
PPFC 217 - Pulau Sembilan Keseimbangan
Fei Chen mengatakan kepada Jia Li dan Yin Jinxia tentang keinginannya untuk menikahi Murong Liuyu dan Long Xiaoya. Ekspresi tenang dan tidak berdosa itu membuat Jia Li melempar cangkir berisi ke teh ke wajah Fei Chen.
Pemuda itu menangkap cawan nya namun tidak dengan teh yang mengenai badannya.
“Lili, ini masih hangat. Padahal aku baru saja mandi...” keluh Fei Chen sambil berdiri.
“Argh! Lihat dirimu itu! Jangan mentang-mentang mempunyai tampang yang rupawan, kau bisa bertindak seenakmu!” Jia Li berdiri dan langsung menarik keras telinga Fei Chen dihadapan Yin Jinxia, Murong Liuyu dan Long Xiaoya.
“Lili, berhenti. Ini memalukan,” tegur Fei Chen.
“Cih!” Jia Li segera duduk disamping Yin Jinxia dengan kesal.
‘Sepertinya rumah tangga mereka cukup rumit. Aku mengerti garis besarnya, tetapi aku tidak menyangka dia melamarku dihadapan istrinya...’ Long Xiaoya membatin dan masih tidak percaya dengan sikap Fei Chen yang sangat berbeda dari biasanya.
__ADS_1
“Junior sialan! Jangan kira aku diam, aku setuju dengan ajakanmu itu!” Saat semua orang larut dalam pikirannya, Murong Liuyu angkat bicara dengan nada geram.
“Junior sialan? Huwa... Senior Liuyu terlihat menakutkan...” Jia Li menggunam pelan sambil melirik Murong Liuyu.
Saat Murong Liuyu melirik balik, Jia Li langsung memeluk Yin Jinxia ketakutan.
“Hiii! Dia seperti Bibi Luo ketika marah!”
Yin Jinxia hanya tertawa lirih sambil mengelus kepala Jia Li.
“Apa kau tidak ingin menjadi istriku Senior Liuyu? Kalau begitu beberapa hari lagi hanya akan ada kabar pernikahanku dengan Saudari Long-” Sebelum Fei Chen menyelesaikan perkataannya, Murong Liuyu melempar cangkir yang sama seperti Jia Li kearah Fei Chen, namun cangkir itu membentur dinding hingga hancur berkeping-keping.
‘Apa ini pengaruh dari diriku yang tidak bisa menggunakan Qi selama sebulan?’ Fei Chen membatin dan tidak habis pikir menatap Jia Li, Yin Jinxia, Murong Liuyu dan Long Xiaoya seperti menatap Binatang Iblis yang hendak menerkam dirinya.
Sementara Fei Chen sedang berada dalam situasi sulit, jauh dari Benua Tujuh Bintang terjadi pergejolakan hebat dimana sosok yang mengendalikan Tujuh Raja Iblis Agung telah tersegel sepenuhnya setelah melewati masa seratus hidup didalam kurungan.
__ADS_1
Kekacauan selama seratus tahun terakhir terjadi karena tersegelnya sosok tersebut. Sosok yang dikenal dengan sebutan Raja Iblis Kuno.
“Shin Mao, lihat dirimu ini. Sungguh menyedihkan,” ucap seorang pemuda yang memiliki umur asli lebih dari seratus tahun itu.
“Berkatmu, aku akan mewujudkan mimpiku untuk membuat era yang penuh kekacauan. Aku ingin semua orang di dunia ini merasakan kepedihan sama seperti diriku.” Pemuda itu melanjutkan lalu pergi meninggalkan Raja Iblis Kuno yang bernama Shin Mao itu.
“Shin Yinfeng, jika kau ingin membalaskan dendammu, cukup terhadap diriku saja jangan libatkan orang tak bersalah!”
Pemuda bernama Shin Yinfeng atau lebih dikenal sebagai Pangeran Iblis Kuno berhenti berjalan dan menoleh kebelakang. Matanya menatap dingin pria paruh baya yang diikat dengan rantai dan berteriak lantang kepadanya.
“Jangan mengatakan hal layaknya kau seorang manusia, Shin Mao! Kita adalah makhluk yang lebih tinggi dari manusia...” Shin Yinfeng tersenyum menyeringai lalu menyuruh penjaga Pulau Sembilan Keseimbangan untuk menyiksa Shin Mao.
“Kita adalah Manusia Iblis. Kita lebih tinggi dari manusia dan dapat menentang Dewa.” Shin Yinfeng tertawa melihat ekspresi Shin Mao yang menatap dirinya.
“Aku akan mengadakan pertemuan Lima Raja Iblis Agung. Saksikan kekacauan karena aku akan mengadu domba mereka, Ayahanda.” Setelah itu Shin Yinfeng menghilang dari pandangan Shin Mao.
__ADS_1
‘Bocah bodoh itu tidak mengetahui betapa mengerikannya sosok yang menghuni Dunia Atas. Karena alasan itu aku mengumpulkan para Tujuh Raja Iblis Agung dan membuat ikrar damai, tetapi semua yang telah kubangun menjadi kacau karena dosaku dimasa lalu...’ Shin Mao membatin dan tersenyum kejut saat dirinya disiksa oleh para penjaga.
Ditengah harapan dan keputusasaan itu, semua tokoh utama bergerak menuju Pulau Sembilan Keseimbangan. Mereka semua adalah sosok yang dikenal dengan sebutan Lima Raja Iblis Agung.