Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 61 - Dorongan Kuat


__ADS_3

PPFC 61 - Dorongan Kuat


Opening ARC 3 - Kekaisaran Chu


___


Hujan deras disertai suara petir menggelegar memenuhi kegelapan. Kedinginan yang menusuk tulang itu terus berbisik bersahut-sahutan.


‘Apa aku telah mati?’ Pertanyaan besar muncul didalam benak Fei Chen saat dirinya melihat kegelapan yang tak berujung.


‘Chen, jangan lupakan perasaanmu itu. Menjadi lemah bukanlah hal yang buruk. Jangan menyalahkan dirimu dan teruslah menjalani hidup. Suatu saat kau akan mengerti alasan dirimu dilahirkan ke dunia ini...’


Samar-samar terdengar suara Kucing Manis di telinganya, Fei Chen membuka matanya semakin lebar dan melihat cahaya terang yang menembus kegelapan dan menerpa tubuhnya.


‘Aku akan mengawasimu dari alam sana...’


Suara terakhir Kucing Manis tak lagi terdengar, yang muncul hanyalah ingatan Dewa Naga yang bermunculan didalam kepalanya.


Fei Chen melihat perutnya yang normal tidak memiliki luka. Dengan mengorbankan seluruh energi kehidupannya, Kucing Manis mengembalikan perut Fei Chen yang berlubang.


‘Kucing Manis... Maafkan aku... Ini semua salahku... Seharusnya aku mendengarkan saranmu untuk berlatih menjadi lebih kuat.’

__ADS_1


Fei Chen menangis. Tetapi dalam hatinya dia menyadari satu hal, jika dirinya tidak memutuskan untuk berkelana dan keluar dari Gunung Menangis, maka dia tidak akan mengenal Jia Li, Feng Lao dan yang lainnya.


Saat Fei Chen tenggelam dalam rasa bersalah, suara lainnya terdengar.


‘Bocah manusia, pasti akan menyakitkan menjalani hidup sendirian. Tetapi aku sangat yakin kelak kau tidak sendirian, kau akan menemukan orang yang berharga bagimu dan kau akan melindunginya, aku yakin itu.’


Suara Pedang Gila menggema dan membuat Fei Chen tersenyum pahit.


‘Seperti janji yang kita berdua buat saat itu, aku yakin kau akan mematahkannya, karena kau adalah manusia yang telah mendapatkan pengakuanku...’


Pedang Gila tertawa dan membuat Fei Chen meneteskan air mata.


‘Bocah manusia, terima kegelapan dalam dirimu menjadi bagian dirimu, tetapi jangan sampai kau jatuh kedalam kegelapan itu. Bocah manusia yang kukenal pendendam bukanlah bocah yang sama lagi...’


‘Pedang Gila... Tolong jangan pergi meninggalkanku dan terus awasi aku!’


‘Dunia yang kejam ini telah membuatmu menderita. Kau kehilangan semuanya dan tersesat dalam kubangan hitam, tetapi sekarang kau bukanlah bocah yang sama. Aku ingin kau terus melangkah kedepan dan mencari kebebasan. Mulai sekarang kau benar-benar telah bebas, Chen...’


Kalimat terakhir Pedang Gila sebelum akhirnya suaranya menghilang sepenuhnya.


Suara tangisan Fei Chen menggema mengingat pertemuannya dengan Kucing Manis dan Pedang Gila.

__ADS_1


Dalam keadaan putus asa itu Fei Chen mencoba menguatkan hatinya dan membuat bagian gelap dalam dirinya muncul. Tangisannya mulai meredup secara perlahan dan tatapan kosong Fei Chen memandang kegelapan yang perlahan diterangi cahaya berwarna putih benderang.


“Kucing Manis... Pedang Gila... Aku akan tetap hidup...”


Fei Chen menggerakkan tangan kirinya yang kembali normal berkat pengorbanan Pedang Gila.


Sama halnya dengan ingatan Dewa Naga yang bermunculan didalam kepalanya, sekarang ingatan Raja Neraka mulai bermunculan dalam kepalanya.


“Aku merasa hampa...” Fei Chen menatap telapak tangan kirinya sebelum akhirnya dia menemukan dirinya tengah berdiri di Gunung Menangis dengan tubuh bersimbah darah.


Melihat pemandangan yang dulu pernah dia lihat membuat Fei Chen membisu tak bersuara.


Jika keluar dari Gunung Menangis melewati dinding pembatas, maka Fei Chen akan terdampar disuatu tempat belahan dunia ini secara acak.


Hanya ada satu cara untuk dapat keluar masuk Gunung Menangis sesuka hati yaitu dengan membuat portal. Fei Chen mengetahui hal ini dari ingatan Dewa Naga dan Raja Neraka.


Untuk membuat portal membutuhkan tenaga dalam yang sangat besar setara dengan Pendekar Langit Tahap Awal. Bahkan untuk memakai portal tersebut harus menggunakan seluruh tenaga dalam dan aura tubuhnya.


Mengingat sekarang dirinya berumur tiga belas tahun, Fei Chen bertekad akan menempa kemampuannya selama tiga tahun hingga mencapai titik dimana dirinya dapat membalaskan kematian keluarganya termasuk membinasakan Sekte Iblis Buas dan Sekte Seribu Pedang.


Tatapan dingin Fei Chen terarah pada sebilah pedang berwarna hitam legam yang tertancap dihadapannya.

__ADS_1


“Aku pasti akan menuntaskan ambisiku! Dengan membawa harapan mereka berdua, aku akan menantang Dunia Atas! Siapapun yang menghalangi jalanku akan kubunuh meskipun Dewa sekalipun!”


Fei Chen menarik Pedang Raja Neraka dan seketika api hitam muncul disekitar dirinya menyelimuti tubuhnya.


__ADS_2