
PPFC 291 - Lantai 9 Reruntuhan Dewi Iblis
Fei Chen tersenyum penuh kepuasan karena kenikmatan yang diberikan Mao Ruyue. Rupanya Mao Ruyue mahir memanjakan dirinya bahkan Fei Chen melihat sendiri bagaimana sang Dewi Iblis menelan semua yang dikeluarkan Fei Chen.
Selanjutnya Mao Ruyue memegang benda tumpul itu dan berjongkok diatasnya. Pemandangan ini membuat Fei Chen menelan ludah kembali dan menahan nafasnya saat Mao Ruyue menurunkan tubuhnya.
“Chen... Gege... Apa ini bisa masuk?” Mao Ruyue terlihat ragu dan berhenti bergerak.
“Bukankah kita sudah pernah melakukannya? Kau mengetahuinya sendiri bukan?” Fei Chen menggoda Mao Ruyue mengingat pertempuran ranjang mereka.
“Itu berbeda. Saat itu berada di tubuh Su Xiulan, tetapi sekarang aku dalam bentuk roh yang masih suci...” Mao Ruyue menjelaskan.
“Kenapa tidak mencobanya sendiri? Apa kau ragu Yue‘e?” Fei Chen bertanya tentang kesiapan Mao Ruyue.
Mao Ruyue mengangguk lembut dan mencoba tenang saat telapak tangan memegang benda keras Fei Chen dengan gemetar.
Benda keras yang menantang langit itu diarahkannya pada lembah suci yang belum terjamah diantara paha jenjang Mao Ruyue.
Mao Ruyue menahan nafasnya saat menurunkan pinggulnya hingga benda keras Fei Chen menempel di ujung celah sempit tersegel miliknya.
Sedikit demi sedikit benda keras Fei Chen mulai membelah celah sempit yang merekah mencoba menelan benda keras yang menantangnya.
“Emmmmssssss...” Rumit ekspresi Mao Ruyue saat merasakan celah sempitnya seperti diganjal ujung pedang tumpul.
“Pelan Yue‘er, jangan terlalu tegang, rileks dan lemaskan badanmu...” Fei Chen berkata sambil menatap jelas ujung miliknya tenggelam diantara celah sempit Mao Ruyue.
Mao Ruyue mengangguk lemas dan kembali menurunkan tubuhnya secara perlahan. Mao Ruyue menahan sakit saat benda keras Fei Chen semakin masuk kedalam celah sempit miliknya dan memecahkan kesuciannya.
“Haaaakkk! Ahhhh...” Akhirnya Mao Ruyue memekik hebat saat benda keras Fei Chen tenggelam.
Fei Chen menahan nafas karena kenikmatan tiada tara ini. Cengkeraman celah sempit Mao Ruyue sangat menggigit seolah-olah celah sempit itu seperti menghisap miliknya kedalam untuk menjelajahi lembah suci yang baru saja terjamah.
Ujung benda keras Fei Chen yang tertancap dicelah sempit Mao Ruyue terlihat basah mengkilap akan darah segar. Fei Chen dan Mao Ruyue terdiam untuk membiasakan tubuh mereka saling menyatu dan membelai.
“Biasakan dulu Yue‘er...” Fei Chen memejamkan mata dan menikmati sensasi yang sekarang dia rasakan.
Mao Ruyue mengangguk lemas kembali dan langsung menggunakan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang bersamaan dengan Fei Chen.
Setelah keduanya terdiam lama dalam posisi yang sama, Fei Chen merasakan energi milik Mao Ruyue masuk dengan deras kedalam tubuhnya. Mengingat kekuatan Mao Ruyue sangat jauh diatasnya, tubuh Fei Chen seperti merasakan energi baru yang mengalir lewat pembuluh darahnya.
Ledakan terdengar dari dalam tubuh Fei Chen selama beberapa kali sebelum akhirnya Fei Chen merasakan dirinya telah dapat mengontrol Hawa Iblis Sejati yang diberikan Mao Ruyue.
Sekarang giliran Energi Iblis yang masuk kedalam tubuhnya. Fei Chen merasakan sakit untuk sesaat sebelum kenikmatan dibawah sana mengalahkan semua rasa sakit yang dia alami.
__ADS_1
Melihat Mao Ruyue mulai terbiasa dengan celah sempitnya yang menyatu dengan benda keras miliknya, akhirnya Fei Chen menyuruh Mao Ruyue bergerak.
Mata Mao Ruyue sayup dan mulutnya merintih kenikmatan saat pinggulnya bergerak naik turun. Sang Dewi Iblis bergerak diatas tubuh Fei Chen dan mencondongkan badannya kedepan.
“Emmmm.... Eengggghhh...”
Mao Ruyue mulai mengeluarkan suara lembut yang menggoda dan ayunan bokongnya mulai bergerak seirama, terkadang cepat dan terkadang pelan.
Fei Chen merasakan kenikmatan yang luar biasa saat melihat tubuh indah sang Dewi Iblis bergoyang diatas tubuhnya. Dan sekarang sang Dewi Iblis menawarkan dua buah dada yang matang menggoda dengan ujung berwarna merah muda didepan mulutnya.
Fei Chen mengumpat karena tidak dapat menggerakkan tubuhnya, ingin rasanya dia meremas dan mencubit serta meraha keindahan tubuh yang bergoyang diatasnys.
“Ah.” Mulut Mao Ruyue terbuka lebar saat melihat Fei Chen menggigit ujung buah dadanya yang berwarna merah muda.
Mendapatkan kenikmatan yang luar biasa Mao Ruyue mengangkat pinggulnya hingga ujung benda Fei Chen hampir keluar dari celah sempitnya, lalu dengan penuh tenaga dan cepat pinggul Mao Ruyue kembali berayun kebawah menimbulkan bunyi dua benda basah yang saling bersentuhan dan menyatu.
"Emsssss... Aaah!” Mulut Mao Ruyue tidak bisa berhenti merintih karena kenikmatan yang menerpa seluruh tubuhnya.
Sama seperti mulutnya yang tidak bisa diam dan terus merintih hebat, tangan Mao Ruyue meremas rambut Fei Chen dan mengangkat belakang kepala pemuda itu secara paksa agar tenggelam diantara buah dadanya.
Fei Chen yang diperlakukan seperti itu menyambutnya dengan buas. Jilatan dan hisapan Fei Chen pada buah dadanya membuat gunung kembar Mao Ruyue mulai menampakan tanda bekas berwarna putih kemerahan.
Setelah itu Fei Chen ******* ujung gunung kembarnya dan menggigit kecil. Hal ini membuat mulut Mao Ruyue mengeluarkan erangan hebat bersamaan dengan pelepasan sang Dewi Iblis ini.
Nafas Mao Ruyue tersengal-sengal sebelum kembali menggerakkan bokongnya naik turun. Lalu Mao Ruyue menatap Fei Chen penuh makna sebelum bibit keduanya menyatu.
Keringat yang membasahi tubuh Mao Ruyue membuat sang Dewi Iblis semakin terlihat erotis dan menggoda.
“Aaaahssss... Chen‘gege.... Ooohhh...”
Mao Ruyue meracau tidak jelas dan Fei Chen memandang tubuh indah yang bergoyang hebat dengan gunung kembar yang terpental kesana kemari.
“Yue‘er, bukankah kau terlalu bersemangat sayang?” Fei Chen meringis menahan kenikmatan yang diberikan Mao Ruyue.
Sang Dewi Iblis tersenyum menggoda dan ******* bibir Fei Chen dengan buas. Ayunan bokongnya terlihat sangat lancar dan menimbulkan suara yang syahdu diiringi buih cairan basah yang membasahi benda keras Fei Chen.
“Aaaaahhh... Ini sangat nikmat Chen‘gege... Apa kau sanggup memuaskanku? Aku harap kau tidak lemah seperti saat bertarung denganku, emmmmm...” Mao Ruyue terlihat begitu menikmati kegiatan ini dan terus mengayunkan tubuhnya naik turun.
Sesekali Mao Ruyue membenamkan tubuhnya kebawah mencoba menelan benda keras Fei Chen, lalu mendiamkannya sejenak dan memutarkan pinggul.
Melihat pinggul Mao Ruyue memutar-memutar diatas tubuhnya membuat Fei Chen melenguh merasakan kenikmatan baru. Fei Chen tersenyum saat melihat Mao Ruyue bermata sayup.
“Bagaimana...aaahhhhss... Chen‘gege? Apa aku sanggup memuaskanmu?” kata Mao Ruyue dan bergerak liar diatas tubuh Fei Chen.
__ADS_1
Nampak benda keras Fei Chen membengkok setiap tubuh Mao Ruyue menekan dan mencoba melahapnya.
Erangan demi erangan mulai terdengar semakin berisik diantara keduanya. Suara benturan dua daging bokong dan paha juga mewarnai kegiatan mereka.
Buah dada Mao Ruyue terlihat mengkilap akibat gerakan liar pinggulnya dan keringatnya yang membasahi tubuhnya. Tak lama suara lenguhan panjang terdengar.
“Eenngggghhh... A-aku... Aahh!” Nafas Mao Ruyue terengah-engah dan ayunan bokongnya semakin kuat membentur paha Fei Chen.
Disertai lenguhan panjang, tubuh Mao Ruyue meliuk-liuk dan melengkuh. Mata Mao Ruyue merem melek saat merasakan gelombang pelepasan hebatnya.
Tubuhnya ambruk menimpa tubuh Fei Chen dan hanya menyisakan suara nafas tersengal-sengal dari keduanya.
Fei Chen tersenyum saat melihat mata sayup Mao Ruyue. Harum wangi sang tubuh Dewi Iblis yang dipenuhi keringat membuat Fei Chen ingin mengarungi.
Mao Ruyue tersenyum tipis dan menempelkan buah dadanya sangat erat pada dada Fei Chen. Lalu keduanya berpindah tempat dan sekarang Fei Chen bersama Mao Ruyue berada didalam sebuah gumpalan awan berwarna hitam yang merupakan lantai terakhir dan menyimpan pusaka sang Dewi Iblis.
Hawa Iblis Sejati dan Energi Iblis milik Mao Ruyue masuk kedalam tubuh Fei Chen dan saat itu juga merupakan tanda bahwa cepat atau lambat kebangkitan Raja Neraka yang secara mutlak menggunakan Hawa Iblis Sejati dan Energi Iblis sebagai sumber kekuatannya selain Qi.
“Setengah kekuatanku tersimpan jauh didalam benang-benang tubuhmu. Kuasai dan jadilah yang teratas, Chen‘gege...” Setelah berkata demikian secara perlahan roh Mao Ruyue menghilang.
Fei Chen kembali dapat menggerakkan tubuhnya, namun secara mengejutkan dirinya terlihat kesulitan.
“Ini akan berbahaya jika aku bertemu musuh yang setara denganku. Kondisiku saat ini tidak memungkiri untuk bertarung, aku harus melakukan meditasi hingga menguasai kekuatan ini secara penuh.” Fei Chen bangkit dan mengepalkan tangannya.
Seketika dunia yang sekarang dia lihat dan merupakan bagian terdalam dari Reruntuhan Dewi Iblis menghilang lenyap tak berbekas meninggalkan jejak.
Fei Chen kembali ke pintu masuk Reruntuhan Dewi Iblis dimana reruntuhan kuno itu sudah tidak ada atau bisa dibilang lenyap. Disana juga ada Xi Taohua, Hua Ruyun, Zhang Xue, Shin Riu, Bai Shinhwa dan Liang Su.
Fei Chen disapa dengan berbagai macam pertanyaan oleh enam wanita dewasa yang bersamanya itu. Fei Chen mengatakan pada mereka bahwa dirinya telah menaklukkan Reruntuhan Dewi Iblis.
Kejadian bisa dibilang akan menggemparkan Kekaisaran Yang jelas Liang Su kepada Fei Chen. Setelah itu Fei Chen menjelaskan kondisinya yang tidak memungkinkan untuk bertarung dan berniat bermeditasi.
Namun yang diharapkan Fei Chen tidak berjalan sesuai keinginannya. Tepat setelah dirinya merasakan kebebasan setelah keluar dari Reruntuhan Dewi Iblis, sebuah aura mematikan yang pekat dan memancarkan Energi Iblis samar-samar mulai terasa.
Aura itu semakin dekat dan memperlihatkan sesosok pria yang terbang menuju Ibukota Yangdian. Pria itu merupakan Mao Gang. Bisa dikatakan Mao Gang membuat klon dirinya untuk melihat sendiri kejadian di Kekaisaran Yang.
Walaupun berupa klon namun kekuatan bayangan Mao Gang itu memiliki kekuatan setengah dari pemilik tubuh aslinya. Mao Gang berhenti terbang dan menatap Reruntuhan Dewi Iblis yang menghilang.
“Bagaimana bisa kau diizinkan menjalani ujian itu? Kau berhasil menaklukan apa yang selama ini aku coba taklukkan, Raja Neraka!” Dalam sekali lihat Mao Gang mengenal Fei Chen.
“Kau...” Fei Chen menatap tajam Mao Gang sebelum menyadari orang dihadapannya merupakan salah satu dari Raja Iblis Agung.
“Aku Mao Gang sang Raja Iblis! Raja Iblis Kuno yang akan membunuhnya! Awalnya aku ingin melihat pertempuran besar antara dirimu dengan Sun Yelong, tetapi rupanya kau sangat mengganggu dimataku!” Mao Gang diselimuti kemarahan karena mengetahui Fei Chen menaklukkan Reruntuhan Dewi Iblis.
__ADS_1
Setelah membiarkan Dan Jin melarikan diri, Mao Gang bergerak menuju Ibukota Yangdian dan saat melewati Reruntuhan Dewi Iblis, Mao Gang melihat reruntuhan kuno yang selama ini dia jaga telah ditaklukkan Fei Chen.
Pertempuran yang ingin Fei Chen hindari justru mempertemukannya dengan Mao Gang. Situasi ini sangat sulit bagi Fei Chen mengingat benang Qi dan titik-titik meridian dalam tubuhnya belum menyatu secara utuh dengan setengah Hawa Iblis Sejati dan Energi milik Mao Ruyue.