Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 82 - Iblis Bunga Mawar, Hu Baohen.


__ADS_3

PPFC 82 - Iblis Bunga Mawar, Hu Baohen.


Pada saat yang sama dua orang pria sepuh datang dari depan gerbang depan Lentera Bunga Persik bersama ribuan pasukan bersenjata Kekaisaran Yang serta ratusan pendekar Tujuh Bunga Iblis.


“Kekaisaran Chu telah bersaing lama dengan Kekaisaran Yang dan Kekaisaran Jia. Sekarang Kekaisaran ini benar-benar sudah binasa. Sebenarnya aku tidak tega, tetapi tidak salahnya kita merampas harta dan wanita yang ada didalam sana.” Salah satu pria sepuh yang memiliki tanda bunga mawar di lehernya seperti tato tersenyum menyeringai sambil menatap Qiao Mi dan pendekar perempuan Lentera Bunga Persik.


“Aku dengar mereka semua masih perawan Tetua Hu. Lihat wanita yang berada paling depan itu. Bukankah tubuhnya sangat menggairahkan terlebih dia masih perawan.” Pria sepuh lainnya tersenyum menyeringai. Sama halnya dengan pria sepuh pertama, pria sepuh ini memiliki tanda bunga di lehernya namun tanda itu adalah bunga tulip.


“Tetua Gung, siapa yang menaklukkan wanita paling banyak maka dia yang akan mendapatkan keperawanannya. Berani bertaruh denganku?” Pria sepuh yang memiliki tanda bunga mawar di lehernya dan bernama Hu Baohen menantang.


Pria sepuh lainnya yang bernama Gung Taiji yang memiliki tanda bunga tulip di lehernya menerima tantangan dari pria sepuh bernama Hu Baohen.


“Siapa takut? Aku akan melumpuhkan banyak wanita dan memuaskan mereka!” Gung Taiji melompat keatas langit dan duduk dengan santainya melayang di udara.


Sementara itu Hu Baohen menarik pedangnya yang berwarna emas sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi menuju Qiao Mi.


“Semuanya dengarkan aku! Hancurkan Lentera Bunga Persik tapi berusahalah agar tidak membunuh wanita-wanita disana! Jika kondisinya tidak memungkinkan, kalian bisa membunuhnya!”


Hu Baohen berseru lantang disambut dengan teriakan pasukan bersenjata Kekaisaran Yang dan pendekat Tujuh Bunga Iblis.


“Tidak semudah itu menghancurkan kami!” Qiao Mi melepaskan aura pembunuh dan bergerak cepat menyambut serangan Hu Baohen.


Kedua pedang bersentuhan. Pedang Qiao Mi memancarkan cahaya berwarna ungu sedangkan Hu Baohen berwarna emas.


“Seperti yang dirumorkan...” Hu Baohen tersenyum menyeringai sebelum melepaskan satu tebasan yang bergemuruh dilapisi petir berwarna emas.

__ADS_1


Qiao Mi sudah menyambutnya dengan sekuat tenaga namun daya hancur tebasan pedang Hu Baohen membuat tubuhnya terpelanting kebelakang.


“Jika kemampuan kalian seperti ini maka kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan kami!” Hu Baohen berkata penuh percaya diri.


Menurut Mo Cengfu dan Zin Mo, kemampuan Fei Chen setara dengan Liang Chen yang berada pada tahap menengah Pendekar Langit. Sementara Hu Baohen dan Gung Taiji baru saja menerobos puncak Pendekar Langit.


“Panggil pemimpin bocah yang kalian ikuti itu jika ingin selamat!” Hu Baohen melepaskan energi pedangnya membuat pertukaran serangan itu menjadi berat sebelah.


Qiao Mi merapatkan giginya karena menyadari Hu Baohen bisa saja membunuhnya, namun pria sepuh itu menahannya.


Hu Baohen mencari celah untuk melumpuhkan Qiao Mi. Hingga akhirnya celah Qiao Mi terlihat dan dengan cepat wanita dewasa itu melepaskan tenaga dalam berjumlah besar.


“Tarian Bunga Persik!”


Qiao Mi hampir saja terkena tusukan halus pedang Hu Baohen yang mengincar titik meridiannya.


“Mulutmu itu sepertinya harus diberi pelajaran!” Hu Baohen menyambut serangan Qiao Mi dan memperhatikan sekitarnya.


“Bukankah pertarungan ini berat sebelah?”


Hu Baohen menyinggung pendekar Lentera Bunga Persik yang kewalahan menghadapi gempuran pasukan bersenjata Kekaisaran Yang maupun pendekar Tujuh Bunga Iblis.


‘Ini!’ Qiao Mi terkejut bukan kepalang banyak pendekar perempuan yang telah dikalahkan.


“Alunan Melodi Kesunyian... ” Gung Taiji bergumam pelan sambil mengamati pertarungan antara Hu Baohen melawan Qiao Mi.

__ADS_1


Tak lama suara seruling memenuhi halaman depan Lentera Bunga Persik. Terlihat alunan nada yang sendu membuat hati merasakan kesunyian dan tubuh menjadi melemas.


“Kenapa tiba-tiba aku merasa lemas?” Qiao Mi heran saat menyerang Hu Baohen, serangannya tidak bertenaga seperti sebelumnya.


Hu Baohen tertawa, “Rasakan ini!” Titik-titik meridian Qiao Mi dilumpuhkan Hu Baohen.


“Tetua Hu! Aku yang telah melemahkannya dan kau seenaknya menyerang wanita itu!” Gung Taiji berteriak penuh kekesalan kepada Hu Baohen.


“Tetap saja aku yang melumpuhkannya. Saatnya aku membawa wanita ini-”


Saat Hu Baohen berjalan mendekati Qiao Mi, seekor harimau berwarna emas dan elang berwarna emas menyerangnya.


“Tidak akan kubiarkan kau menyentuh Ketua Qiao!” Terlihat Hua Ruyun mengendalikan aura tubuhnya dan memanipulasinya menjadi senjata bertarungnya.


Bersamaan dengan Hua Ruyun yang menghentikan pergerakan Hu Baohen, tubuh Hu Baohen tiba-tiba dililit akar-akar pepohonan dan kedua kakinya dicengkeram oleh telapak tangan yang terbentuk dari tanah.


“Ketua Qiao, kami datang membantu!”


Terlihat dua wanita yang memiliki kemampuan memanipulasi aura seperti Hua Ruyun datang. Keduanya juga merupakan mantan Tetua Istana Bunga Persik.


“Benar-benar wanita-wanita yang harus diberi pelajaran!” Hu Baohen terlihat geram.


“Justru kaulah yang harus diberi pelajaran!”


Sebuah tapak yang membentuk kepala harimau berwarna biru menghantam perut Hu Baohen dengan telak.

__ADS_1


“Ruyun, Ziwei, Riu, Shinhwa? Kalian berempat...” Qiao Mi tersenyum melihat empat rekannya berhasil mengalahkan beberapa pasukan bersenjata Kekaisaran Yang ataupun pendekar Istana Bunga Iblis.


__ADS_2