
PPFC 132 - Jurus Darah Iblis
[San Zhu, Ratu Alam Merah, Umur 30 Tahun] [Sumber : Pinterest]
Sekitar lima ratus meter dari Ibukota Mafei, Fei Chen dan Su Xiulan menemukan dua orang yang dirasakan aura tubuh mereka. Dua orang itu tidak lain adalah Situ Qi dan San Zhu.
“Aku tidak menduga Ma Zhangsun akan mati. Terlebih dia mati oleh pemuda bermarga Fei.” Situ Qi menatap Fei Chen tajam sebelum melepaskan Qi yang meluap-luap dari dalam tubuhnya.
“Akan ku balaskan kematian Senior Kang!” Situ Qi mengetahui jika pemuda dihadapannya adalah Fei Chen karena ciri-ciri pemuda itu sama persis dari yang dibicarakan.
“San Zhu, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu kembali. Apa kau sekarang menjadi budak Raja Iblis Mao Gang?” Su Xiulan menatap wanita yang memegang payung dan mengenakan gaun berwarna merah muda.
“Aku membencimu, Su Xiulan sialan! Kau sama sekali tidak membantuku dan pergi begitu saja!” San Zhu menatap geram Su Xiulan sebelum akhirnya kedua wanita itu melompat keatas dan saling melepaskan serangannya.
‘Xiu‘er mengenalnya... Dia benar-benar misterius dan tidak terduga...’ Fei Chen menggelengkan kepalanya sebelum menghindari tebasan petir.
“Bagaimana jika kita bertarung sama seperti mereka?” Fei Chen akhirnya menarik Pedang Raja Neraka dan menatap dingin Situ Qi.
“Itu yang kumau! Akan ku perlihatkan padamu kekuatan dari seorang yang mendekati Pendekar Dewa!”
Setelah berkata demikian Situ Qi menghilang dari pandangan Fei Chen dan sudah berada disamping pemuda tersebut.
‘Kecepatannya luar biasa...’ Fei Chen tanpa sadar tersenyum lebih lebar dari senyuman tipis khasnya.
Menyadari bahwa kecepatan Situ Qi melebihi perkiraannya membuat Fei Chen bersemangat. Pemuda itu melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar sambil mengolah pernapasan.
“Aura Zirah Naga Petir!”
Dengan kecepatan tinggi keduanya saling bertukar serangan bahkan gerakan keduanya tidak bisa diikuti oleh mata.
Situ Qi yang awalnya penuh percaya diri dapat membunuh Fei Chen menjadi berpikir dua kali untuk meremehkan kemampuan pemuda itu.
Pertukaran kedua tebasan yang dilapisi petir ini berlangsung lama sebelum akhirnya Fei Chen merasakan kejanggalan pada tubuhnya. Menggunakan ilmu Dewa Naga saat menggunakan Pedang Raja Neraka membuat tubuhnya merasa rasa sakit dan nyeri.
__ADS_1
“Gerakanmu melambat, bocah!” Situ Qi berhasil mendaratkan goresan didada Fei Chen.
“Tidak buruk...” Fei Chen menatap dingin Situ Qi sebelum bergerak cepat kedepan sambil mengayunkan pedangnya.
Petir berwarna ungu menghilang secara perlahan dan berubah menjadi api. Kali ini Fei Chen melepaskan energi pedang dan Qi secara bersamaan begitu juga dengan Situ Qi.
Permainan pedang Fei Chen kali ini tidak se agresif sebelumnya dan membuat alis Situ Qi mengkerut berulang kali.
‘Dia berhasil kupaksa hingga ke posisi bertahan tetapi perasaan apa ini?’ Situ Qi terus melayangkan tebasan pedang yang dipenuhi Qi.
Setiap tebasannya membuat kehancuran namun tetap saja tidak mengenai Fei Chen secara fatal.
Meskipun dalam posisi bertahan tetapi Fei Chen berhasil menangkis setiap serangan yang dilepaskan Situ Qi. Fei Chen kembali melepaskan negeri pedang lebih besar dari sebelumnya lalu melayangkan satu tebasan tajam kearah Situ Qi.
“Jurus Kedua Pedang Raja Neraka...”
“Penakluk Malam!”
Situ Qi reflek menghindar namun tetap saja dia dikejutkan dengan hutan dibelakangnya yang hancur dan terbakar.
Keduanya melakukan pertukaran serangan yang hebat sebelum akhirnya nafas Situ Qi mulai putus-putus tidak bisa mengimbangi pergerakan stabil Fei Chen.
“Sepertinya sudah berakhir...”
Fei Chen menarik nafas panjang dalam satu kali tarikan nafasnya sebelum akhirnya dia menghilang dari pandangan Situ Qi.
“Jurus Pertama Pedang Raja Neraka...”
“Tarian Api Neraka!”
Situ Qi menangkis tebasan tajam pedang Fei Chen namun tetap saja dia kehilangan tangan kirinya bahkan lebih parahnya badannya ikut terkena tebasan yang dipenuhi api tersebut.
“Kau melakukannya! Kau benar-benar melakukannya bocah!” Situ Qi meringis kesakitan dan meronta keras sebelum akhirnya pria itu menotok tubuhnya sendiri.
“Jurus Darah Iblis!”
__ADS_1
Pendarahan ditangan kiri Situ Qi berhenti dan perlahan tubuh pria itu berubah menjadi merah darah begitu juga dengan rambutnya.
‘Aura ini sama seperti Kaisar Keparat itu!’ Fei Chen mengingat perubahan Ma Zhangsun.
Yang lebih mengejutkan adalah tangan kiri Situ Qi yang tumbuh kembali dalam hitungan satu menit.
“Aku akan membunuhmu dan memberi beliau kepalamu sebagai hadiah bocah!”
Fei Chen menajamkan matanya saat merasakan aura disekitarnya berubah dan benar saja sedetik kemudian Situ Qi menghilang dari pandangannya.
‘Jurus Ketiga-’
Fei Chen tidak sempat melepaskan pedangnya saat Situ Qi lebih dulu melayangkan sebuah tebasan dari kejauhan.
“Cih!” Fei Chen menangkis tebasan tersebut sebisa mungkin untuk menetralisir dampak serangannya.
Situ Qi menyeringai lebar, “Tidak kumaafkan! Kau telah memotong tangan kiriku! Kali ini akan kupastikan kedua tanganmu itu terpotong!”
Situ Qi menatap tubuh Fei Chen yang menabrak pohon hingga akhirnya tubuh pemuda itu menghantam bebatuan besar.
‘Jadi ini kekuatannya yang sesungguhnya...’ Fei Chen membatin dalam hati dan mengatur aliran nafasnya, ‘Pertarungan sesungguhnya baru dimulai...’
Sementara itu diatas awan juga terjadi pertarungan yang tidak kalah sengit, namun pertarungan itu dimenangkan Su Xiulan dengan mudah saat selendang Su Xiulan berhasil mengikat tubuh San Zhu.
“Berhenti menghinaku, San Zhu! Lebih baik kita melihat perkembangan Suami manisku. Aku yakin dia dapat membunuh Xiao Ho Chi.”
Mendengar ucapan Su Xiulan membuat San Zhu melepaskan seluruh kekuatannya namun tetap saja tindakannya tidak berarti sama sekali dimata Su Xiulan.
“Jadi dia suamimu ya? Tampan dan muda bukan? Aku akan merebutnya darimu sebagai balasan atas perbuatanmu padaku selama ini...” San Zhu tersenyum menyeringai dan membuat Su Xiulan melepaskan aura pembunuh.
“Kau goda dia sedikit saja, aku akan menghancurkan dua pegunungan ini!” Tanpa ragu Su Xiulan meremas dada San Zhu hingga wanita menjerit kesakitan.
“Aaaahhh! Jangan mencubitnya! Kau! Su Xiulan Sialan- Aaaahhh!”
“Rasakan ini!”
__ADS_1
“Aaaahhh!”