
PPFC 144 - Perang Yang Seharusnya Tidak Terjadi
Kelompok pendekar Lembah Persik yang dipimpin Fang Huo dan Liang Shao berhasil mengalahkan pendekar Lembah Naga dibarisan depan. Walaupun kemenangan Lembah Persik semakin besar, namun ekspresi keduanya terlihat tidak bahagia.
“Sejak kapan kita menjadi seperti ini? Semua ini tidak pernah terpikirkan selama hidupku.” Fang Huo meratapi kematian pendekar muda Lembah Persik ataupun Lembah Naga dalam perang ini.
Liang Shao sendiri sepemikiran dengan Fang Huo jika seharusnya tidak pernah terjadi perang besar antara Lembah Naga melawan Lembah Persik.
Pertempuran itu terus berlanjut selama sepuluh hari dan kerusakan disekitar Lembah Naga sangat fatal. Selain itu kondisi kediaman Lembah Naga juga sudah hancur akibat pertarungan dahsyat antara Long Jirou melawan Dao Tao.
“Rupanya kau belum menyerah, Saudara Dao? Kalian sudah melewati batas setelah menghancurkan sekteku ini!” Long Jirou menatap dingin Dao Tao yang penuh dengan luka.
Dao Tao menggelengkan kepalanya, “Apa kita tidak bisa kembali seperti dulu, Saudara Long? Semenjak kematian Chen‘er, semuanya berubah banyak hal yang terjadi...”
Dao Tao sendiri sudah lelah akan perang ini. Melihat banyaknya pendekar yang tewas di pihaknya atau dipihak Lembah Naga tentu itu bukan merupakan hal yang baik untuk dunia persilatan.
“Chen‘er?” Long Jirou yang dipenuhi emosi tiba-tiba melunak mengingat sosok Fei Chen. Memang perkataan Dao Tao benar apa adanya karena semenjak kematian Fei Chen, dunia persilatan mulai mengalami pergejolakan secara perlahan.
__ADS_1
“Andai waktu bisa diputar kembali, aku ingin membicarakan banyak hal dengan bocah tengik itu.” Long Jirou tertawa mengingat sosok Fei Chen yang menurutnya sangat arogan bahkan tidak ada sopannya.
Namun Long Jirou menyukai kejujuran Fei Chen dalam bertindak, “Semuanya tidak bisa kembali, baik itu perang ini atau yang telah mati...”
Saat Long Jirou berkata demikian sebuah tebasan yang dipenuhi energi pedang mengenai dadanya. Mata Long Jirou melebar saat mengetahui sosok yang mendaratkan tebasan didadanya.
“Junior Yun?” Dao Tao menatap Yun Zhangzhang yang telah berhasil membunuh banyak pendekar Lembah Naga dan datang membantu dirinya, “Apa yang kau lakukan?”
“Patriark Dao. Apapun caranya kita harus memenangkan perang ini atau arwah saudara kita tidak akan tenang.” Yun Zhangzhang menatap tajam Long Jirou yang memegang dadanya.
“Kau melebihi perkiraanku. Aku tidak menyangka kau menyembunyikan pendekar sehebat dia, Dao Tao?!” Long Jirou melepaskan aura pembunuh yang membuat udara menjadi panas bahkan sesak untuk bernafas.
“Patriark Long! Serahkan dia padaku! Aku akan baik-baik saja!”
Long Jirou menatap pemuda yang berseru padanya, dia adalah Ce Changlai. Alis Long Jirou mengkerut saat mengetahui Ce Changlai dapat bergerak bebas di tengah dua aura pembunuh pekat yang bertabrakan.
Dao Tao tertawa melihat itu, “Kau juga menyembunyikan tunas muda yang berbakat, Saudara Long!”
__ADS_1
Tidak lama keduanya melakukan pertukaran serangan dengan cepat. Berbeda dengan Long Jirou yang menyerang dengan agresif, justru Dao Tao melakukan serangan pasif.
“Tarian Phoenix Api!”
Sebuah tebasan dari Long Jirou membuat Dao Tao kesulitan menangkisnya. Dalam hitungan detik Dao Tao terpental kebelakang saat menahan tebasab Long Jirou yang tiba-tiba meledak tepat setelah bersentuhan dengan bilah pedangnya.
‘Aku benar-benar tidak menginginkan ini!’ Dao Tao menatap tajam Long Jirou. Sulit baginya untuk menyerang Long Jirou dengan nafsu membunuh, begitu juga dengan sebaliknya.
Keduanya terus melakukan pertarungan hebat diatas awan dan membuat pertempuran semakin membara walaupun banyak korban berjatuhan.
Disaat pertempuran semakin menjadi dengan pertarungan hebat antara Long Jirou melawan Dao Tao, pertempuran dibawah sana juga penuh akan darah.
Lin Zhou yang merupakan salah satu Tetua Lembah Naga terkuat bertemu dengan Liang Shao yang juga merupakan salah satu Tetua Lembah Persik terkuat.
“Tidak kusangka kita kembali bertarung Saudara Liang?! Sudah berapa kali kita saling membunuh?!” Lin Zhou tersenyum sambil menodongkan pedangnya pada Liang Shao.
“Hahaha... Rencana Dewa sangat misterius bukan Saudara Lin? Dalam mimpi terburukku sekalipun aku tidak pernah bermimpi jika kita akan bermusuhan dan saling membunuh satu sama lain!” Liang Shao mengeluarkan aura pembunuh yang membuat pendekar disekitarnya kesulitan bernafas.
__ADS_1
“Begitu juga dengan diriku!”
Keduanya sama-sama bergerak maju kedepan dan melakukan pertukaran serangan.