Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 41 - Duel Melawan Qie Xumao


__ADS_3

PPFC 41 - Duel Melawan Qie Xumao


Lembah Pedang tampak ramai daripada biasanya karena kedatangan Feng Lao bersama Qie Xumao dan Tian Hu setelah melakukan misi bersama aliansi untuk melawan Manusia Buas dan Sekte Iblis Buas.


Yang membuat Lembah Pedang ramai karena kedatangan sosok Patriark Lembah Persik yang bernama Dao Tao.


Fei Chen dan Jia Li menunggu kedatangan Feng Lao bersama Luo Rou di Paviliun Pedang Langit.


Saat matahari semakin meninggi, Feng Lao dan Dao Tao tiba di Paviliun Pedang Langit. Segera Fei Chen dan Jia Li serta Luo menyambut kedatangan Partriak Lembah Pedang tersebut.


“Selamat datang Kakek Feng...”


“Selamat datang Patriark...”


“Selamat datang Guru...”


Feng Lao tersenyum karena disambut Jia Li, Luo Rou dan Fei Chen secara bersamaan.


“Hari ini kita kedatangan tamu penting...” Feng Lao tersenyum dan mengajak Dao Tao masuk kedalam kediamannya.


“Tidak kusangka Patriark Lembah Persik akan berkunjung kemari.” Luo Rou terkejut karena sosok kakek tua dibelakang Feng Lao.


Mendengar itu Fei Chen menekan kemampuannya hingga Pendekar Kaisar Tahap Puncak.


Luo Rou segera menyiapkan sambutan untuk Feng Lao dan Dao Tao dibantu Jia Li dan Fei Chen.


Saat hari menjelang sore selepas Feng Lao dan Dao Tao beristirahat, tampak terlihat didepan Paviliun Pedang Langit ramai.


“Fei Chen keluarlah kau!” Suara teriakan tidak asing menggema di telinga Fei Chen.


“Patriark Feng! Aku meminta pertanggungjawaban atas tindakan muridmu terhadap anakku!” Kembali suara teriakan terdengar, tapi suara teriakan ini terdengar lebih dewasa.


Dua orang yang berteriak tidak lain dan tidak bukan adalah Qie Laoji yang datang bersama Qie Xumao.


“Ada apa ini?” Feng Lao segera melihat apa yang terjadi, dia melihat Qie Laoji yang terluka parah penuh dengan luka lebam.


Dao Tao hanya duduk di teras kediaman Feng Lao memperhatikan Feng Lao dan Qie Xumao yang berbincang. Tak lama Feng Lao menutup gerbang Paviliun Pedang Langit rapat-rapat.


“Tetua Qie, aku tidak yakin Chen‘er melakukan tindakan itu pada anakmu.” Feng Lao terlihat tidak percaya saat Qie Xumao menceritakan tentang Qie Laoji yang berkelahi dengan Fei Chen dan berakhir demikian.


“Chen‘er, ceritakan yang sebenarnya terjadi? Aku ingin jawaban yang jujur!” Feng Lao memanggil Fei Chen dan nadanya sedikit meninggi karena terpancing tindakan Qie Xumao.


Fei Chen datang dan memberi hormat kepada Feng Lao sebelum menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Feng Lao.


“Aku berjalan keliling Lembah Pedang dan tidak sengaja melihat orang ini menindas Saudara Tian. Aku memang berniat mematahkan tangan kanannya saat menolong Saudara Tian, tetapi aku ditahan oleh Saudara Tian.” Fei Chen kembali menjelaskan jika kondisi Qie Laoji tidak separah ini.

__ADS_1


“Tidak ada penjahat yang akan mengaku! Inilah akibatnya jika kau mengambil murid yang tidak jelas, Patriark Feng! Aku yakin kau menghabiskan sumber daya sekte untuk perkembangan anak cacat ini! Apa kau tidak sadar dirimu ini lalai mendidik muridmu?!”


Perkataan Qie Xumao membuat Feng Lao tersenyum tipis sedangkan Fei Chen mengepalkan tangannya erat dan menatap dingin Qie Xumao.


“Tarik kembali kata-katamu itu!”


Fei Chen melepaskan Aura Raja Neraka dan menatap Qie Xumao setajam mungkin. Tidak ada sedikitpun senyuman yang terlihat diwajah Fei Chen yang ada hanya tatapan penuh kemarahan.


“Lihat, dia bahkan berani membentak Wakil Patriark Lembah Pedang-”


“Apa kau tidak mendengar ucapanku barusan, Tetua Qie?! Tarik kembali kata-katamu atau aku akan menghajarmu disini!” Sekejap aura disekitar Fei Chen mencekam membuat Qie Xumao mundur beberapa langkah bahkan Feng Lao menahan nafasnya.


Dao Tao yang melihat kejadian ini tersenyum, ‘Bocah ini melepaskan sebuah aura yang berbeda dari aura pembunuh, tetapi intimidasi dari aura itu sangat kuat.’


“Kau boleh menghinaku, tetapi aku tidak membiarkan kau merendahkan orang yang kuhormati yang telah memberiku tempat untuk kembali!”


Feng Lao terkejut mendengar ucapan Fei Chen. Dia merasa bangga namun disisi lain dia takut Fei Chen akan lepas kendali.


“Patriark Feng, apa kau tidak keberatan jika aku memberimu pelajaran agar bisa berbicara sopan kepada yang lebih tua? Aku akan mengajarkan latih tanding padanya.” Qie Xumao tersenyum licik berniat membuat Fei Chen cacat.


Feng Lao sudah mengetahui akal busuk Qie Xumao dan setuju.


“Kau tidak keberatan, Chen‘er?” Feng Lao bertanya pada Fei Chen.


“Aku tidak keberatan, tetapi aku ingin satu syarat.” Fei Chen sama sekali tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun pada Qie Xumao.


“Jika aku menang, kau harus keluar dari sekte bersama seluruh anggotamu dan jika kau menang, maka aku akan membelah perutku ini!” Fei Chen mengatakan itu dengan senyuman dingin dan mata yang melebar tajam.


Disini Feng Lao menyadari kepribadian Fei Chen yang berbeda bahkan Luo Rou dan Jia Li yang baru saja menyiapkan masak malam terkejut melihat Fei Chen.


“Aku terima syaratmu itu.” Qie Xumao tertawa mengejek dan berdiri dihadapan Fei Chen.


“Apa kita bisa memulainya?” Fei Chen menatap keatas melihat tajam Qie Xumao yang melepaskan tenaga dalam berjumlah besar di kedua kakinya.


“Tentu saja. Kita mulai, bocah!” Qie Xumao yang pertama kali menyerang melepaskan satu tendangan yang dipenuhi api membara dikaki kanannya.


Luo Rou dan Jia Li panik, sedangkan Qie Laoji tersenyum lebar karena dia sangat yakin Fei Chen akan terkapar dengan satu serangan ini.


Hanya Feng Lao dan Dao Tao yang bersikap tenang saat melihat bagaimana ketenangan Fei Chen membaca gerakan Qie Xumao.


Tangan kiri Fei Chen menahan tendangan Qie Xumao, kemudian dengan cepat Fei Chen menendang perut Qie Xumao secara telak sebelum melakukan sapuan atas yang dialiri tenaga dalam yang mengenai wajah Qie Xumao.


“Apa?!” Qie Laoji tersentak kaget melihat Ayahnya dikalahkan bocah berumur tiga belas tahun yang tiga tahun lebih muda darinya dalam sekejap.


Qie Xumao terkapar ditanah. Wajahnya menghantam tanah dan saat ini rasa malu memenuhi dirinya.

__ADS_1


“Apa kau masih ingin melanjutkannya Tetua Qie?” Mendengar ucapan provokasi Fei Chen membuat Qie Xumao bangkit dan menarik pedangnya serta mengalirkan tenaga dalam.


“Aku akan membunuhmu!”


Fei Chen langsung menarik pedangnya. Terlihat Feng Lao tidak menghentikan pertarungan ini karena dirinya memang berniat mengeluarkan Qie Xumao dari Lembah Pedang.


Tebasan Qie Xumao dipenuhi api dan Fei Chen menghindarinya dengan mudah. Mata Dao Tao tidak berkedip melihat ini bahkan Feng Lao dibuat bergerak kagum karena kemampuan Fei Chen berkembang sangat pesat.


“Bagaimana mungkin?” Qie Xumao tidak percaya melihat Fei Chen menghindari serangannya.


Menyadari jika Feng Lao tidak berniat menghentikan pertarungan ini, akhirnya Qie Xumao melepaskan energi pedang berjumlah besar. Segera Feng Lao membuat pelindung tak kasat mata menggunakan aura tubuhnya untuk melindungi Paviliun Pedang Langit dari kerusakan.


“Biarkan aku membantu. Dia muridmu bukan? Namanya siapa?” Dao Tao bertanya.


“Fei Chen.” Feng Lao menjawab.


“Fei Chen. Rasanya aku pernah mendengar nama ini di suatu tempat.” Dao Tao memejamkan matanya dan memegang dagunya. Dia baru mengingat jika Fang Huo pernah menyinggung nama Fei Chen karena tertarik menjadikannya murid dan mengajaknya bergabung kedalam Lembah Persik.


“Oh, jadi dia yang dimaksud Saudara Fang?!” Dao Tao tersenyum melihat Fei Chen yang melepaskan energi pedang.


“Hmm?” Feng Lao mengangkat alisnya karena melihat Dao Tao tertarik pada Fei Chen.


Terlihat Fei Chen dan Qie Xumao sudah melepaskan energi pedang dan bersiap mengayunkan pedangnya. Sedetik kemudian keduanya bertukar serangan, tidak ada yang percaya jika Fei Chen seimbang dengan Qie Xumao.


Selepas melakukan pertukaran singkat, Fei Chen dan Qie Xumao sudha bersiap melepaskan jurus pedang mereka.


Qie Xumao menggunakan jurus pertama Teknik Pedang Matahari. Terlihat bilah pedang Qie Xumao berwarna merah menyala dipenuhi api.


“Terik Matahari Membakar Bumi!”


Orang yang terkena tebasan ini akan terbakar sampai mati sehingga Qie Xumao tersenyum menyeringai saat melepaskan tebasan pedangnya.


Terlihat Fei Chen bersikap tenang saat bilah pedangnya memancarkan aura berwarna putih.


“Mengoyak Langit!”


Tebasan Fei Chen membelah jurus Qie Xumao. Beberapa detik kemudian gelombang kejut tercipta serta ledakan dan diakhiri dengan sebuah gerakan cepat Fei Chen yang mendaratkan tebasan pada dada Qie Xumao.


Setelah itu barulah Feng Lao menghentikan pertandingan.


“Tidak mungkin...” Qie Xumao memegang dadanya yang terluka. Tidak pernah dia sangka akan kalah dari seorang bocah.


“Sesuai janji, aku akan meninggalkan sekte ini. Aku harap kau tidak menyesalinya, Patriark Feng.” Qie Xumao menatap Feng Lao penuh kebencian sebelum pergi.


“Ayah...”

__ADS_1


“Diam, Laoji‘er! Ada saatnya kita membalas perbuatan mereka!” Qie Xumao membanting gerbang Paviliun Pedang Langit dengan keras saat meninggalkan Paviliun Pedang Langit.


__ADS_2