Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 220 - Pertemuan Lima Raja Iblis Agung II


__ADS_3

PPFC 220 - Pertemuan Lima Raja Iblis Agung II


Begitu Shin Yinfeng memulai pertemuan, para Raja Iblis Agung saling menyindir dan berusaha menjatuhkan satu sama lain. Pertemuan ini seharusnya menjadi ruang santai seperti ratusan tahun lalu, namun saat ini telah berbeda. Pertemuan ini dipenuhi dengan tatapan saling mencurigai karena kebangkitan sosok Fei Chen terbilang langka.


“Jadi hanya karena dia telah mencapai Pendekar Dewa Tahap Menengah diusia muda dan menggunakan Qi. Lalu menurutmu diantara kami berlima ada seorang pengkhianat?!”Mo Qiong Shan menjawab lantang dan menatap dingin Shin Yinfeng.


“Bukan begitu maksudku. Aku hanya menebak saja. Tidak ada salahnya kita saling menaruh curiga. Bukankah selama puluhan tahun terakhir ini beberapa dari kalian bekerjasama menjatuhkan Ratu Neraka? Semua itu berhasil dan kalian berusaha menguasai Benua Tujuh Bintang dan Benua Sembilan Petir yang menjadi wilayah kekuasaan wanita itu. Tetapi sejauh ini tidak ada yang berhasil...” Shin Yinfeng dengan santai menatap Mao Gang dan Sun Yelong.


“Bukan hanya itu, sejak aku melengserkan Ayah bodohku itu, kematian Raja Iblis Buas Qi Che juga menyebabkan terjadinya situasi ini.” Shin Yinfeng menyeringai dan membuat Mo Qiong Shan tertawa.


“Bocah, rupanya kau cukup menarik! Kau berniat menyalahkanku? Kau seharusnya menyalahkan Qi Che yang terlalu lemah! Dia mencoba menguasai negeriku, kematian adalah hal yang pantas untuknya! Selama kalian tidak mengusik negeriku! Maka kalian semua aman! ” Mo Qiong Shan memberi peringatan.


Heng Long, Mao Gang, Sun Yelong dan Xiao Ho Chi terlihat masih tenang. Mereka berlima bertukar informasi dan saling memanfaatkan situasi. Tentu saja mereka membicarakan tentang Ying Xie dan Fei Chen.


“Tidak ada yang mengetahui siapa orang kesembilan yang memiliki kekuatan seperti kita. Tetapi sudah dipastikan jika bocah bernama Fei Chen adalah orang kedelapan.” Shin Yinfeng mengetuk jarinya ke meja dan begitu tertarik mendengar cerita tentang Fei Chen.


Mereka semua tidak mengetahui jika istri pertama Fei Chen adalah salah satu orang yang memiliki kemampuan Sembilan Kekacauan Surgawi.


“Aku tidak tertarik dengan Benua Tujuh Bintang ataupun Benua Sembilan Petir. Selama negeri ciptaanku damai, itu sudah cukup. Tidak ada yang lebih menarik melihat orang yang lebih rendah darimu menurut dan takut terhadap dirimu bukan?”


Xiao Ho Chi tertawa setelah berkata demikian. Tidak banyak yang tahu tentang negeri ciptaan Xiao Ho Chi, tetapi semua orang di ruangan tersebut menatap Xiao Ho Chi heran.


“Manusia adalah ternak. Mereka mati tanpa mengetahui apapun. Melihat itu membuatku semakin bersemangat dan hidup. Aku telah membantai beberapa orang yang selamat ratusan tahun lalu. Keturunan mereka telah musnah dan sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan selain kalian semua...” Xiao Ho Chi berbicara pelan lalu mengeluarkan aura mematikan yang langsung ditahan oleh Heng Long.


“Posisi kita disini sama. Tidak ada keuntungan jika kita memulai pertempuran.” Heng Long menegur Xiao Ho Chi karena pria tersebut mengincar Mao Gang.

__ADS_1


“Hahahahaha! Apa kau memiliki masalah denganku Xiao Ho Chi?!” Mao Gang tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun.


“Untuk masalah bocah bernama Fei Chen, aku yang akan mengurusnya! Akan kupastikan bocah itu mati ditanganku!” Sun Yelong memukul meja sebelum berdiri dan berniat meninggalkan ruangan pertemuan.


“Dia berhasil mendapatkan Pedang Sembilan Petir bukan? Ketakutan di wajahmu terlihat jelas Yelong!” Mao Gang menyeringai karena mengetahui apa yang ditakutkan oleh Sun Yelong kepada Fei Chen.


“Takut katamu? Jangan gegabah Mao! Hanya karena kau dapat membuat kekacauan tanpa turun tangan dengan sendirinya kau merasa lebih baik dariku!” Sun Yelong juga menyeringai lebar dan mengubah wujudnya menjadi setengah Naga.


Mao Gang dan Sun Yelong saling menatap tajam satu sama lain sebelum akhirnya Shin Yinfeng bertepuk tangan sekali untuk menenangkan keduanya.


“Lebih baik kita menikmati hidangan yang sedang disiapkan.” Justru ajakan Shin Yinfeng membuat Sun Yelong berjalan keluar ruang pertemuan.


“Yun Shang, Dan Jin, kita pergi! Selera makanku menghilang karena mengetahui rencana busuk kalian berdua!“ Sun Yelong menatap sosok Mao Gang, Gao Che dan Shin Yinfeng secara bergantian sebelum matanya melebar sepenuhnya.


Angin tajam berbentuk pisau berhembus kencang dan mengarah langsung pada Gao Che.


“Qi Che! Kau telah kalah telak oleh Mo Qiong Shan! Jangan gegabah jika tidak ingin mati!” Sun Yelong memberi peringatan jika pemuda bernama Fei Chen memiliki kemampuan yang dapat menyegel kemampuan Raja Iblis Buas.


Setelah berkata demikian Sun Yelong pergi meninggalkan ruang pertemuan disusul Mo Qiong Shan yang terlihat tidak tertarik dengan pembahasan selanjutnya.


“Aku tidak tertarik dengan kekacauan yang kalian buat.” Setelah berkata demikian Mo Qiong Shan menghilang.


Tak lama Xiao Ho Chi mengatakan kepada orang-orang yang tersisa di ruang pertemuan jika dirinya tertarik pada bocah bernama Fei Chen.


“Mungkin dua puluhan tahun yang lalu aku gagal membunuh wanita berambut putih dan kini ada kemunculan pemuda misterius itu. Aku rasa keduanya saling berkaitan. Jika kau dapat membunuh bocah ini, aku akan membantumu membunuh Mo Qiong Shan...” Xiao Ho Chi melirik Qi Che tajam, “Tawaran yang tidak buruk bukan, Qi Che?”

__ADS_1


“Aku tidak akan ikut campur! Tetapi jika kalian mengincar posisiku, maka dengan senang hati aku akan meladeni kalian semua!” ujar Heng Long dengan tegas.


‘Kau bahkan lebih buruk dariku Heng Long!’ Mao Gang membatin dan menatap Heng Long yang menyeringai. Tak lama Mao Gang mengalihkan pandangannya kepada Qi Che.


“Aku terima tawaranmu itu, Xiao Ho Chi. Tetapi aku ingin membalas hutangku kepada Mao karena dia telah memberikanku wadah yang kuat,” ucap Qi Che.


“Kita telah mengenal sejak lama. Jika kau ingin membalas hutangmu, maka aku memiliki satu permintaan padamu Qi Che,” sahut Mao Gang.


“Katakan apa itu?”


Mao Gang tersenyum lebar, “Buat kekacauan di Kekaisaran Chu tepatnya Istana Naga Neraka Terdalam. Bunuh orang sebanyak mungkin. Hanya itu saja permintaanku.”


Mendengar itu Qi Che tertawa.


“Itu adalah hal yang mudah.”


Akhirnya pertemuan itu berlangsung dengan hanya menyisakan Mao Gang dan Shin Yinfeng.


“Dia mengatakan padaku jika dua benua tersembunyi yakni Benua Tujuh Bintang dan Benua Sembilan Petir adalah tempat yang dipenuhi Pusaka Dewa. Aku sangat yakin Pedang Pembasmi Iblis ada disana,” ucap Shin Yinfeng setelah meminum arak.


“Ya, beliau juga mengatakan padaku jika Kekaisaran Munjong sudah dikonfirmasi lokasinya. Selain itu aku penasaran dengan Kerajaan Historia yang dimaksud beliau.” Mao Gang tersenyum lebar karena selangkah lagi dirinya akan mendapatkan Pedang Pembasmi Iblis.


“Dengan mengamankan Sembilan Pusaka Dewa, maka kita bisa menjadi yang terkuat.” Mao Gang melanjutkan.


Shin Yinfeng dan Mao Gang tidak mengetahui jika Fei Chen telah memiliki dua dari sembilan Pusaka Dewa. Selain itu satu Pusaka Dewa yakni Pedang Sembilan Petir telah Fei Chen konfirmasi keberadaannya dan cara mendapatkannya.

__ADS_1


Sementara masing-masing dari Raja Iblis Agung memulai pergerakannya, Fei Chen justru menikmati malam pertamanya dengan Murong Liuyu dan Long Xiaoya.


__ADS_2