
PPFC 336 - Gagak Hitam
Beberapa desa yang tidak jauh dari Ladang Yasai terlihat makmur karena di sekitar desa tersebut terdapat lahan sayuran dan buah-buahan serta peternakan hewan. Namun kondisi penduduk desa disana jauh dari kata sejahtera bahkan sangat ironis.
Para penduduk dipaksa untuk memberikan hasil pertanian dan peternakan mereka untuk Kerajaan Binatang Buas, sedangkan para penduduk hanya menikmatinya sisa-sisa saja.
Ditengah situasi pelik itu beberapa hari sekali para penduduk mendapatkan kiriman daging, sayuran segar serta buah-buahan yang nikmat. Orang yang mengirim makanan secara cuma-cuma itu dikenal sebagai Pencuri Malam dan belum bisa ditangkap oleh kelompok Gagak Hitam hingga sekarang.
“Terimakasih Pencuri Malam...”
“Ini adalah berkah, kita harus menghabisinya sebelum orang-orang dari Gagak Hitam datang.”
Para penduduk pun mulai menikmati hasil curian sang Pencuri Malam dengan wajah sumringah. Sangat jarang mereka bisa memakan makanan seenak ini setelah Kekaisaran Kai jatuh dibawah kekuasaan Shogun Raido.
Ditengah kebahagiaan itu para penduduk di kejutkan dengan kedatangan dua puluhan samurai dari Gagak Hitam. Terlihat dua puluh samurai ini tersenyum menyeringai dan beberapa dari mereka terlihat tidak suka saat melihat para penduduk menikmati makanan segar dan enak.
“Siapa yang mengizinkan tahanan desa seperti kalian menikmati ini?!” teriak salah satu samurai Gagak Hitam.
“Ini pasti ulah Pencuri Malam keparat itu! Jika aku menemukannya aku pasti akan membunuhnya dengan sadis,” ucap samurai Gagak Hitam yang lain.
Para penduduk nampak ketakutan saat para samurai Gagak Hitam merampas makanan yang diberikan Pencuri Malam. Bukannya memberikan perlawanan, para penduduk justru diam ketakutan saat para samurai menginjak-injak makanan bahkan merebut buah-buahan segar dari tangan mereka dan memakannya dengan lahap dihadapan mereka semua.
“Kalian tahu bukan jika Shogun mengetahui hal ini? Upeti yang harus dibayar kepada Tuan Sun Yelong harus selalu tepat waktu atau kalian semua ingin salah satu dari kalian mati?!” teriak salah satu samurai Gagak Hitam berbadan kekar.
Samurai tersebut menatap para penduduk desa yang pria ataupun perempuan. Ternyata Gagak Hitam mengancam semua orang yang telah berkeluarga agar jangan menentang perintah Shogun Raido ataupun Sun Yelong. Peraturan yang dibuat Shogun Raido harus dipatuhi dan siapapun yang melanggarnya akan dihukum.
Hukumannya yakni membuat semua orang di desa ketakutan karena salah satu dari anggota keluarga mereka akan dijadikan bahan percobaan pasukan binatang buas Sun Yelong.
“Atau kalian ingin menjadi bahan percobaan prajurit binatang buas?!”
__ADS_1
Para samurai Gagak Hitam menebar ancaman dan memberi peringatan pada para penduduk. Terlihat para samurai Gagak Hitam terlihat sangat berkuasa dan menekan para penduduk, bahkan beberapa dari mereka dengan kurang ajarnya memeluk dan meraba tubuh gadis ataupun istri dari para penduduk.
“Diam dan nikmati! Atau kami akan melaporkan hal ini pada Shogun!” Para samurai Gagak Hitam mengancam.
Wusssshhhh....
Saat para samurai Gagak Hitam melakukan tindakan yang tidak beretika, hembusan angin kencang menerpa tubuh mereka diiringi suara hentakan kaki yang terdengar begitu lembut.
“Benar-benar ironis dan mengerikan. Aku tidak menyangka melihat hal seperti ini.”
Mendengar suara seseorang dan melihat seseorang yang mengenakan topeng iblis berwarna hitam, sontak saja para samurai Gagak Hitam langsung berhamburan dan menjaga jarak.
“Onigari!”
“Bagaimana dia bisa muncul disni?!”
Para samurai Gagak Hitam langsung menarik katana mereka yang tersarung rapi. Sedangkan pria yang dipanggil Onigari berdiri dengan tenang sambil mengamati.
Terlihat dari serangan para samurai Gagak Hitam jika mereka bukanlah amatir melainkan sudah terbiasa membunuh seseorang. Namun dihadapan Fei Chen, semua pergerakan mereka dan arah tebasannya dapat terlihat jelas.
Tanpa mengeluarkan Pedang Raja Neraka, Fei Chen sudah membunuh seluruh samurai Gagak Hitam yang menyerangnya. Fei Chen memeriksa barang bawaan para samurai, namun semua barang bawaan para samurai sama sekali tidak berarti untuknya sehingga Fei Chen melakukan hal seperti biasanya yakni membakar tubuh dua puluh samurai Gagak Hitam menggunakan api hitam.
Para penduduk sudah menjauh semenjak pertarungan terjadi, namun sekarang mereka terlihat sangat ketakutan sampai berlarian menuju luar desa.
“Apa topengku terlalu menyeramkan?” Fei Chen mengerutkan keningnya dari balik topang lalu menoleh keatas.
“Pemanasan selesai, saatnya menghancurkan Gagak Hitam.” Fei Chen melompat ke atas punggung Fengxue setelah berkata demikian.
Para penduduk desa menatap kepergian Fei Chen dengan kebingungan. Mereka mengira Fei Chen akan merampas atau membunuh mereka, namum Fei Chen melakukan tindakan sebaliknya.
__ADS_1
“Apakah dia Onigari? Sepertinya dia adalah musuh Shogun.”
Para penduduk yang melihat hal ini tersenyum karena mengira sosok Fei Chen adalah seorang samurai hebat yang berniat membalas dendam.
Fei Chen sendiri mendapatkan dimarahi Ichiba karena melakukan hal seenaknya saja.
“Kau menolong mereka dan membunuh orang seenaknya saja! Nyawa manusia tidak penting dimatamu bukan?” Ichiba sendiri terlihat tidak sependapat dengan pemikiran Fei Chen yang terlihat ingin menolong orang lain.
Ichiba yang mengetahui Hirataka dimanfaatkan karena menolong dan mempercayai orang lain membuatnya seperti ini, terlebih dirinya terkena imbasnya dan harus menderita tentu saja semua itu menyebabkan trauma berat bagi seorang wanita.
“Aku hanya pemanasan itu saja Nyonya. Sebenarnya aku kesal karena aku merasa selalu salah dimatamu, Nyonya. Daripada aku melampiaskan kekesalanku padamu, lebih baik melampiaskan kekesalanku pada orang-orang itu.” Fei Chen dengan santai membalas dan membuat Ichiba diam.
“Lagipula dengan ini aku mengurangi pasukan musuh. Nyonya, tujuanku selanjutnya adalah ladang luas didepan sana. Aku akan menghancurkan Gagak Hitam, jadi jangan jauh-jauh dariku ataupun burung ini.” Fei Chen menatap Ichiba tajam dari balik topengnya dan membuat lawan bicaranya itu mengangguk tanpa sadar.
Ichiba sendiri tidak ingin terlibat dengan Fei Chen, namun dia takut jika berkeliaran sendirian dirinya akan ditangkap Yoshimitsu dari Organisasi Sakura Darah.
Keinginannya untuk bunuh diri juga mulai memudar karena mengetahui Fei Chen tidak akan membiarkan dirinya melakukan itu.
“Akhir-akhir aku banyak bicara... Sepertinya aku benar-benar belum bisa menerima semua ini...” Fei Chen berbicara sendiri dan tersenyum kecut dari balik topengnya.
Ichiba yang mendengar ini menjadi merasa kasihan. Wanita ini akhirnya menyadari bahwa kematian Hirataka ataupun orang-orang yang bekerjasama dengannya membuat pemuda tanggung itu sangat terpukul.
“Ada apa Nyonya? Kenapa kau terus-menerus menatapku?” Fei Chen yang sadar bahwa dirinya ditatap Ichiba bertanya.
Ichiba memalingkan wajahnya, “Siapa yang menatapmu? Aku sedang melihat kedepan dan bukan menatapmu.”
Fei Chen mengerutkan keningnya dan tidak menanggapi ucapan Ichiba.
‘Mengumpulkan pasukan sebanyak mungkin sebelum memulai penyerangan. Aku akan memastikan mendapatkan banyak pasukan di Negeri Api ini.’ Batin Fei Chen sudah memikirkan rencananya sendiri setelah kematian Hirataka.
__ADS_1
‘Hirataka, apa kau melihatku darisana?’ Fei Chen tersenyum kecut dan membatin sambil menatap sebuah permukiman di tengah ladang yang luas.
Permukiman yang seperti kota kecil itu adalah markas Gagak Hitam. Fei Chen pun menjelaskan kepada Ichiba mengenai tujuan dirinya kemari lalu kembali turun dari punggung Fengxue untuk menjalankan rencananya.