Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
Chapter 357 - Memusnahkan Gagak Hitam


__ADS_3

PPFC 357 - Memusnahkan Gagak Hitam


Kediaman Kuroma nampak ramai dipenuhi samurai Gagak Hitam yang bersiap menangkap sosok Onigari. Terlihat sekitar tiga ratusan samurai lengkap anggota Gagak Hitam akan menyusuri sepanjang Kota Hamu untuk menemukan keberadaan Onigari.


“Onigari sialan itu! Beraninya dia menggangguku yang ingin menangkap Futaba!” Kuroma terlihat kesal dan menggertakkan giginya hingga berbunyi.


“Tuan Kuroma, dengan samurai sebanyak ini kita pasti membunuh Onigari!” Salah satu samurai mengangkat katana miliknya dan berseru.


“Benar, Satu melawan tiga ratus orang lebih sudah jelas siapa yang akan memenangkannya!” Sahut samurai yang lainnya.


Kuroma tersenyum lebar dan menatap semua anggota samurai Gagak Hitam yang nampak penuh percaya diri dapat membunuh Fei Chen. Tanpa mereka ketahui Fei Chen sudah membunuh ribuan orang dengan tangannya dan itu jumlahnya akan terus berlanjut.


“Onigari kami akan membunuhmu!” Kuroma tersenyum menyeringai sambil menarik katana miliknya.


Tak lama suara teriakan lantang menggema. Pemilik suara itu adalah Fei Chen yang datang langsung ke kediaman Kuroma. Secara kebetulan semua anggota samurai Gagak Hitam berkumpul disatu tempat.


Tentu saja hal itu akan memudahkan Fei Chen untuk membunuh mereka semua. Fei Chen juga langsung mengeluarkan Pedang Sembilan Petir setiap menggunakan identitasnya sebagai Onigari.


“Kalian akan membunuhku? Kalau begitu kebetulan sekali aku ada disini!”


Kuroma dan samurai Gagak Hitam langsung menatap ke sumber suara dan menemukan seorang pria yang mengenakan topeng sedang melayang di udara. Mereka semua di kejutkan dengan kemunculan Onigari secara mendadak.


Kuroma saat itu mengetahui bahwa Onigari pandai menyembunyikan hawa keberadaannya. Dia sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan yang mengancam sampai akhirnya mendengar suara teriakan lantang dari pria yang menjadi incarannya.


“Kau datang dengan sendirinya ke Kota Hamu untuk memburu Gagak Hitam. Sepertinya kau melakukan perburuan seorang diri pada para petinggi Shogun.” Kuroma menebak dan menatap Fei Chen tajam.


“Semuanya buruan kita sudah datang! Bersiaplah!” Kuroma berseru lantang dan seketika samurai Gagak Hitam berteriak sambil mengangkat katana miliknya.


Fei Chen tersenyum lebar melihat semangat juang samurai Gagak Hitam. Darahnya berdesir hebat saat mengalirkan Qi pada Pedang Sembilan Petir.


Fei Chen merasakan getaran hebat pada Pedang Sembilan Petir yang mengeluarkan kilatan petir berwarna ungu yang menyambar sekelilingnya.


“Semangat kalian sungguh luar biasa. Aku sampai merasa kagum...” Fei Chen bergumam sebelum mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dan menciptakan bayangan naga petir yang menghantam kediaman Kuroma.


Hantaman tebasan petir Fei Chen mengeluarkan suara gemuruh yang hebat dan ledakan dahsyat saat menghancurkan bangunan kediaman Kuroma.


Mata Kuroma melebar mengetahui serangan yang dilepaskan Fei Chen barusan. Selain dahsyat dan mematikan, Kuroma sangat yakin serangan barusan bukanlah serangan terkuat Fei Chen.


‘Kemampuannya melebihiku!’ Kuroma mengumpat untuk beberapa saat sebelum mengalirkan aura pada katana miliknya.

__ADS_1


Dengan gerakan yang lincah Kuroma menghindari hujan serangan yang dilepaskan Fei Chen dari atas. Terlihat diatas sana Fei Chen asyik mengayunkan pedangnya kebawah menciptakan ratusan tebasan yang mengarah pada Kuroma dan samurai Gagak Hitam.


“Kalian dapat menghindar seranganku. Kerja bagus, jika kalian mati dengan mudah maka itu tidak mengasyikkan. Cobalah menghindari seranganku ini.” Setelah berkata demikian Fei Chen melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar.


Kemudian Fei Chen mengeluarkan energi pedang yang mematikan dan menggabungkannya dengan aura tubuhnya. Lalu dengan permainan pedangnya yang mematikan Fei Chen melepaskan satu tebasan yang membentuk bayangan dia naga berwarna ungu dan emas. Kedua naga itu bergerak cepat kebawah dan menghantam tanah.


Terlihat sebuah lubang besar menganga akibat serangan yang dilepaskan Fei Chen. Selain itu asap pekat dan kobaran api mulai terlihat setelah serangan Fei Chen mengenai tanah.


“Beberapa dari mereka dapat menghindari seranganku ini...” Fei Chen memperhatikan mereka yang terluka dan segera melepaskan serangan selanjutnya.


Kali ini Fei Chen menciptakan sebuah tebasan mematikan yang dipenuhi petir berwarna ungu dan membentuk sebuah sabit besar yang mengeluarkan suara petir yang menggelegar.


Kali ini Kuroma menggunakan segenap kemampuannya untuk menghindari serangan itu. Kuroma menyadari bahwa serangan yang dilepaskan Fei Chen sekarang lebih besar dari sebelumnya dan itu membuatnya secara reflek menghindari serangan tersebut dengan kecepatan tinggi.


“Sial! Onigari benar-benar ingin membunuhku!” umpat Kuroma saat berhasil menghindari serangan Fei Chen.


“Bukankah kalian semua ingin membunuhku?! ” Fei Chen berseru lantang saat melihat Kuroma dan samurai Gagak Hitam menyadari kekuatannya.


“Oniogari! Keparat kau! Apa kau juga ingin membunuh orang-orang tak bersalah?!” Kuroma membicarakan serangan Fei Chen yang menghancurkan kediamannya.


Fei Chen tertawa pelan, “Tenang saja, mereka semua selamat. Aku bisa mengontrol arah seranganku dan memanipulasi seranganku.”


Kuroma dan semua samurai Gagak Hitam tercengang melihat hal ini. Sebelum mereka menyadari sesuatu lebih jauh, Fei Chen sudah berada di tengah-tengah mereka semua.


“Jadi kalian ingin mati bagaimana?!” Fei Chen melepaskan aura pembunuh dan tanpa menunggu Kuroma bersama samurai Gagak Hitam menjawab, potongan tangan dan kepala bergelimpangan.


Dengan gerakan yang sangat gesit mengakhiri nyawa para samurai Gagak Hitam. Permainan pedang Fei Chen sangat tajam dan agresif. Bahkan serangannya bisa dibilang brutal saat membunuh.


Fei Chen tidak berkedip saat membunuh beberapa samurai Gagak Hitam yang mencoba melarikan diri. Bahkan Fei Chen tidak berniat membiarkan mereka melarikan diri dari dirinya.


Dan dalam hitungan menit Fei Chen sudah menghabisi semua samurai Gagak Hitam dan hanya menyisakan Kuroma saja.


“Kau! Kau menghabisi mereka semua!” Kuroma terduduk ketakutan saat melihat Fei Chen berjalan kearahnya.


Fei Chen tersenyum dingin dari balik topengnya dan langsung memotong kedua tangan Kuroma dengan pedangnya. Sontak saja Kuroma mengerang kesakitan dan berguling di tanah.


“Argh! Tanganku! Tanganku!” Kuroma berteriak kesakitan saat kedua tangannya dipotong Fei Chen.


“Cih! Berisik!” Fei Chen yang kesal langsung memotong kepala Kuroma dan menghabisi nyawanya.

__ADS_1


“Sial, aku lupa menginterogasi keparat ini!” Fei Chen yang awalnya berniat mengumpulkan sejumlah informasi dengan menyiksa Kuroma, malah berakhir dengan kematian Kuroma ditangannya.


Setelah membinasakan kelompok samurai Gagak Hitam, Fei Chen membersihkan sisa-sisa mayat Kuroma dan samurai Gagak Hitam menggunakan api hitam.


Setelah itu Fei Chen melompat ke udara dan menunggu Hukong. Tak lama Hukong datang dan mengabari dirinya bahwa telah menyelesaikan tugasnya.


“Kerja bagus, Hukong.” Fei Chen menatap sinar rembulan yang menerangi Kota Hamu.


Lalu dia mengingat bahwa dirinya akan menjemput San Zhu yang kini tengah berada di Gunung Menangis. Fei Chen mendecakkan lidahnya karena melupakan hal sepenting ini.


“Cih! Aku benar-benar melupakan Kakak Zhu! Hukong, ikuti aku. Aku ingi kau menjaga wanita yang aku selamatkan.” Fei Chen berdiri melayang di udara dan menatap Hukong yang berdiri melayang disampingnya.


Hukong menganggukkan kepalanya, “Tuanku, aku dengan senang hati akan melaksanakan perintahmu. Deshe sedang ketakutan, aku bisa mengerti mengapa dia sampai seperti itu. Tetapi semua yang terjadi pada Deshe membuatku dan Yulong ingin meningkatkan kekuatan kami ke titik tertinggi karena kami adalah Binatang Suci peliharaan Dewa Naga.”


“Tuanku, aku yakin suatu saat Yulong dapat menjadi seekor Naga yang sesungguhnya.” Hukong menambahkan.


Fei Chen mengerutkan keningnya mendengar ucapan Hukong tentang Deshe dan Yulong. Jika dipikir Yulong adalah seekor Naga dan jika dapat bertarung seimbang melawan Sun Yelong yang sedang dalam wujud Naga, maka sudah dipastikan Fei Chen memiliki pasukan terkuat.


Fei Chen sendiri menantikan pencapaian Yulong dam Hukong ataupun Deshe dan Fengxue.


“Ya, kalian akan turut bergabung kedalam pertempuran nanti. Aku menantikan pencapaian kalian, Hukong.” Fei Chen berkata sambil tersenyum tipis. Lalu Fei Chen pergi menuju tempat keberadaan Futaba.


Hukong menyusul dengan kecepatan tinggi dibelakang Fei Chen. Tidak butuh waktu lama bagi keduanya sampai di kediaman Futaba.


“Tuanku, apakah wanita yang tertidur itu adalah calon istrimu?” Hukong bertanya. Karena bagaimanapun Hukong sama seperti Deshe, Fengxue dan Yulong.


Jika Fei Chen memerintahkan untuk menjaga orang yang akan menjadi bagian hidup Fei Chen, maka Hukong akan melaksanakan tugasnya sepenuh hati walaupun harus mengorbankan nyawanya.


Fei Chen yang pernah mendengar pertanyaan ini sebelumnya menghela nafas ringan, “Untuk apa kau menanyakan itu Hukong?”


“Aku ingin memastikan Tuanku.” Hukong menjawab dan langsung berdiri didepan pintu untuk berjaga.


“Lebih baik kau duduk diatap daripada berdiri disitu. Orang yang melihatmu akan ketakutan.” Fei Chen menegur Hukong yang selalu terlihat percaya diri.


"Tuanku, kau tidak mengetahui jika orang-orang yang melihatku tidak akan ketakutan, melainkan menatapku penuh kekaguman.” Hukong memegang kepalanya seolah-olah ingin memperlihatkan rambutnya pada Fei Chen.


Aksi konyol ini membuat Fei Chen menggelengkan kepalanya karena Hukong tidak mempunyai rambut.


“Terserahmu Hukong. Yang penting aku ingin kau menjaga Futaba sampai aku kembali ke tempat ini.” Setelah berkata demikian Fei Chen membuka portal teleportasi menuju Gunung Menangis.

__ADS_1


Namun sebelum pergi Fei Chen membuat segel portal teleportasi di depan rumah kediaman Futaba.


__ADS_2