
PPFC 201 - Perubahan Jia Li Dan Yin Jinxia
Disaat Yin Jinxia sudah bergerak menuju ke arah utara, Jia Li yang bergerak ke wilayah selatan bertemu dengan sejumlah gerombolan Binatang Iblis. Jia Li menarik nafas panjang dan segera memainkan pedangnya.
‘Aku justru terjebak ke dalam sarang Serigala Berbulu Perak! Sepertinya jumlah mereka sangat banyak...’ Jia Li membatin saat kabut yang menghalangi jarak pandangnya mulai menghilang.
Jia Li mencoba beberapa gerakan menggunakan Qi dan dia terkejut karena Qi terasa lebih ringan dari tenaga dalam. Terlebih daya serangan yang dihasilkan lebih besar dampaknya.
Jia Li semakin bersemangat dan mulai melepaskan energi pedang berjumlah besar. Kali ini serangannya lebih efisien dan dia telah menghabisi sekitar lima puluh Serigala Berbulu Perak yang berada pada tahap langit Binatang Iblis.
Sejenak Jia Li melepaskan aura pembunuh seraya memperhatikan Serigala Berbulu Perak yang terus berdatangan. Mengingat perkataan Fei Chen mengenai Guncangan Buas, Jia Li tersenyum karena Lembah Sunyi merupakan sarang dari berbagai macam Binatang Iblis.
‘Aku akan mencobanya...’ Setelah menyambut serangan Serigala Berbulu Perak, Jia Li memainkan pedangnya lebih cepat dari sebelumnya.
Pergerakannya lembut namun tebasannya sangat mematikan. Ayunannya terlihat begitu cepat padahal Jia Li mengayunkan pedangnya dengan lembut.
“Semua pergerakan Serigala Berbulu Perak terlihat melambat...” Jia Li terkejut dan dia menyadari bukan pergerakan Serigala Berbulu Perak yang melambat, melainkan dirinya yang semakin cepat.
“Ilmu Dewi Pedang...”
__ADS_1
Cahaya berwarna merah muda muncul disekitar pedang Jia Li sebelum gadis itu bergerak begitu cepat seolah-olah menghilang. Bersamaan dengan pergerakan Jia Li yang tidak bisa diikuti oleh mata, tubuh Serigala Berbulu Perak terpotong satu demi satu.
“Teknik Hasrat Kematian — Cinta Pandangan Pertama!”
Lolongan Serigala Berbulu Perak menggema, segera Jia Li menghabisi seluruh Serigala Berbulu Perak dalam satu tempat. Mengetahui dirinya tidak kehabisan stamina seperti dulu membuat senyumannya nampak indah diwajah cantiknya.
‘Aku akan mengambil semua ini.’ Jia Li berniat menggunakan Permata Iblis untuk meningkatkan kemampuannya dan memberikan daging Serigala Berbulu Perak pada para penduduk yang kelaparan di Kekaisaran Jia.
Jia Li sudah mengetahui identitasnya dan dia sudah bertemu dengan Jia Minji. Setelah mengobrol panjang akhirnya Jia Li mengetahui jika mendiang Ibunya dan Jia Minji tidak memiliki hubungan darah mengingat Jia Minji adalah anak dari keluarga pelayan yang terbunuh oleh perampokan.
Walaupun terlahir dari keluarga pelayan, tetapi Ibu Jia Minji merupakan salah satu pendekar yang mengalami lumpuh dan menikah dengan pelayan Kekaisaran Jia. Kecantikan Jia Minji membuatnya di kenal sebagai keturunan bangsawan dan bukan dari keluarga pelayan.
Bahkan secara terang-terangan, Jia Minji mengatakan kepada Jia Li jika dirinya telah menjadi Permaisuri Fei Chen karena pemuda itu akan memimpin Kekaisaran Jia bersama-sama.
Dalam perjalanan Jia Li tidak menemukan markas Lentera Iblis Tunggal. Pada akhirnya dia selalu bertemu dengan Binatang Iblis sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi ke arah utara.
Sesampainya di wilayah utara Jia Li melihat Yin Jinxia bertarung dengan hebat melawan Belalang Api. Terlihat pertarungan itu didominasi oleh Yin Jinxia yang membekukan hutan dengan mudahnya.
Hanya dengan keinginan hatinya saja, Yin Jinxia dapat membekukan seluruh benda ataupun makhluk hidup yang berada di jangkauan aura tubuhnya. Kemampuannya benar-benar telah meningkat pesat karena berhasil mengendalikan Nadi Es.
__ADS_1
“Sepertinya dia tidak membutuhkan bantuanku...” Jia Li melompat ke atas pohon tertinggi dan memperhatikan situasi.
Sementara itu Yin Jinxia terus membunuh Belalang Api dalam satu kali tebasan pedangnya sebelum akhirnya dia membekukan seluruh Binatang Api yang bergerak kearah dirinya secara bersamaan.
Setelah memasuki jangkauan aura tubuhnya, seluruh tubuh Belalang Api membeku. Segera Yin Jinxia meremas tangannya seolah-olah ingin menghancurkan sesuatu.
Saat itu juga es yang membekukan tubuh Belalang Api hancur berkeping-keping dengan cipratan darah yang membeku. Jia Li yang melihat itu hanya tertegun karena keanggunan Yin Jinxia dalam bertarung seolah-olah gadis itu sangat hemat menggunakan tenaganya.
“Lili, apa yang kau lakukan disini? Bukankah kita sepakat membagi tugas?” ucap Yin Jinxia sembari menatap keatas.
Jia Li turun dan tersenyum sambil menepuk pundak Yin Jinxia.
“Aku sudah menyusuri semuanya...”
“Hah? Tidak, kau melewati jalan pintas menuju utara dan kau harus tau kita baru berpisah beberapa jam yang lalu.” Yin Jinxia menggelengkan kepalanya karena mengetahui Jia Li belum menyusuri wilayah selatan sepenuhnya.
“Lagian aku tidak bertemu dengan Pendekar Lentera Iblis Tunggal dan hanya bertemu hewan buas, hewan buas dan hewan buas...” Jia Li menggerutu dan mengembungkan pipinya karena mengetahui Yin Jinxia marah padanya.
Akhirnya Yin Jinxia menghela nafas panjang dan mengajak Jia Li untuk menyusuri wilayah utara bersama-sama.
__ADS_1
“Sebaiknya kita bersama-sama mencari markas mereka. Jika tidak ada di utara, kita akan ke selatan.” Yin Jinxia menjelaskan dan Jia Li hanya mengangguk sambil memeluk Yin Jinxia dari belakang dan menempelkan pipi mereka berdua.
“Xiaxia, mari kita pergi!”