habis...” San Zhu menelan ludah setelah memberitahu mengapa uang pemberian Fei Chen habis.
“Hmmm... Terus kenapa kau bisa ke Kota Hamu yang ada di Negeri Air? Bukankah tujuanmu adalah Kota Hinogawa?” Fei Chen kembali bertanya.
San Zhu menjawab, “Aku... Aku tersesat!” Sambil menjerit San Zhu memberontak namun Fei Chen benar-benar memeluk tubuhnya erat.
“Chen‘er! Lepaskan!” jerit San Zhu dan sengaja menggoyangkan pinggulnya pada Fei Chen.
“Apa kau menggodaku?” Fei Chen merasakan jelas gesekan yang menimbulkan sesuatu yang luar biasa.
“Chen‘er bukankah kau sudah berjanji akan menagih hakmu setelah kau mengalahkan Xiao Ho Chi. Aku akan menjaga mahkotaku selama itu hanya untukmu.” San Zhu dengan manja dan manis berkata.
Fei Chen diam dan hanya memeluk tubuh San Zhu. Lalu dengan cepat membuat segel teleportasi dan membuka portal teleportasi menuju Gunung Menangis.
“Untuk apa kau membawaku kemari?! Chen‘er!” San Zhu terkejut bukan kepalang.
Fei Chen berbisik, “Bantu aku sebentar untuk malam ini Kakak Zhu.”
“Eh?” San Zhu memerah wajahnya. Sebenarnya dia ingin, tetapi malu untuk mengatakannya.
Fei Chen yang sudah terlanjur posesif ingin merasakan hal yang berbeda. Dia menatap tubuh bagian belakang San Zhu dan kembali berbisik, “Kalau begitu, aku meminta hak yang lainnya sekarang boleh?”
“Maksudmu?” San Zhu bertanya karena penasaran dan dia merasa tidak akan bisa menghentikan Fei Chen untuk mendapatkan keinginannya.
“Aku belum pernah melakukannya. Jujur aku sama sekali belum pernah melakukannya bahkan dengan semua istriku...” bisik Fei Chen lalu menelan ludah.
__ADS_1
Fei Chen kembali membisikkan sesuatu ditelinga San Zhu yang mana membuat wanita itu kaget bukan kepalang. San Zhu menggelengkan kepalanya karena enggan melakukannya, namun melihat tatapan Fei Chen yang mendominasi akhirnya San Zhu luluh.
Fei Chen membimbing San Zhu menuju Rumah Yin Yang. Untuk pertama kalinya Fei Chen memperagakan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang melewati gua yang begitu sempit dan bersebelahan dengan lembah suci merekah indah.