
PPFC 222 - Ya‘er
Long Xiaoya memainkan jarinya begitu juga dengan rambut depannya. Gadis itu nampak gelisah karena mendengar suara rintihan Murong Liuyu dikamar sebelah.
Saat melamun jauh Long Xiaoya dikejutkan dengan suara pintu kamar yang terbuka. Terlihat disana sang suami datang dengan kain putih yang menutupi tubuhnya.
“Ya‘er, kenapa wajahmu merah?” Fei Chen sengaja menggoda gadis yang sebaya dengannya.
Walaupun keduanya sebaya tetapi pengalaman Fei Chen jauh diatas Long Xiaoya. Dan sekarang Fei Chen akan membimbing Long Xiaoya untuk menjadi istrinya.
“Gege...” Long Xiaoya memalingkan wajahnya karena melihat Fei Chen membuka kain putih yang menutupi tubuhnya.
“Tidak perlu malu Ya‘er.” Fei Chen tersenyum tipis saat memperlihatkan bentuk tubuhnya yang polos pada Long Xiaoya.
Fei Chen merangkak di ranjang dan menindih tubuh Long Xiaoya. Tindakannya ini membuat Long Xiaoya gelagapan karena ini baru pertama kalinya dirinya disentuh oleh pria.
Long Xiaoya hanya mendesis lemah saat merasakan bibir Fei Chen menghisap leher mulusnya. Perasaan aneh yang baru pertama kali Long Xiaoya rasakan membuat kedua tangannya memegang kepala Fei Chen.
“Emmm.... Gege.”
Suara lembut itu membuat Fei Chen semakin menikmati leher mulus tersebut dan memberikan tanda kepemilikannya disana. Fei Chen memberikan Long Xiaoya waktu untuk mengambil nafas dalam waktu singkat sebelum mengecup bibir ranum itu dan menghisap manisnya.
Tubuh Long Xiaoya terasa lemas terutama kedua kakinya saat kedua tangan Fei Chen mulai menggerayangi tubuhnya. Kenikmatan yang menjalar disetiap pahatan tubuhnya membuat Long Xiaoya mengeluarkan erangan.
Fei Chen semakin melancarkan aksinya karena menyadari Long Xiaoya mulai menikmatinya. Tanpa menunggu lebih lama Fei Chen membuka setiap kain yang menutupi kepolosan Long Xiaoya yang belum terjamah.
“Ini sangat indah Ya‘er...” ucap Fei Chen setelah melucuti pakaian Long Xiaoya.
Sedangkan Long Xiaoya menutupi bukit kembarnya yang indah dan lembah perawannya.
“Gege... Ini memalukan.” Long Xiaoya tersipu malu melihat tatapan nanar Fei Chen yang memandang tubuhnya.
“Ih... Itu...” Kembali Long Xiaoya dikejutkan dengan tindakan Fei Chen yang sengaja menggesekkan keperkasaannya di perutnya.
“Ya‘er...” desis Fei Chen sambil menuntun tangan Long Xiaoya untuk menggenggamnya.
__ADS_1
“Gege! Ini besar sekali!” Long Xiaoya memberontak lemah sebelum Fei Chen berbisik mesra dan menggigit daun telinganya.
Long Xiaoya merasa nyaman jika dirinya dapat memanjakan Fei Chen sehingga akhirnya dia membiarkan Fei Chen berbaring lalu dirinya merangkak diatas tubuh pemuda tersebut.
Mata Long Xiaoya terbelalak saat didepan wajahnya berdiri tegak keperkasaan sang suami yang akan memecahkan malam pertamanya.
“Gege... Ini tidak akan muat- Ssshhh!” Long Xiaoya mendesis hebat sebelum menyelesaikan ucapannya. Kepalanya menoleh kebelakang dan melihat kepala Fei Chen terbenam di lembah sempitnya.
Kedua tangan Fei Chen tidak bisa diam dan meremas bongkahan padatnya yang indah. Mengetahui Fei Chen melakukan hal yang membuatnya merasa nikmat, Long Xiaoya berinisiatif memegang inti Fei Chen yang keras dan besar.
Tubuh Long Xiaoya bergetar hebat karena genggaman tangannya tidak mampu memegang keseluruhan inti Fei Chen.
‘Ini sangat besar... Dan kenapa semakin keras?’ Long Xiaoya membatin dan menundukkan kepalanya dengan mata yang menatap kagum inti suaminya.
Mulutnya tersedak hebat dan terbatuk-batuk saat mencoba mengikuti arahan Fei Chen. Cukup sulit Long Xiaoya melakukannya karena dirinya mencoba menelan sesuatu yang lebih besar dari mulutnya.
Setelah beberapa gerakan kepalanya, akhirnya Long Xiaoya mulai menikmati begitu juga dengan Fei Chen. Keduanya berlomba memberikan kenikmatan pada diri masing-masing hingga akhirnya Fei Chen memutuskan untuk memulai pergumulan malam pertama mereka.
“Tahan sebentar Ya‘er...” Fei Chen sengaja menggesekkan dan memberikan kecupan singkat dibibir Long Xiaoya.
‘Teknik Dunia Jiwa Yin Yang...’ Batin Fei Chen mantap.
Long Xiaoya hanya menggelengkan kepalanya. Entah apa yang mau dikatakannya saat inti Fei Chen mulai memasuki tubuhnya. Long Xiaoya hanya bisa menjerit tanpa sadar dan merintih kesakitan. Air matanya menetes merasakan sakit dan kebahagiaan disaat yang bersamaan.
Fei Chen begitu pengertian dan berhenti melakukan gerakan. Pemuda itu merayu dan membisikkan sesuatu yang membuat Long Xiaoya mempercayakan semuanya kepada pemuda tersebut.
Fei Chen menarik pinggulnya keatas lalu menghujamkan kebawah secara perlahan. Gerakan yang teratur itu membuat Long Xiaoya mulai merasakan kenikmatan. Namun Long Xiaoya kembali merintih kesakitan saat Fei Chen mempercepat dan memperdalam hujamannya.
Kembali Long Xiaoya merasakan perih di celah kedua pahanya dan membuatnya menjerit keras. Ekspresi sakit Long Xiaoya membuat Fei Chen berhenti bergerak dan mengelus wajah gadis tersebut penuh kasih sayang.
Long Xiaoya semakin kagum pada Fei Chen yang memperlakukan dirinya penuh kelembutan. Dia mengetahui suaminya itu menahan deru kenikmatan namun mengesampingkan semuanya demi dirinya.
“Gege... Lanjutkan.” Long Xiaoya mencium bibir Fei Chen dan memeluk punggung pemuda tersebut.
Malam itu suara ranjang yang berderit menggema di Rumah Yin Yang. Tidak terhitung suara rintihan dan erangan Long Xiaoya yang menggapai puncak. Seolah tidak ada hari esok, Fei Chen melepaskan perasaannya pada tubuh Long Xiaoya yang merangkak lemah ditindihnya.
__ADS_1
Akhirnya Long Xiaoya hanya bisa pasrah saat Fei Chen memangku tubuhnya dan membawanya terbang ke alam surgawi. Kegiatan itu diakhiri dengan genggaman tangan Long Xiaoya pada inti Fei Chen yang membuat dada gadis tersebut penuh dengan luapan cinta Fei Chen.
“Ya‘er... Uuuh...” Fei Chen tersenyum puas dan menatap wajah terkejut Long Xiaoya karena badannya basah.
Long Xiaoya mengecup ujung intinya lalu membersihkan dan mencoba menelannya kembali. Fei Chen memegang belakang kepala Long Xiaoya dan menahannya hingga gadis tersebut tersedak.
“Uhuk... Uhuk! Gege! Haakkk!”
Long Xiaoya membuka mulutnya memperlihatkan luapan cinta Fei Chen dan memuntahkannya karena merasa mual.
Fei Chen tersenyum tipis dan memeluk tubuh Long Xiaoya karena gadis itu terlihat kesal padanya.
“Gege kejam!” rengek Long Xiaoya.
“Apa kau marah padaku?” Fei Chen mengecup belakang kepala Long Xiaoya dan berbisik mesra.
“Tadi itu sangat nikmat sayang...”
Long Xiaoya tersenyum jahil dan mencengkeram kuat inti Fei Chen hingga membuat pemuda itu menjerit pelan.
“Gege! Aku akan mencabut dan memecahkan telur nagamu ini hihi!” Long Xiaoya meledek manja dan menindih tubuh Fei Chen.
“Ya‘er, kau sangat ganas sayang. Jangan lakukan itu...” Fei Chen mendesis tak karuan saat genggaman telapak tangan Long Xiaoya semakin kuat.
“Hihi... Biarkan naga ini bersarang Gege... Aku lelah...” Long Xiaoya berkata lemas dan memasukan inti Fei Chen kedalam tubuhnya sebelum tertidur diatas tubuh Fei Chen.
‘Sial... Aku pikir dia benar-benar akan melakukannya...’ Fei Chen membatin lega sambil memeluk tubuh Long Xiaoya.
“Terimakasih sayang...” Senyum puas Fei Chen terpancar diwajahnya saat mengetahui Long Xiaoya menerima darahnya.
Sekarang Long Xiaoya memiliki Tubuh Dewi Naga Api berkat hubungannya dengan Fei Chen. Keduanya saling memberikan keuntungan dan Fei Chen tidak menyangka jika dirinya akan sedekat ini dengan Long Xiaoya mengingat kebelakang keduanya jarang berbicara apalagi menyapa.
‘Terimakasih karena telah mencintaiku, Ya‘er...’ Hati Fei Chen merasa begitu bahagia saat melihat senyuman bahagia Long Xiaoya dalam tidurnya.
“Gege... Pedangmu terlalu besar...” Saat Fei Chen hendak memejamkan matanya, dia mendengar Long Xiaoya mengigau.
__ADS_1
“Sssshh...” Fei Chen mendesis saat merasakan sensasi inti Long Xiaoya mencengkram dan menjepit intinya dengan keras.
Beberapa saat kemudian Fei Chen memejamkan matanya menikmati sensasi itu dan melepaskan luapan cintanya kedalam tubuh Long Xiaoya. Setelahnya Fei Chen menikmati sensasi kenikmatan tersebut sebelum tertidu dengan posisi Long Xiaoya menindih tubuhnya.