
PPFC 215 - Kemunculan Ratu Neraka
“Kakak, pedang yang dipegang orang itu adalah Pedang Sembilan Petir!” Sun Ma tersenyum menyeringai menatap Fei Chen yang memandang Raja Naga Iblis Sun Yelong dari bawah.
“Kalau begitu tugasmu telah usai Sun Ma!” Sun Yelong membuka mulutnya dan tak lama tubuh Su Ma terlihat terhisap masuk ke dalam mulut Naga nya.
“Kerja bagus karena telah menjadi mata-mata untukku. Tidak akan kubiarkan kau mengganggu rencanaku... Waahik!” Tiba-tiba Sun Yelong melesat kebawah dengan kecepatan tinggi.
Melihat itu Fei Chen segera menjauh dan menggunakan batas kemampuannya. Melawan Gao Lu Ma, Fei Chen menggunakan Tubuh Raja Neraka hingga mencapai batas dimana dirinya mampu mengendalikan emosional jiwanya.
“Pedang Sembilan Petir ya? Jangan seenaknya menyimpulkan keparat! Apa kau tidak mengetahui bagaimana tekanan diriku untuk menggunakan pedang itu?!” Fei Chen berteriak bersamaan dengan aura berwarna emas yang membelah langit dan masuk ke dalam tubuhnya.
“Namamu Fei Chen bukan? Aku beri satu tawaran padamu. Jadilah bawahanku, maka kau bisa bertindak sesukamu,” ucap Sun Yelong kepada Fei Chen.
“Menjadi bawahanmu? Aku tidak sudi! Justru sebaliknya, apa kau tidak ingin menjadi bawahanku?!” Jawaban Fei Chen membuat Sun Yelong terbang mengudara sebelum menyemburkan bola api dari mulutnya.
Mata Fei Chen melebar karena bola api yang mengarah padanya ini seukuran gunung. Kini dirinya menggunakan kemampuan Tubuh Dewa Naga dan tidak bergantung pada Tubuh Raja Neraka karena jumlah Qi dalam tubuhnya telah terkuras habis.
Berkat Tubuh Dewa Naga, Qi dalam tubuhnya berangsur-angsur memenuhi tubuhnya dalam sekejap, namun dengan cara ini Fei Chen tidak akan bisa menggunakan Qi selama dua minggu lebih bahkan kemungkinan dia tidak bisa menggunakan Qi selama sebulan.
Fei Chen menarik nafas panjang dan mengolah Seni Nafas Naga Petir lalu melompat ke udara menghalau semburan bola api Sun Yelong.
Bilah Pedang Raja Neraka berubah warna menjadi ungu bercampur hitam dengan kilatan petir yang terus menyambar.
“Waahik! Kau dapat memotong apiku?!” Sun Yelong terbang lebih cepat dan mengeluarkan sambaran petir dari tubuhnya.
Fei Chen menangkisnya dan mempersingkat jarak. Keduanya nampak melakukan pertukaran serangan dan seimbang.
‘Bukankah dia adalah Lima Raja Iblis Agung?’ Fei Chen membatin karena dibandingkan Gao Lu Ma, sosok Sun Yelong lebih lemah.
Fei Chen sendiri tidak mengetahui jika Sun Yelong tengah dalam kondisi terlemahnya saat mabuk. Namun anggapannya kepada Sun Yelong tidak berlangsung lama.
“Tidak buruk juga. Coba melarikan diri dari serangan ku ini... Waahik!” Kali ini Sun Yelong menyemburkan api lebih besar dari sebelumnya dan membuat Lembah Sunyi hancur lebur.
“Bulan Api!”
__ADS_1
Fei Chen mendecakkan lidahnya dan langsung mengalirkan Qi pada pedangnya untuk mengambil semburan api tersebut.
“Seni Pedang Raja Naga...”
Untuk pertama kalinya Fei Chen menggunakan teknik pedang yang dia ciptakan sendiri. Jurus yang digunakannya ini berbeda dari jurus-jurus yang selama ini dia gunakan.
“Melahap Langit!”
Walaupun tebasannya mampu memotong dua bola api yang besarnya melebihi gunung itu menjadi dua bagian, namun tetap saja dampak kerusakan sangat besar bahkan tebasan Fei Chen barusan seolah-olah memotong langit.
Sun Yelong langsung mendekat dan Fei Chen juga bertindak demikian. Keduanya melepaskan satu serangan yang saling bertabrakan dan menimbulkan ledakan besar.
Tubuh Fei Chen terpental dan Sun Yelong berusaha melilitnya, namun Fei Chen secepat kilat mengayunkan pedangnya hendak memotong ekor Sun Yelong yang sekarang dalam wujud Naga.
Trang!
“Tidak mempan bocah!” Sun Yelong menggerakkan ekornya dan mengenai perut Fei Chen secara telak.
Walaupun telah melindungi tubuhnya dengan Qi tetap saja Fei Chen merasakan dampak yang mengerikan karena suara tulang retak menggema, disusul mulut Fei Chen yang menumpahkan banyak darah.
“Waahik! Ternyata selemah ini bocah yang menemukan Pedang Sembilan Petir!” Sun Yelong terbang mengudara ke langit sambil berkata demikian.
“Ratu Neraka!”
Fei Chen yang berada dibawah sana hanya mengerutkan keningnya. Sekarang tubuhnya benar-benar terasa remuk, dirinya dikalahkan secara telak oleh Sun Yelong yang sekarang dalam kondisi terlemahnya.
‘Ratu Neraka? Apa yang Naga itu bicarakan?!’ Fei Chen memegang perutnya dan terus mengalirkan Qi.
“Tindakan kalian sudah terlalu jauh! Kau dan Mao Gang telah melewati batas! Sudah seratus tahun semenjak Era Kekacauan itu! Kalian bahkan melanggar peraturan Tujuh Raja Iblis Agung!”
Suara seorang wanita terdengar. Fei Chen menatap keatas dan menemukan ada bayangan perempuan yang melayang di udara.
“Salahkan dirimu karena terlalu lemah Ratu Neraka!” Sun Yelong hendak menyerang wanita tersebut namun ditahan oleh kedua wanita yang muncul secara tiba-tiba.
Kedua wanita itu muncul dari bayangan tubuh wanita bernama Ying Xie yang dipanggil Ratu Neraka oleh Sun Yelong.
__ADS_1
“Hua Ying! Shu Zhui! Hentikan!” seru lantang Ying Xie menggema disusul dengan kemunculan Phoenix berwarna merah dan Phoenix berwarna biru.
“Yun Shang! Dan Jin! Waahik! Apa yang kalian lakukan disini?! Bukankah aku sudah katakan untuk membangun kembali Menara Naga Kuno?!” Sun Yelong terlihat hendak mengamuk saat mengetahui dua bawahannya membuntuti dirinya.
“Tuan Yelong, kami sudah menemukan keberadaan Putri Minha. Sepertinya beliau ingin anda segera pulang.” Phoenix berwarna biru yang bernama Yun Shang menjawab.
Sementara Phoenix berwarna merah menatap tajam Yun Shang karena mengetahui rekannya itu berbohong.
‘Kenapa kau berbohong Yun Shang?! Jika Tuan Yelong mengamuk di Onigawara maka akan menjadi bencana besar!’ Melalui telepati Phoenix berwarna merah yang bernama Dan Jin bertanya.
Yun Shang menjawab, ‘Situasi ini sudah sangat parah. Beliau mabuk dan menghancurkan Menara Naga Kuno bahkan membuat keributan dengan membunuh beberapa bawahan Xiao Ho Chi dan Heng Long. Pertemuan Lima Raja Iblis Agung akan dipenuhi kekacauan. Kita harus membawa beliau dengan segala cara.’
Dan Jin terdiam dan mengikuti perkataan Yun Shang. Keduanya berhasil meyakinkan Sun Yelong dan kembali ke Kekaisaran Kai menggunakan portal teleportasi yang dimiliki Sun Yelong.
Selepas kepergian Sun Yelong, Fei Chen duduk diatas batu dan dikelilingi lima hewan yang sudah dia jinakkan. Terlintas didalam pikirannya untuk menggunakan energi kehidupannya.
“Naga Giok dan Kera Langit...” Fei Chen menggumam pelan karena berniat menggunakan energi kehidupannya pada Naga Giok dan Kera Langit.
Saat Fei Chen meratapi perbandingan jauh antara dirinya dengan Lima Raja Iblis Agung, Jia Li dan Yin Jinxia mendekat.
“Chen‘gege, apa kau baik-baik saja?”
“Chenchen, kau terluka parah!”
Fei Chen menatap kedua gadis yang khawatir padanya dan tersenyum tipis, “Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kalian berdua?”
“Kami baik-baik saja, lebih baik kau khawatirkan dirimu!” Jia Li mengetahui kondisi Fei Chen karena pemuda itu memaksakan dirinya ke batas kemampuan tertingginya.
Saat Fei Chen sedang diperiksa kondisi tubuhnya oleh Jia Li dan Yin Jinxia, Ying Xie sedang membicarakan sesuatu dengan dua orang kepercayaannya.
“Jadi dia adalah sosok baru... Raja Neraka...” Ying Xie menatap rumit Fei Chen.
“Dia seperti orang yang aku tipu... Mmmm... Sepertinya aku salah orang.” Sementara itu Hua Ying bergumam pelan.
“Dasar wanita murahan!” Shu Zhui mencibir dan membuat Hua Ying menatapnya tajam.
__ADS_1
“Apa yang kau katakan barusan hah?!” Hua Ying membalas sengit dan keduanya saling menatap tajam satu sama lain.
Saat keduanya berdebat, Ying Xie segera mengajak keduanya kembali dan pergi melewati portal teleportasi.