Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 205 - Racun Laba-Laba Hitam


__ADS_3

PPFC 205 - Racun Laba-Laba Hitam


Sementara Jia Li dan Yin Jinxia mulai bergerak ke arah barat, Fei Chen justru menemukan sesuatu yang mengejutkan karena setelah mengikuti aliran sungai, dia melihat sebuah gua yang dimana dipintu masuk gua tersebut terlihat tubuh seseorang tergeletak.


Fei Chen memeriksanya dan alangkah terkejutnya saat mengetahui seseorang tersebut adalah Long Xiaoya. Wajah Long Xiaoya sangat pucat seperti orang sekarat dan tubuhnya terlihat lemah tidak memiliki tenaga seperti lemahnya detak jantungnya dan hembusan nafasnya.


“Kondisinya sangat parah...” Fei Chen berekspresi serius karena menyadari nyawa Long Xiaoya dalam bahaya.


“Aku bisa saja menyerap racun tetapi racun yang ada ditubuhnya adalah Racun Laba-Laba Hitam dan ini sangat parah...” Fei Chen menggumam setelah memeriksa denyut nadi Long Xiaoya.


Racun Laba-Laba Hitam memberikan efek yang mengerikan pada orang yang terkena racun tersebut. Seperti yang dialami Long Xiaoya dan Murong Liuyu, mereka berdua akan merasakan tubuhnya melemah dengan detak jantung yang juga melemah serta nafas sesak menimbulkan kesulitan bernafas dan akan pingsan jika telah menggunakan tenaga terlalu banyak.


Seolah membunuh secara perlahan-lahan, Racun Laba-Laba Hitam yang telah bersarang ditubuh Long Xiaoya sudah sangat fatal. Bahkan sekarang Fei Chen mengusap wajahnya secara kasar karena hanya ada satu cara untuk menyembuhkannya.


“Dengan Tubuh Raja Neraka milikku, badanku bisa menyerap semua racun itu seolah-olah racun tersebut bagaikan makanan. Tetapi untuk melakukannya...” Fei Chen mendecakkan lidahnya karena semua itu harus dia lakukan dengan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.


Akhirnya Fei Chen membuat segel portal di Lembah Sunyi sebelum memilih untuk membawa tubuh Long Xiaoya ke Gunung Menangis. Sesampainya disana dia melepaskan seluruh pakaian Long Xiaoya tanpa persetujuan gadis yang tengah pingsan tersebut.


“Maaf Saudari Long, ini semua demi kebaikanku,” ucap Fei Chen saat melepaskan seluruh benang yang menutupi tubuh Long Xiaoya.


Fei Chen terlihat begitu santai seolah-olah dia sudah terbiasa dan mahir melakukan ini. Walaupun bersikap tenang tetap saja keindahan tubuh Long Xiaoya membuat bagian dirinya memberontak.


‘Tubuhnya istimewa... Dia bisa menyerap kemampuanku dan akan mendapatkan banyak keuntungan jika melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang denganku...’ Fei Chen bergumam pelan sambil menggendong tubuh Long Xiaoya kedalam Danau Phoenix.

__ADS_1


Saat tubuh keduanya masuk kedalam Danau Phoenix. Air yang terlihat tenang justru berkobar seperti membakar tubuh Long Xiaoya. Fenomena aneh ini hanya terjadi di Danau Phoenix yang memiliki fungsi seperti pengobatan. Saat Danau Phoenix memberikan reaksi seperti itu maka sudah dipastikan luka yang dialami Long Xiaoya sangat fatal.


“Ini memang tidak dapat menyelamatkan dirinya dari rasa sakit, tetapi ini akan memberikan waktu untuknya agar bisa hidup lebih lama,” ucap Fei Chen seraya memandikan tubuh Long Xiaoya sebelum menaruh tubuh indah gadis yang tengah pingsan itu ke dalam kamar yang ada di bangunan megah.


Bangunan megah yang berdiri di tengah-tengah Gunung Menangis dengan taman serta bunga-bunga indah disekitarnya tersebut adalah keinginannya untuk membuat istrinya bahagia saat berkunjung kemari.


Bangunan itu adalah buatan Fei Chen dan dia beri nama Rumah Yin Yang. Fei Chen menaruh tubuh Long Xiaoya diatas ranjang empuk dan menyelimutinya. Sebisa mungkin Fei Chen menyerap racun tersebut namun tetap saja tidak memberikan efek yang berarti.


Lalu Fei Chen menghela nafas panjang dan menatap wajah Long Xiaoya yang pucat pasi. Dia akan memberitahu Long Xiaoya dan memberikan gadis itu pilihan jika bersedia melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengannya.


Bukan berarti Fei Chen mengambil kesempatan dalam kesempitan, tetapi dia hanya memberikan pertolongan pada Long Xiaoya jika memang gadis itu memiliki keinginan untuk hidup lebih panjang dan menjadi seorang pendekar.


“Kemungkinan dia bertahan hidup hanya tiga hari lagi...” Fei Chen menggumam pelan lalu berdiri sambil menatap wajah Long Xiaoya penuh makna.


Sebelum pergi Fei Chen kembali ke Istana Ma dan mengajak beberapa datang Istana Ma untuk ikut bersamanya ke Gunung Menangis untuk merawat Long Xiaoya.


“Yang Mulia, apa tidak apa hamba ikut ke tempat istimewa ini?” Tanya seorang dayang berumur empat puluhan tahun kepada Fei Chen.


“Tempat ini sangat indah. Aku merasa seperti berada di dunia lain.” Dayang yang terlihat seumuran dengan dayang yang barusan berbicara menatap kagum keindahan Gunung Menangis.


Fei Chen bisa mengerti mengapa kedua dayang itu bersikap demikian mengingat tempat ini sangat sakral bagi dirinya bersama para istrinya.


“Tempat ini memang sangat istimewa. Hanya mereka yang mendapatkan kepercayaanku yang bisa kemari. Bisa dibilang hanya istriku saja yang pernah kemari.” Fei Chen mengatakan itu dan membuat kedua dayang itu memerah wajahnya layaknya kepiting direbus.

__ADS_1


“Yang Mulia... Jadi alasan mengapa Yang Mulia mengajak kami kemari karena menginginkan kami menjadi selir Yang Mulia?” Tanya dayang berumur empat puluh tahun itu.


Fei Chen mengerutkan keningnya dan tersenyum tipis melihat reaksi kedua dayang tersebut.


“Siapa yang tahu akan hal itu. Berusahalah mendapatkan kepercayaanku.“ Senyuman tipis Fei Chen membuat kedua jantung dayang tersebut memacu cepat.


“Baik, Yang Mulia. Kami akan mendapatkan kepercayaan Yang Mulia dan mengabdi pada Yang Mulia sampai mati.” Kedua dayang itu seperti bermimpi bisa berbicara sejauh ini dengan Fei Chen.


“Aku tidak menyangka bisa berbicara dengan Penakluk Wanita, Yang Mulia Fei Chen...” Kedua dayang itu langsung bergerak menuju kamar yang ditempati Long Xiaoya.


Setelah itu Fei Chen pergi meninggalkan Gunung Menangis dan ingin bertemu langsung dengan sosok orang yang memiliki Racun Laba-Laba Hitam.


“Jika titik-titik meridiannya telah tercemar Racun Laba-Laba Hitam dan saraf dalam tubuhnya mulai menyatu dengan racun itu maka aku sudah melakukannya...” Fei Chen tersenyum sendiri karena titik-titik meridian dalam tubuh Long Xiaoya belum tercemar Racun Laba-Laba Hitam.


Kasus Long Xiaoya tentu berbeda dengan Murong Liuyu. Jika Fei Chen mengetahui dan menemukan kondisi tragis Murong Liuyu tentu dia tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan Teknik Dunia Jia Yin Yang.


Baik Long Xiaoya ataupun Murong Liuyu adalah dua gadis yang dia kenal dan merupakan cucu dari Long Jirou dan Fang Huo. Mengabaikan nyawa kedua gadis itu tentu menjadi dosa besar bagi dirinya.


Fei Chen kembali ke Lembah Sunyi dan kembali bergerak dengan kecepatan tinggi menyusuri wilayah timur Lembah Sunyi.


Namun saat dalam perjalanannya, dia sempat berhenti karena merasakan sesuatu yang membuat dirinya merasa tidak enak.


“Aura ini...” Fei Chen menatap ke arah langit dan sesaat tubuhnya bergidik.

__ADS_1


“Aku gemetaran? Apa yang terjadi?”


__ADS_2