Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 240 - Ini Tidak Lucu


__ADS_3

PPFC 240 - Ini Tidak Lucu


Setelah membantu Yin San mengurus pemerintahan, Fei Chen berada di kediaman Min Yi sekitar dua harian. Selama dua hari itu juga Song Zhein mengalami tekanan batin sebelum mati di tangan Min Yi.


Entah siapa yang memulai, namun Fei Chen selama dua hari menikmati waktunya di kediaman Min Yi. Saat pagi hari tiba dia menemukan Min Yi tergolek lemas begitu juga dengan Lu Shin Rui tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh keduanya.


Fei Chen bergegas menemui Song Na dan Hong Zi Ran yang telah menunggunya bersama Guan Ai dan Ji Xiuha.


“Bibi Hong, dimana Bibi Song?” Fei Chen menyapa Hong Zi Ran yang selesai berbincang dengan Guan Ling. Nampak ekspresi Hong Zi Ran kesal.


“Bibi Song? Oh, Nana sudah kembali ke rumahnya.”


“Apa Bibi marah padaku?” Fei Chen bertanya.


“Siapa yang marah? Untuk apa aku marah padamu, Chen‘er? Aku tidak mempunyai hak apapun untuk menegurmu!”


Hong Zi Ran pergi setelah mengatakan itu. Fei Chen yang melihat perubahan sikap Hong Zi Ran menjadi bingung harus berbuat apa.


Saat menatap kepergian Hong Zi Ran yang menyusul Guan Ling, Ji Ho datang menghampiri dirinya bersama Guan Ai.


“Paman Fei, Paman Fei!” Ji Ho memeluk Fei Chen dan bersembunyi dibelakangnya karena melarikan diri dari kejaran Ji Xiuha.


“Ho‘er, bukankah Ibu sudah menyuruhmu untuk makan bayam?! Jangan pilih-pilih makanan!” Terlihat Ji Xiuha datang membawa semangkuk sup yang berisi wortel, bayam dan sayuran lainnya.


“Aku tidak suka bayam, Bu!” Ji Ho merengek dan membuat Fei Chen mencubit gemas pipi bocah tersebut.


“Ho‘er, ikuti kata Ibumu. Dia benar, sebaiknya kau jangan pilih-pilih makanan.” Fei Chen menegur Ji Ho dan membuat Ji Xiuha tersenyum manis kearahnya.


“Baiklah, tetapi Paman harus berjanji mengajari aku bela diri.” Tanpa menunggu jawaban Fei Chen, Ji Ho sudah berlari.


Fei Chen berniat untuk berpamitan dengan Yin San dan Guan Ling karena dirinya sudah mendapatkan informasi mengenai Organisasi Sakura Darah dan dia juga sudah membebaskan sejumlah penduduk yang hendak dijadikan budak.


Sebenarnya Fei Chen ingin langsung menuju Istana Ma, namun perjalanannya kali ini membuatnya langsung menuju Xuangang.


Hong Zi Ran dan Ji Xiuha memaksa Fei Chen untuk mengajak keduanya, sedangkan untuk Guan Ai nampak malu sehingga memilih menetap di Istana Yin bersama Guan Ling.


Guan Ai beralasan bahwa dirinya ingin menjenguk Hua Ying yang berada di Kota Huafei, walaupun sebenarnya Guan Ai ingin ikut bersama Fei Chen.


‘Bibi Hong dan Bibi Ji ikut denganku... Bagaimana aku bisa menjelaskan hal ini kepada Xiu‘er dan yang lainnya?’ Fei Chen membatin dan membayangkan bagaimana ekspresi Su Xiulan menatap dirinya. Bukan hanya Su Xiulan namun semua istrinya.


Terlebih sekarang Ji Ho sangat menurut padanya. Fei Chen sendiri menikmati hal ini karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang Ayah bahkan tidak menutup kemungkinan dirinya akan menjadi Ayah dari Ji Ho.


____

__ADS_1


Hari mulai gelap, Xhin Li Wei bimbang akan perasaannya karena Abashiri baru saja mengungkapkan perasaannya. Xhin Li Wei wanita berwajah keibuan yang lemah lembut dan disukai penduduk Xuangang akan kebaikan hatinya itu memiliki trauma terhadap lelaki.


“Tuan Abashiri memang sangat baik. Dia mendirikan panti asuhan di Xuangang bahkan merawat anak terlantar...” Xhin Li Wei mencoba menilai kembali Abashiri.


Pria seperti Abashiri sesuai pikirannya, namun kebimbangan hatinya membuat Xhin Li Wei menolak perasaan Abashiri mengingat peringatan Ling Xiyao pada dirinya tentang perdagangan manusia di Kekaisaran Ma.


‘Tidak ada salahnya aku menaruh curiga pada Tuan Abashiri...’ Batin Xhin Li Wei.


Saat Xhin Li Wei melamun, pintu ruangan terdengar dan segera wanita baya itu memeriksa ruangannya. Dia menemukan Fei Chen yang datang bersama dua wanita paruh baya dan seorang bocah.


“Chen‘er- Yang Mulia!” Terkejut Xhin Li Wei melihat kedatangan Fei Chen.


“Ah, Bibi Xhin. Maaf aku datang tanpa mengabarimu. Untuk beberapa hari ini aku akan berada di Xuangang...” ucap Fei Chen menjelaskan bahwa dirinya akan melakukan sesuatu di kota ini.


“Siapa mereka berdua Yang Mulia?” Seperti biasa Xhin Li Wei berkata dengan sopan dan lembut kepada Fei Chen.


“Mereka berdua...” Fei Chen menahan ucapannya karena tatapan Xhin Li Wei pada dirinya.


“Istri barumu?”


Tersedak Fei Chen, Hong Zi Ran dan Ji Xiuha mendengar ucapan Xhin Li Wei. Bagaimana tidak karena Fei Chen sudah mempunyai istri lebih dari satu dan selalu membawa yang baru dalam setiap perjalanannya. Dan Xhin Li Wei tidaklah terlalu terkejut dengan tindakan Fei Chen.


‘Ah sudah ditebak.’ Xhin Li Wei membatin dan segera mengajak mereka untuk masuk ke dalam ruang keluarga.


“Bibi Xhin, kenapa menangis?” Fei Chen bertanya dengan nada ramah saat Xhin Li Wei berada di dapur.


Segera Xhin Li Wei menyeka air matanya, “Tidak apa Chen‘er, Bibi hanya merasa pedih dimata. Mungkin karena bawang.”


Fei Chen tidak bertanya lagi dan membantu Xhin Li Wei menyiapkan hidangan sebelum akhirnya dirinya memperkenalkan Hong Zi Ran dan Ji Xiuha kepada Xhin Li Wei.


Saat malam hari tiba, Fei Chen menjentikkan jarinya menyuruh Deshe mencari informasi mengenai keberadaan Abashiri di Xuangang dan semua tempat persembunyian Organisasi Sakura Darah.


“Pergi Deshe...” perintah Fei Chen saat merasakan hawa keberadaan Ji Xiuha mendekat.


“Chen‘er kau belum tidur?” tanya Ji Xiuha yang melihat Fei Chen sedang memandang bulan yang bersinar terang.


“Seperti yang Bibi lihat, aku belum tidur. Mulai dari sini angin perubahan akan terjadi. Sulit bagiku untuk tidur,” ujar Fei Chen lalu tersenyum tipis dan membuat Ji Xiuha salah tingkah.


“Chen‘er, aku ingin mengucapkan terimakasih padamu karena telah menolongku dan juga Ho‘er. Rasanya seperti mimpi karena melihat Ho‘er masih bisa tersenyum dan tertawa. Dia seperti menganggap dirimu sebagai sosok Ayahnya,” ucap Ji Xiuha lembut dan membuat Fei Chen menatap wanita itu penuh makna.


“Aku tidak keberatan...”


“Ah, maaf Chen‘er... Aku tidak bermaksud-” Ji Xiuha gelagapan namun Fei Chen dengan cepat mencium bibirnya membuat wanita paruh baya itu terdiam dengan mata terbelalak.

__ADS_1


Ji Xiuha mendorong tubuh Fei Chen dan berkata, “Chen‘er apa yang kau lakukan?”


“Aku menjawab perasaanmu Bibi Ji...” Fei Chen justru mempererat pelukannya dan berbisik lebih lembut, “Aku tidak keberatan menjadi Ayah Ho‘er...”


“Tidak, Chen‘er...” Ji Xiuha mencoba melepaskan diri namun Fei Chen terlihat enggan.


“Aku hanya bercanda dan kau tidak perlu menanggapinya serius!” Ji Xiuha sangat malu dan berusaha melepaskan diri. Tindakannya ini membuat Xhin Li Wei terbangun dan memeriksa keadaan diluar kamarnya.


“Apa yang kalian berdua lakukan?” tanya Xhin Li Wei yang melihat Fei Chen sedang berdiri di depan jendela bersama Ji Xiuha.


“Menikmati angin malam Bibi Xhin.” Fei Chen menjawab singkat dan membuat Xhin Li Wei tidak menaruh curiga.


Setelah Xhin Li Wei menutup pintu kamar, Fei Chen memeluk tubuh Ji Xiuha dari belakang dan membawa wanita itu ke dalam Gunung Menangis.


“Chen‘er, kau membawaku kemana-” Mata Ji Xiuha melebar melihat keindahan alam Gunung Menangis.


“Kau tahu, tempat ini hanya kutunjukkan pada istriku...” bisik Fei Chen lembut dan membuat Ji Xiuha tersipu malu.


“Tetapi aku bukan istrimu Chen‘er. Aku hanyalah orang asing.” Ji Xiuha menjawab dan berhasil melepaskan diri.


Fei Chen tersenyum hangat dan menatap teduh wajah Ji Xiuha yang malu-malu, “Kau bukanlah orang asing.”


Ji Xiuha menatap Fei Chen dengan mata yang berair dan tanpa sadar bibir keduanya sudah menyatu. Ji Xiuha mengalungkan kedua tangannya pada leher Fei Chen yang membopongnya ke dalam Rumah Yin Yang.


“Emssshh... Chen‘er... Apa kau serius membalas perasaanku? Aku adalah seorang janda yang mempunyai satu anak... Ini tidak lucu...” Ji Xiuha bertanya di sela-sela ciumannya saat Fei Chen membaringkan tubuhnya.


Fei Chen menindih lembut dan berbisik, “Memang ini tidak lucu, Xiuha‘er. Mulai malam ini kau adalah wanitaku, Xiuha‘er...”


Fei Chen menatap ekspresi wajah Ji Xiuha yang tersipu malu dan mengecup keningnya. Tangan Fei Chen mulai menyusup kedalam gaun yang dikenakan Ji Xiuha dan meremas keindahan tubuh wanita itu.


Suara erangan Ji Xiuha memenuhi kamar dan nafas yang tersengal-sengal terus terdengar. Tak lama suara Ji Xiuha tercekat terdengar keras.


“Ya ampun! Ini terlalu besar Chen‘er! Aku tidak yakin ini akan muat! Pelan Sssshhh!”


“Tahan Xiuha‘er...”


“Haaakkkss! Aduh! Hiks! Hiks!”


Suara Ji Xiuha bergetar hebat diiringi isakan tangis. Sungguh Fei Chen tidak percaya jika Ji Xiuha akan seperti ini. Penuh kelembutan Fei Chen membawa Ji Xiuha terbang ke alam surgawi.


‘Apa ini? Aaaahhh! Ini sangat nikmat!’ Ji Xiuha membatin dan menggigit bibir bawahnya agar tidak bersuara.


Wanita paruh baya itu bergerak diatas pangkuan Fei Chen sebelum merintih panjang dan ambruk menimpa tubuh pemuda tersebut.

__ADS_1


Fei Chen membelai wajah Ji Xiuha dan membisikkan sesuatu. Keduanya kembali mengarungi malam indah yang membawa kehangatan dan ketenangan dalam diri mereka.


__ADS_2