
PPFC 329 - Kematian Hirataka
Keesokan harinya proses eksekusi publik berlangsung dengan pertumpahan darah kembali saat Hirataka menyelamatkan seluruh budak dan ditangkap oleh Helai dan Uzui.
Sementara itu Deshe yang mengetahui apa yang terjadi pada istri Uzui hanya tercengang. Firasat Deshe memburuk saat mengetahui Hirataka telah pergi meninggalkan Ichiba.
‘Hirataka! Orang itu! Dia melakukan hal yang bodoh!’ Klon Deshe ini segera bergerak menuju Kota Hinogawa dengan kecepatan tinggi.
Namun sangat disayangkan sesampainya di Kota Hinogawa kesedihan langsung merayapa tubuh Deshe. Langit yang mendung dan tetesan hujan mewarnai kematian Hirataka yang dibunuh Budou dengan bengisnya.
Setelah pertarungan panjang yang tidak seimbang, Buodu memutuskan kedua tangan dan kaki Hirataka. Bahkan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Budou mencekik leher Hirataka hingga hancur.
Kejadian selanjutnya adalah eksekusi publik. Klon Deshe yang melihat kematian Hirataka mengamuk dan melakukan pertarungan singkat dengan Budou sebelum akhirnya Klon Deshe lenyap terkena ledakan tebasan petir yang dilakukan Budou.
Proses eksekusi publik itu berakhir dengan banyaknya korban pembantaian yang dilakukan terhadap anggota pasukan pemberontakan. Uzui dan Tenkai selamat dari pembunuhan, keduanya melarikan diri diatas tumpukan mayat rekan seperjuangan mereka.
Kejadian ini membuat mentalitas orang-orang disana semakin lemah dan menjadi pecundang. Kebengisan Budou yang merupakan bawahan Shogun Raido saja sudah membuat semua orang takut, terlebih para petinggi Kerajaan Binatang Buas sudah pasti membuat mereka berpikir dua kali untuk melakukan perlawanan.
“Kematian kalian tidak akan sia-sia! Aku bersumpah akan mengorbankan diri demi kebebasan negeri ini!” Uzui menangis dan terus melarikan diri bersama Tenkai.
Terbesit didalam pikiran Tenkai jika orang yang dapat membantu mereka adalah Fei Chen. Kejadian di Kota Hinogawa yang perlahan menyeluruh ke kota lainnya itu membuat kehebohan tentang rencana invasi yang dilakukan Raja Neraka.
__ADS_1
Berita penuh kepalsuan tentang kalahnya Raja Neraka ditangan Sun Yelong didalangi oleh Shogun Raido. Dengan mengajak pasukan pemberontakan, Raja Neraka dikabarkan melakukan pertarungan sengit dengan Sun Yelong sebelum akhirnya tertangkap dan dipenjarakan.
Kabar ini membuat Uzui dan Tenkai percaya jika Fei Chen dibawa ke Tambang Senjata Kaminari ataupun Tambang Senjata Ryuo. Sehingga keduanya memilih berpisah untuk memastikan keberadaan Fei Chen dan menyelamatkannya.
Uzui bergerak menuju Tambang Senjata Kaminari sedang Tenkai bergerak menuju Tambang Senjata Ryuo.
Sementara itu Fei Chen yang tengah dalam perjalanan menuju Ladang Yasai merasakan aura kemarahan milik Deshe sebelum aura itu lenyap. Tubuh asli Deshe memberikan penjelasan pada Fei Chen dengan kesulitan.
“Ada apa Deshe? Katakan saja!” Fei Chen merasakan firasat buruk karena aura kemarahan Deshe membuatnya merasakan emosi yang bergejolak.
“Hirataka... Hirataka... Tuanku, aku...” Deshe ingin menjelaskan namun dia takut Fei Chen akan lepas kendali.
Deshe akhirnya menjelaskan kepada Fei Chen dengan hati-hati dan penuh ketenangan.
“Tuanku, dengarkan baik-baik... Hirataka telah tiada...”
Seketika Fei Chen berhenti berlari dan membisu tak bersuara. Ucapan Deshe barusan sulit dia terima. Fei Chen memejamkan matanya dan kembali bertanya pada Deshe untuk memastikan.
“Deshe, kau sedang tidak bercanda denganku bukan?”
Deshe terdiam. Ular mungil berwarna putih ini mengetahui jika Fei Chen tidak menerima penjelasan tentang kematian Hirataka.
__ADS_1
“Tuanku, aku tidak sedang bercanda! Aku melihatnya sendiri!” Deshe berteriak. Lalu dia mengatakan kepada Fei Chen betapa bahayanya berurusan dengan salah satu Raja Iblis Agung.
Selain memiliki bawahan yang kuat, para Raja Iblis Agung telah hidup selama seratus tahun lebih. Fei Chen yang mendengar penjelasan Deshe terdiam dan memejamkan matanya.
Deshe nampak kebingungan melihat Fei Chen karena mengira pemuda itu akan marah besar justru terlihat seperti menenangkan dirinya.
“Tuanku...”
Deshe mencoba menyadarkan Fei Chen namun pemuda itu nampak baik-baik saja dan terlihat tenang.
“Deshe, siapa yang membunuh Hirataka?” Fei Chen bertanya.
Deshe kembali berhati-hati dalam menjawab.
“Budou, dia merupakan anggota Tiga Perintah Samuran yang bekerja langsung dibawah Shogun Raido.” Deshe menjawab dan membuat Fei Chen membaikkan badannya.
“Tuanku, kenapa berputar arah?” Deshe terkejut saat merasakan aura pekat yang langsung menyebar dari tubuh Fei Chen.
Fei Chen hanya diam dan mengenakan sebuah topeng berwarna hitam dengan ukiran iblis. Nampak Fei Chen membunyikan lehernya sebelum terbang dengan kecepatan tinggi menuju Kota Hinogawa.
Fei Chen membuat segel portal lalu membuka portal yang menjadi tempat pertemuannya dengan San Zhu. Saat itu juga Deshe bisa merasakan detak jantung Fei Chen yang memainkan melodi kemarahan.
__ADS_1