
PPFC 360 - Menuju Kota Seifu
“Jadi sudah selesai?” San Zhu menatap dingin Fei Chen. Wanita itu terlihat baru saja selesai makan bersama Futaba.
“Aku sudah selesai. Selanjutnya aku ingin ke Kota Seifu. Dari informasi yang kumiliki disana ada pria bernama Jugo Kagura dan Eimi Mizuha. Selain itu aku mengetahui bahwa Mio Mizuha yang merupakan Mantan Daimyo Negeri Air masih hidup.” Fei Chen menjelaskan tujuannya pada San Zhu.
“Tuan Onigari, aku tidak ingin mendengar hal ini. Aku tidak ingin terlibat...” Futaba berkata namun sudah terlanjur karena dia sudah mendengar semuanya.
“Nyonya, kau tidak perlu merasa khawatir. Aku akan menjamin keselamatanmu. Kita bertiga akan pergi dari kota ini. Tidak ada waktu, aku tidak bisa membiarkan salah satu dari tiga orang yang memiliki hubungan dengan Daimyo mati.” Fei Chen langsung memanggil Fengxue untuk keluar dari bayangannya.
“Aku datang, Tuanku. Sepertinya kau sangat segar karena habis bertempur-”
“Diam atau aku akan membakarmu!”
Fengxue langsung diam seribu bahasa saat Fei Chen mengancamnya. San Zhu yang melihat ini terkekeh dan berjalan mendekati Fei Chen sambil memegang kepala Fengxue.
“Phoenix Es, Tuan Buaya sialanmu itu membuatku kesusahan berjalan! Kau tahu, dia merenggut kesucian ini!” San Zhu menepuk bokongnya dan meringis.
“Walau aku masih perawan, tetapi itu sangat kejam bukan Phoenix Es?” San Zhu kembali memasang ekspresi kesakitan membuat Fengxue merasa kasihan.
“Nyonya, maafkan atas perlakuan kasar Tuanku pada tubuhmu. Jika kau ingin melampiaskan kemarahan, kau bisa melampiaskannya padaku.” Fengxue terlihat merasa bersalah dan membuat San Zhu tertawa.
Sedangkan Futaba masih tidak percaya jika Fengxue dapat berbicara karena selama ini dia mengira Fengxue hanyalah peliharaan Fei Chen.
“Ada apa Nyonya?“ Fei Chen bertanya pada Futaba yang terkejut.
__ADS_1
“Itu... Maksudku burung itu berbicara.” Futaba menunjuk Fengxue yang sedang berbicara dengan San Zhu.
“Dia adalah Binatang Suci, wajar bisa berbicara.” Fei Chen menegaskan.
“Ah, aku baru mengingatnya.” Futaba langsung menjaga jarak dari Fei Chen karena mengingat obrolan San Zhu dan Fengxue.
Melihat Futaba waspada padanya dan menjaga jarak, Fei Chen tersenyum kecut karena sekarang dirinya seolah-olah seperti seorang penjahat.
“Bagus, Kakak Futaba. Kau harus menjaga jarak dari kekasih buayaku ini. Jika tidak kau akan menjadi korban selanjutnya.” San Zhu memegang bokongnya setelah berkata demikian.
‘Kakak Zhu!’ Fei Chen mendecakkan lidahnya dan memilih untuk tidak menggubris.
“Baiklah, kita naik. Terserah kalian menganggapku seperti apa,” kata Fei Chen lalu dia kembali berkata dalam hati, ‘Pada akhirnya kalian menerima kondisiku dan kenikmatan.’
“Kita kemana Tuanku?” tanya Fengxue pada Fei Chen setelah San Zhu dan Futaba naik ke atas punggungnya.
Setelah Fengxue terbang dengan kecepatan tinggi menuju Kota Seifu. Fei Chen menyadari bahwa ini adalah langkat terakhirnya di Negeri Air sebelum ke Negeri Es untuk mengetahui kebenaran tentang Fuyumi Akashi.
Sementara itu didalam alam bawah sadar bayangan Fei Chen, Deshe sudah pulih, dengan Hukong dan Yulong yang sedang melakukan pertarungan.
“Akhirnya aku dapat beraktivitas kembali. Aku tidak memiliki muka untuk bertemu Tuanku.” Deshe merasa gagal sebagai peliharaan Fei Chen karena membiarkan ketakutan menguasai dirinya.
Hukong yang sedang memainkan tongkat emasnya berhenti menyerang serangan sabetan ekor Yulong.
“Wajar kau ketakutan, Deshe. Setelah Era Para Dewa berakhir, kita kehilangan ingatan kita secara perlahan dan selama ribuan tahun akhirnya ingatan kembali perlahan kembali. Pada suatu masa, aku mengingat bahwa pernah mendengar Raja Naga Iblis disegel pria bernama Liu Fang...” Hukong memegang kepalanya dan terlihat sedang berpikir keras.
__ADS_1
Yulong menanggapi, “Liu Fang?” Saat mendengar nama ini Yulong tiba-tiba memancarkan cahaya berwarna merah muda yang begitu terang.
ROOOAAARRR!!!
Tiba-tiba Yulong menyemburkan api secara membabi-buta ke sembarang arah. Tentu saja hal ini membuat Deshe dan Hukong langsung waspada dan menahan serangan Yulong.
“Yulong! Apa yang kau lakukan?! Kenapa tiba-tiba menyerangku?!” Deshe protes karena mengira Yulong sengaja melakukannya.
Berbeda dengan Hukong yang merasa Yulong tidak sengaja melakukan ini.
“Tunggu Deshe! Yulong sepertinya terlihat sangat kesakitan!” Hukong memperhatikan Yulong yang terbang tidak jelas dan ke sembarang arah sebelum akhirnya tubuhnya ambruk.
“Yulong apa yang terjadi?!” Deshe bertanya.
“Mendengar nama Liu Fang, apa ini yang memicumu menjadi seperti ini?!” Kini giliran Hukong yang bertanya.
Yulong baru saja mendapatkan serpihan ingatannya. Dia mengingat bahwa dahulu ada seseorang yang ingin menjadikannya dirinya sebagai peliharaan yang kuat dan kejam. Orang itu adalah Liu Fang dan orang yang sama menyegel Raja Naga Iblis yang sesungguhnya.
“Sun Yelong... Raja Naga Iblis yang dihadapi Tuan kita adalah Klonnya, sedangkan yang sesungguhnya adalah yang kau lihat Deshe... Sekarang aku mengingatnya...” Saat Yulong mengatakan itu.
Kini giliran Deshe dan Hukong yang berteriak kesakitan tidak jelas. Ya, sama halnya seperti Yulong, mereka mendapatkan serpihan ingatan yang menghilang.
“Ini mengerikan! Tuanku! Kita harus melindunginya!” Deshe kembali dipenuhi perasaan takut saat mengingat sosok Liu Fang dan Sun Yelong.
“Tidak, Deshe, Yulong. Ini sepertinya sudah ditakdirkan. Semuanya berawal dari sini. Jika memang pada akhirnya Tuanku mengalahkan Sun Yelong, maka dia bisa mengalahkan Raja Iblis Agung yang lainnya. Melawan Liu Fang, itu adalah tujuan utama kita. Kita harus menyegel dan melenyapkannya!” Hukong memegang tongkat emasnya dan mengibaskannya.
__ADS_1
“Mari berlatih dan meningkatkan kekuatan kita ke titik tertinggi!” ujar Hukong yang sekarang dipenuhi perasaan menggebu-gebu untuk menjadi lebih kuat.
Melihat Hukong seperti ini tentu saja membuat Deshe dan Yulong terpengaruh.