Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 234 - Bukit Hong


__ADS_3

PPFC 234 - Bukit Hong


Setelah memberikan penjelasan kepada Luo Rou dan Qie Shie mengenai hubungannya dengan San Zhu, akhirnya Fei Chen dapat bergegas menuju Bukit Hong.


San Zhu ikut dengan Fei Chen setelah terlepas dari interogasi Luo Rou. San Zhu sendiri tidak pernah menyangka jika Luo Rou dan Qie Shie telah jatuh ke pelukan Fei Chen.


“Chen‘er, kau tidak menyentuhku karena kau mengetahui niatku bukan?” tanya San Zhu.


“Chen‘er?” Mendengar itu Fei Chen mengangkat alisnya.


“Ada apa? Kau lebih muda dariku dan wajar saja aku memanggilmu begitu!” San Zhu berkata dengan nada meninggi.


“Kalau begitu aku akan memanggilmu Bibi Zhu,” balas Fei Chen.


“Bibi? Bocah, lebarkan matamu dan tatap tubuhku ini. Aku lebih menggoda bukan dari Kakak Xiuxiu?” San Zhu sengaja menyilangkan kedua tangannya dibawah dada memamerkan kelebihannya. Lalu memperlihatkan sedikit paha mulusnya yang indah dan membuat Fei Chen tersenyum tipis.


“Kenapa tersenyum?” San Zhu terlihat kesal.


“Tidak, walaupun kau memiliki tubuh yang menggoda tetap saja kau seorang perawan.” Ledekan Fei Chen membuat San Zhu tidak terima.


“Bocah sialan!”

__ADS_1


“Aku bicara apa adanya, Bibi Zhu.”


Balasan Fei Chen membuat San Zhu semakin kesal sehingga keduanya membuat perjanjian. Fei Chen sendiri menyetujuinya dengan mudah sedangkan San Zhu tersenyum mengejek Fei Chen.


“Jika aku membunuh salah satu Raja Iblie Agung, kau ingin aku menikahimu? Baiklah, aku tidak akan menolak. Hanya pria bodoh yang menolak wanita seindah dirimu.” Fei Chen hampir tertawa melihat San Zhu salah tingkah.


“Chen‘er!” San Zhu memutarkan payungnya dan membuat badai namun tidak menghempaskan tubuh Fei Chen.


Dahulu kemampuan Fei Chen jauh dibawah San Zhu namun sekarang keadaan berbalik, sekarang kemampuan Fei Chen jauh diatas San Zhu dan hampir setara dengan para Raja Iblis Agung.


Lalu keduanya melanjutkan perjalanan menuju Bukit Hong. Dalam perjalanan itu akhirnya San Zhu jujur jika dirinya ingin membebaskan negerinya yang dikuasai Xiao Ho Chi.


San Zhu mengagumi sosok Su Xiulan yang kadang kekankan dan kadang dewasa, namun kekesalannya membuat hubungan keduanya rumit karena masa lalu mereka.


Fei Chen hanya diam dan mempercepat langkahnya menapaki udara.


‘Cih, bocah ini! Seolah-olah dia adalah magnet wanita! Tetapi aku jatuh cinta padanya! Sial!’ San Zhu mengumpat dalam hati dan mengejar Fei Chen.


Tak lama keduanya melihat siluet seorang wanita paruh baya yang dikejar seseorang. Rombongan kereta kuda yang dijaga seorang pendekar itu memperlihatkan sosok mayat Song Zhang anak dari mendiang Song Bei.


“Song Na, Tuan Ji Guang Kang telah memberikanmu pada kami! Jangan mencoba untuk pergi!” teriak seorang pendekar dengan suara yang menggema.

__ADS_1


“Percuma saja! Kau telah dibawah obat perangsang! Kau tidak akan bisa pergi!”


“Kau harus melayani kami semua!”


Sekitar tiga puluh pendekar mengelilingi Song Na dan membuat wanita paruh baya tersebut berteriak meminta pertolongan. Namun Song Na sadar jika dirinya berada di hutan dan tidak akan ada yang menolong dirinya.


‘Tidak, mereka benar-benar keji karena telah membunuh anakku! Aku tidak ingin berakhir disini, lebih baik aku mati... Sudah tidak ada alasan untukku hidup...’ Song Na membatin sedih dan berniat mengakhiri hidupnya namun tiba-tiba dia merasakan hembusan angin yang kencang.


Fei Chen datang bersama San Zhu dan langsung melumpuhkan para pendekar yang disewa Ji Guang Kang.


‘Bibi Hong sepertinya sudah kembali...’ Fei Chen membatin dan samar-samar dia merasakan aura tubuh Hong Zi Ran yang kembali menuju Benteng Lembah Pedang lewat arah yang lain.


“Bibi Zhu-”


San Zhu menaruh jari telunjuknya dibibir Fei Chen dan tersenyum manis, “Panggil aku Kakak Zhu, Chen‘er. Aku tidak setua itu untuk kau panggil Bibi.”


Fei Chen tidak ingin berdebat dan hanya menganggukkan kepalanya lalu dia menyuruh San Zhu membawa Song Na ke kota terdekat dengan Bukit Hong yakni Kota Hongna.


Sementara San Zhu bergegas pergi membawa Song Na menuju Kota Hongna, Fei Chen menginterogasi para pendekar yang dia lumpuhkan sebelum membunuh semuanya.


“Ji Guang Kang, aku akan memperlihatkan padamu perbedaan diantara kita berdua!” Fei Chen tersenyum dingin sebelum membakar tubuh para pendekar yang disewa Ji Guang Kang menggunakan api hitam.

__ADS_1


“Berniat memanfaatkan tubuh khusus Bibi Hong ya? Pria keparat itu akan merasakan penderitaan sebelum mati!” Entah apa arti senyumanmu dingin Fei Chen sebelum pemuda itu menyusuri Bukit Hong mencari petunjuk mengenai keistimewaan tubuh Hong Zi Ran ataupun mengenai para leluhurnya.


__ADS_2