Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 243 - Rumah Panti Sakura


__ADS_3

PPFC 243 - Rumah Panti Sakura


Setelah membebaskan para budak, Fei Chen menemukan informasi menarik dari Hirataka yang mengatakan Abashiri memiliki dua anggota terkuatnya yang bernama Ryouta dan Henji.


Fei Chen tidak meminta Hirataka membeberkan semua informasi tentang Kerajaan Binatang Buas karena dirinya masih fokus untuk menghancurkan Organisasi Sakura Darah di Kekaisaran Ma.


“Tuan Chen, anda mungkin tidak menyadarinya tetapi sejauh ini aku sudah berdiri diatas mayat ratusan temanku yang mencari keberadaan sosok orang seperti dirimu.” Hirataka menjelaskan tentang pelariannya dari Kekaisaran Kai menuju Kekaisaran Ma.


Sejauh ini sudah ratusan nyawa temannya yang melayang, Hirataka mendapatkan informasi tentang sosok Fei Chen dari para mendiang rekan seperjuangannya yang telah tiada.


Fei Chen sangat yakin jika sesuatu yang terjadi di Kekaisaran Kai lebih besar dari yang dia perkirakan. Pikirannya langsung tertuju pada Tujuh Permata Bintang.


“Hirataka, antara Abashiri, Ryouta, Henji dan diriku. Siapa diantara kami yang terkuat?” Fei Chen bertanya.


Hirataka menatao Fei Chen tajam sebelum menjawab, “Anda jauh diatas mereka semua Tuan Chen. Tetapi Abashiri adalah yang terkuat diantara mereka bertiga.”


Mendengar itu Fei Chen langsung bergegas menuju tempat persembunyian Organisasi Sakura Darah yang lainnya. Bersama Xhin Li Wei yang sudah tidak merasakan trauma, Fei Chen dapat menghancurkan tempat persembunyian kedua Organisasi Sakura Darah tanpa kesulitan yang berarti.


Hirataka tidak membantu dan hanya menjaga Xhin Li Wei dari serangan para shinobi. Setelah membunuh, Fei Chen menghancurkan tempat persembunyian tersebut dan langsung melanjutkan perjalanan menuju tempat persembunyian lainnya.


“Chen‘er, aku sudah tidak takut lagi terhadap lelaki tetapi...” ucap Xhin Li Wei malu karena dia tidak menyangkal jika berada di dekat Fei Chen dirinya merasakan kehangatan.

__ADS_1


“Tetapi?” Fei Chen menaikan alisnya dan meminta jawaban lebih jelas.


“Tetapi itu berlaku saat aku berada didekatmu...”


Mendengar jawaban lembut Xhin Li Wei membuat Fei Chen mendecakkan lidahnya karena ekspresi manis Xhin Li Wei yang menggetarkan hatinya.


“Ada apa Chen‘er?” tanya Xhin Li Wei saat tangan Fei Chen yang menggendong tubuhnya gemetaran.


“Itu karena ulahmu...” Fei Chen menjawab sambil mendarat didepan tempat persembunyian Organisasi Sakura Darah.


“Ulahku?”


Sebelum Xhin Li Wei bertanya lebih jauh, Fei Chen tersenyum tipis karena mengetahui sisi manis Xhin Li Wei yang cerewet berbeda dari biasanya yang pendiam dan lembut.


“Aku memang sudah lama mengincar Sun Yelong. Aku rasa di Kekaisaran Kai, kita membutuhkan semua ini.” Fei Chen menjawab sebelum mengeluarkan aura pembunuh dan dikepung puluhan shinobi.


“Siapa kalian?!”


“Ada wanita cantik! Wanita dari Ma memang yang terbaik!”


Puluhan shinobi itu melemparkan sejumlah senjata kepada Fei Chen dan ditangkis oleh Hirataka. Sebelum mereka menyadari sosok Hirataka, Fei Chen sudah membunuh semuanya.

__ADS_1


Permainan pedang Fei Chen kembali menghancurkan tempat persembunyian terakhir Organisasi Sakura Darah di luar Xuangang.


‘Ji Guang Kang, Song Zhein dan beberapa orang lainnya adalah rekan bisnis Abashiri. Tetapi aku penasaran dengan orang yang memiliki nama Zmeya. Nama ini sangat asing ditelingaku...’ Fei Chen membatin karena mengira akan menemukan informasi mengenai Zmeya namun dirinya tidak menemukannya.


Kemudian dia melanjutkan perjalanan kembali menuju Xuangang dan langsung bergegas menuju panti asuhan terbesar di Xuangang.


“Ini dia Panti Asuhan Sakura, Chen‘er. Banyak orang yang bekerja disini dan yatim piatu yang hidup didalamnya. Namun aku tidak menyangka Panti Asuhan Sakura menyimpan kegelapan yang mengerikan.” Xhin Li Wei menatap bangunan sederhana yang besar dengan tatapan dingin.


“Ternyata kau bisa bereksperi seperti itu Bibi Xhin?”


“Eh?” Xhin Li Wei kaget karena tiba-tiba Fei Chen mencubit gemas pipinya.


“Hirataka,” ucap Fei Chen.


“Ada apa Tuan Chen?” jawab Hirataka.


“Bawa dia ke kediamannya. Kau mengetahuinya bukan? Aku akan mengurus bangunan ini sebentar. Pastikan kau melindungi para penduduk karena aku takut diriku tidak dapat mengendalikan diri saat mengamuk,” ujar Fei Chen lalu tertawa pelan dan membuat Hirataka tersenyum.


“Aku tidak akan mengecewakanmu, Tuan Chen.”


Fei Chen tersenyum tipis setelah melihat Xhin Li Wei berjalan menjauh bersama Hirataka. Tatapan Fei Chen beralih memandang bangunan dihadapannya sebelum mengeluarkan aura pembunuh.

__ADS_1


“Saatnya melakukan perburuan...” Fei Chen tersenyum dingin saat merasakan hawa keberadaan seseorang yang mendekat.


__ADS_2