Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 122 - Angin Pertempuran Tercium


__ADS_3

PPFC 122 - Angin Pertempuran Tercium


Ketika kedua orang tersebut memasuki Istana Ma tidak ada berani yang berbicara saat keduanya berdebat.


“Tidak bisa dipercaya jika Senior Kang telah mati! Rumor yang menyebar dengan cepat tentang pemuda bermarga Fei dan dia merupakan Patriark Istana Naga Neraka Terdalam! Selain itu dia berasal dari benua ini! Apa kalian mengetahuinya?!” Pria paruh baya yang memegang pedang berwarna ungu menatap tajam Ma Zhangsun.


Sementara itu wanita berambut hitam kecoklatan dengan tatapan sinis membuat semua pria diruangan itu menelan ludah. Gaun berwarna merah muda yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dan payung yang dipegangnya, wanita itu merupakan orang terkuat yang ada diruangan ini.


“Berhenti meratapi kematian Kang Situ! Perintah Tuan Mao sudah jelas bukan jika kita harus mencari wadah dari Dewi Iblis dan membuat kekacauan di benua ini!” Wanita itu berkata dengan nada sinisnya. Wanita berumur tiga puluh tahun itu terlihat tidak menyukai semua yang ada diruangan ini.


‘Semua pria benar-benar sampah!’ Batin Wanita yang bernama San Zhu itu.


Sementara pria paruh baya yang bernama Situ Qi menanggapi kesal, “Senior San, kau bergabung dengan kami karena kalah bertarung melawan Tuan Mao bukan? Jujur saja aku masih belum percaya padamu walaupun kita telah bekerjasama selama beberapa tahun belakangan ini!”


San Zhu menaikan alisnya, “Siapa yang peduli dengan itu? Aku yang meminta Tuan Mao mengangkatku sebagai bawahannya, lagipula dia mengakui kekuatanku. Kau tidak berhak memberikan komentar apapun padaku.”


Suasana ruangan mendadak menjadi tegang saat Situ Qi dan San Zhu melepaskan aura yang pekat.


Ma Zhangsun kesulitan untuk bernafas sehingga Guan Ji Ma mencoba menengahi keduanya.

__ADS_1


“Senior Situ, Senior San. Sekarang bukan waktunya berdebat. Bukankah ada hal penting yang harus kita bicarakan?” Guan Ji Ma berkata pada keduanya dan tidak berani menatap wajah mereka berdua.


Situ Qi menghela nafas panjang dan menenangkan dirinya. Perkataan Guan Ji Ma benar apa adanya, kedatangan mereka kemari karena ingin memberitahu jika Raja Iblis Mao Gang akan melakukan pergerakan setelah mengetahui dua anggotanya mati.


“Kekuatan beliau belum sepenuhnya bangkit. Kita telah mengorbankan nyawa orang tak bersalah di Ibukota sebelumya, sekarang kita akan membuat pertumpahan darah di Kekaisaran Yin dan mempersembahkan semuanya kepada Dewa Iblis.” Situ Qi menjelaskan.


Ekspresi Ma Zhangsun terlihat memburuk, ‘Aku tidak boleh gagal disini! Aku harus mendapatkan kepercayaan beliau! Aku harus bertemu dengannya!’


Metode pelatihan bela diri yang dipelajari Aliran Pedang Iblis dan Ma Zhangsun berbeda dari biasanya. Mereka semua membuka titik meridian menggunakan teknik khusus yang hanya digunakan oleh orang-orang kepercayaan Raja Iblis Mao Gang.


Bisa dibilang seluruh pendekar Aliran Pedang Iblis dan Ma Zhangsun akan semakin kuat jika sering membunuh ataupun mengorbankan nyawa manusia tak bersalah.


“Tidak perlu memasang ekspresi serius seperti itu. Kami menunggu kabar baik mengenai rencana penyerangan terhadap Kekaisaran Yin...” San Zhu menghilang setelah mengatakan itu disusul oleh Situ Qi.


“Kegelapan akan menguasai dunia dan Iblis akan kembali bangkit...” Guan Ji Ma tersenyum lebar saat mengatakan itu.


“Ya, saat ini angin perubahan telah bergerak.” Ma Zhangsun menanggapi ucapan Guan Ji Ma.


____

__ADS_1


Ketika Ma Zhangsun dan pendekar Aliran Pedang Iblis mengadakan pertemuan, Fei Chen terus mengasah kemampuannya dan tidak menyadari jika semua yang telah merenggut keluarganya langsung berhubungan dengan para pemilik kekuatan dari Sembilan Kekacauan Surgawi.


“Bagaimana suami manisku?” Su Xiulan bertanya pada Fei Chen yang sudah mulai terbiasa menggunakan Qi.


“Apa kau sudah terbiasa?”


Fei Chen menganggukkan kepalanya setelah melatih kemampuan berpedangnya dan meningkatkan ketajaman permainannya.


“Dengan Qi aku memiliki beberapa pemikiran untuk melakukan sesuatu, tetapi ini belum saatnya aku melakukan itu...” Fei Chen tersenyum sambil menatap Pedang Raja Neraka.


“Aku tidak keberatan jika nyawaku berkurang. Lagipula jiwaku terikat dengan kutukan ini...” Fei Chen kembali bergumam dan membuat Su Xiulan menaikan alisnya.


“Xiulan, panggil semuanya. Kita berangkat malam ini.” Fei Chen menatap Su Xiulan yang sedang mengawasi latihannya.


Wanita berambut putih itu cemberut, “Bisakah berkata lebih sopan padaku?”


“Aku akan mengusahakannya...”


Pertempuran di acara jamuan berdarah semakin dekat. Pesta untuk memperingati masa pemerintahan Ma Zhangsun ini akan membawa angin perubahan baru untuk Kekaisaran Ma dan Benua Tujuh Bintang.

__ADS_1


Fei Chen bergegas menuju Ibukota Mafei bersama Su Xiulan, Liu Xianlin, Xhin Li Wei, Ling Xiyao dan Ma Mingyang.


Dengan menggunakan selendangnya Su Xiulan yang membentang luas, mereka berenam terbang dengan kecepatan tinggi menuju Ibukota Mafei.


__ADS_2