Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 141 - Rapuh


__ADS_3

PPFC 141 - Rapuh


Gua yang merupakan tempat persembunyian Sekte Iblis Buas dan didalamnya terdapat sumber daya hanyalah lima, sedangkan yang lainnya hanya berisikan senjata para pendekar.


Pertama Fei Chen mengambil gudang senjata yang menggunung lalu menyimpannya kedalam Ruang Raja. Fei Chen melakukan ini karena berpikir dirinya akan membutuhkan semua ini kedepannya.


Selain itu Fei Chen terlihat tidak memiliki ketertarikan pada harta seperti kekayaan walaupun pada akhirnya dia mengambilnya.


“Semua ini karena aku dimanfaatkan dua wanita itu...” Fei Chen mendecakkan lidahnya saat mengingat Jia Minji ataupun Ning Guang.


Tidak pernah Fei Chen sangka bahwa dirinya ingin menggunakan kekayaannya untuk membangun kembali Kekaisaran Ma.


Mengingat semua kekacauan yang telah dibuat Sekte Iblis Buas ini tentu banyak harta yang dimiliki sekte tersebut. Fei Chen mengambil semuanya termasuk beberapa pil dan cairan yang mengandung Darah Iblis.


Kemudian dia menatap gua yang tersisa dari depan sebelum memasukinya. Sesuai perkiraan Fei Chen, gua terakhir yang dia masuki terdapat tumpukan dokumen serta sumber daya yang berharga seperti Permata Iblis.


Fei Chen mengambil dokumen dan mulai membacanya. Dia dengan tenang duduk sambil menikmati desiran angin yang membuat bulu kuduk merinding didalam gua dengan santainya.


Apa yang Fei Chen baca adalah informasi yang dicari banyak orang. Tujuan Raja Iblis Buas Gao Lu Ma atas perintah Raja Iblis Mao Gang adalah membuat kekacauan di Benua Tujuh Bintang dan mencari keberadaan Tujuh Permata Bintang.


Tujuh Permata Bintang bisa mengabulkan satu permintaan apapun jika orang tersebut berhasil menyerap khasiat Tujuh Permata Bintang dan tujuan Raja Iblis Mao Gang mencari keberadaan Tujuh Permata Bintang karena ingin membuka gerbang dunia bawah dan menciptakan Era Kekacauan.


Fei Chen mengerutkan keningnya saat mengetahui hal ini. Satu hal yang langsung terlintas didalam pikirannya adalah menghidupkan kembali orang tuanya, namun pemikiran itu langsung bertabrakan dengan pemikiran lainnya saat benaknya yang lain ingin menghidupkan kembali Kucing Manis dan Pedang Gila.

__ADS_1


Pada saat itu juga Fei Chen tersenyum pahit, “Ada apa dengan diriku ini? Apa yang telah pergi tidak akan bisa kembali lagi...”


Fei Chen mengusap wajahnya secara kasar sebelum membaca dokumen lainnya. Sejumlah informasi penting berhasil dia dapatkan tentang Benua Tujuh Bintang dan Benua Sembilan Petir.


Dan yang menjadi perhatian Fei Chen saat membaca dokumen yang lain adalah keberadaan Raja Naga Iblis di Benua Tujuh Bintang yakni Kekaisaran Kai. Tujuan Raja Naga Iblis kurang lebih sama dengan Raja Iblis Mao Gang yakni mencari keberadaan Tujuh Permata Bintang.


Alasan Raja Naga Iblis membangun kastil kekuasaannya di Kekaisaran Kai karena negeri itu sulit untuk dimasuki, selain itu Raja Naga Iblis memiliki sejarah panjang permusuhan dengan Raja Iblis Mao Gang.


“Kemampuan mereka telah mencapai puncak bukan? Situasi ini jauh lebih sulit dari yang aku kira...” Fei Chen menyadari jika sekarang tujuannya semakin bercabang.


Awalnya dia hanya ingin membalaskan kematian keluarganya tanpa mempedulikan masa depannya bahkan dia sendiri tidak peduli dengan perjanjiannya dengan Raja Neraka.


Namun setelah menjalani kehidupan dengan sendirinya dan menjadikan kejadian pahit sebagai pengalamannya akhirnya Fei Chen mengerti.


“Aku bekerja keras untuk menjadi lebih kuat layaknya bocah gila dan tidak mendengarkan nasihat kalian berdua...” Fei Chen tersenyum pahit sambil menatap gambar peta. Ada sedikit buliran air mata di pelupuk matanya saat mengatakan itu.


“Obsesiku akan dendam benar-benar membutakanku. Melihat betapa cerobohnya aku memutuskan sesuatu untuk menuntaskan ambisiku, justru membuatku bertemu dengan berbagai jenis orang dan membuatku ingin melindungi mereka...”


“Ditengah perasaan itu, aku kehilangan sosok terpenting dalam hidupku dan tidak menyelamatkan siapapun. Perasaan akan penyesalan itu tidak akan pernah menghilang dari hatiku ini...”


Fei Chen melepaskan emosinya saat sendirian. Dia memendam semuanya sendirian selama ini. Tidak pernah menunjukkan kesedihannya ataupun mengeluarkan air matanya membuat Fei Chen kesulitan menumpahkan air matanya walaupun hatinya sekarang terasa sangat sakit dan menyayat.


“Bahkan aku sampai lupa caranya menangis...”

__ADS_1


Desiran angin menembus tubuhnya dan kehangatan pelukan seseorang tiba-tiba mendekap tubuhnya dari belakang.


“Chen‘gege... Menangislah, tidak akan ada orang yang melihat sisi lemahmu ini kecuali aku...”


Fei Chen bergidik tubuhnya saat mengetahui siapa yang memeluk tubuhnya dari belakang, “Xiu‘er...”


Fei Chen memegang tangan Su Xiulan dan tersenyum, “Terimakasih, aku baik-baik saja.”


Su Xiulan menggelengkan kepalanya dan memeluk kepala Fei Chen dan membenamkan wajah pemuda itu kedadanya.


“Kau berbohong Suamiku...” Su Xiulan bisa mengetahui bahwa pemuda yang menjadi suaminya ini memendam semuanya sendirian dan tidak ingin melibatkan siapapun.


“Chen‘gege... Jangan menahannya dan keluarkan semuanya. Kau memendamnya terlalu lama sendirian, mari kita mulai dari sesuatu yang sulit kau lakukan.” Su Xiulan memandang wajah teduh Fei Chen yang biasanya dingin itu.


“Kau pasti sekarang banyak pikiran, tapi tak apa sekarang menangislah dan tumpahkan semuanya.”


Ucapan Su Xiulan yang terdengar lembut itu membuat tubuh Fei Chen bergetar hebat. Pemuda itu memeluk tubuh Su Xiulan erat dan tanpa sadar mengeluarkan air mata yang selama ini dia pendam.


Rasa sedih dan sakit yang selama ini Fei Chen tahan sendirian dan menguasai kegelapan dalam dirinya, tetapi Su Xiulan ada dan hadir untuk meringankannya.


Su Xiulan tersenyum hangat saat mengetahui sisi lemah Fei Chen yang menurutnya sangat rapuh bahkan lebih rapuh dari dirinya ini.


***

__ADS_1


ARC 5 - NAMAKU ADALAH FEI CHEN END


__ADS_2