Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 198 - Asas Hukum Rimba


__ADS_3

PPFC 198 - Asas Hukum Rimba


“Aku memang berhasil melarikan diri dari mereka, tetapi sekarang aku berada di sarang Binatang Iblis. Sungguh tidak beruntung jika diriku menjadi makanan hewan buas...” Murong Liuyu tersenyum kecut karena mendengar suara auman Binatang Iblis disekitarnya.


‘Apa aku akan berakhir ditempat ini?’ Murong Liuyu tersenyum kecut saat mengetahui tubuhnya terluka parah dengan racun yang sekarang mulai menggerogoti tubuhnya.


Murong Liuyu berusaha mengerahkan seluruh tenaganya untuk menuju tempat yang aman. Namun pada akhirnya nafasnya mulai melemah dan gadis itu pingsan tidak sadarkan diri karena banyaknya tenaga dalam yang terkuras habis dan kehilangan banyak darah.


Kabut yang menutupi wilayah sarang Binatang Iblis itu berpindah menuju utara dan memperlihatkan tubuh Murong Liuyu yang tergeletak dengan pakaian yang minim akibat pertarungan.


____


Ibukota Huayin


Tepatnya di sebuah bangunan milik Istana Mawar Biru. Fei Chen mengambil dokumen yang dicatat oleh Da Sha, kakak kandung Da Yan. Menurut Da Yan, dirinya selamat karena Da Sha mengorbankan nyawanya.


“Yang Mulia, kemampuan Iblis itu melebihi akal manusia... Dia akan membuatmu ketakutan dan gila,” ucap Da Yan sambil memegang tubuhnya yang menggigil ketakutan. Terlihat rambutnya mulai rontok dan wajahnya berkeriput.


Fei Chen membaca dokumen itu dengan serius dan tidak menyangka Da Yan akan berakhir demikian. Da Yan merupakan pendekar terbaik yang dimiliki oleh Istana Mawar Biru dan setara dengan Ling Shan, namun berakhir menyedihkan setelah bertemu Raja Iblis Buas Gao Lu Ma.


‘Gao Lu Ma... Seperti apa dia sampai membuat Paman Da berakhir seperti ini?’ Fei Chen bisa melihat Da Yan sudah begitu putus asa dan ketakutan.

__ADS_1


“Chen‘gege, apakah Gao Lu Ma termasuk dalam Lima Raja Iblis Agung?” Yin Jinxia bertanya pada Fei Chen. Sekarang gadis itu sudah berada di tahap awal Pendekar Langit.


“Tidak, dia tidak termasuk Lima Raja Iblis Agung. Jika Lima Raja Iblis Agung adalah orang-orang yang mewarisi kekuatan secara turun-temurun, maka empat lainnya adalah orang yang mendapatkan kekuatan itu melalui perantara seperti benda ataupun Roh Dewa. ” Untuk pertama kalinya Fei Chen menjelaskan hal ini. Ucapannya ini membuat Yin Jinxia dan Jia Li kagum karena suami mereka berdua memiliki pengetahuan yang luas dan sangat misterius.


Keduanya merasa telah mengenal diri Fei Chen karena pemuda itu sudah menunjukkan sisi dirinya yang lembut, penuh kasih sayang dan rapuh. Namun kembali mereka berdua dibuat penasaran dengan sisi misterius Fei Chen yang lainnya.


“Diriku mendapatkan perantara melalui Roh Dewa begitu juga dengan Xiu‘er, sedangkan Gao Lu Ma mendapatkan kekuatan malapetaka itu melalui Cincin Samudra Hitam...” Sementara Fei Chen tidak mengetahui siapa pemilik kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi yang terakhir.


“Kau mengetahui banyak, Chen‘gege.”


Yin Jinxia tertegun mendengar cerita Fei Chen. Tidak hanya Yin Jinxia saja yang kagum, melainkan Jia Li dan Da Yan juga ikut tertegun.


“Chenchen, jadi kita akan kemana? Lembah Sunyi atau Kekaisaran Kai?” Tanya Jia Li.


“Tidak akan ada yang mendengarkan kita disini. Ada yang ingin ku bicarakan denganmu Paman Da.” Fei Chen menatap dingin Da Yan.


“Yang Mulia, katakan saja apa yang ingin anda tanyakan...” Da Yan menjawab seraya menundukkan kepalanya karena mengetahui Fei Chen menatapnya dingin.


“Antara aku dan Gao Lu Ma siapa yang lebih kuat?”


Seketika ruangan menjadi hening saat Fei Chen mengeluarkannya aura pembunuh yang pekat dan mematikan. Tubuh Da Yan lunglai dan menggigil ketakutan. Fei Chen segera menarik auranya setelah melihat itu.

__ADS_1


“Jawab pertanyaanku jika kau masih ingin hidup!” Kembali Fei Chen berkata dengan dingin.


“Aku tidak membutuhkan penjaga berjiwa pecundang untuk mengawasi istriku Ye‘er.” Fei Chen melanjutkan.


Da Yan ketakutan namun rasa takutnya lebih besar pada Gao Lu Ma. Pria itu mengumpulkan keberaniannya untuk berdiri dan menatap Fei Chen secara langsung.


“Bukan maksudku menyinggungmu, Yang Mulia... Tetapi setelah aku merasakan aura barusan...” Da Yan tersenyum pahit dan menggigit bibir bawahnya, “Gao Lu Ma masih jauh lebih mengerikan.”


Fei Chen tersenyum mendengar jawaban Da Yan. Pemuda itu kembali melemparkan sejumlah pertanyaan pada Gao Lu Ma mengenai mentalitas pria itu.


“Jika kau seorang pendekar yang bekerja pada istriku Ye‘er, berhentilah menjadi seorang pecundang. Dunia yang kita tinggali ini hanya memiliki asas hukum rimba, dihancurkan atau menghancurkan.” Fei Chen berkata pada Da Yang seraya menatap telapak tangan kanannya.


“Aku sudah melewati itu dan membuatku menjadi seperti sekarang ini. Jika kau tetap bersikap seperti pengecut seperti itu, keluar dari Istana Mawar Biru dan hiduplah sebagai orang biasa. Lagipula kau bebas memilih di dunia yang kejam ini.”


Da Yan menoleh ke arah Fei Chen yang telah selesai berkata, namun tiba-tiba pemuda itu menghilang dari pandangannya.


“Memaksa keluar keberanian dari pecundang sepertiku... Yang Mulia, aku...” Da Yan mengepalkan tangannya sambil menatap tajam pintu yang terbuka, “Aku telah memutuskannya!”


____


Alhamdulillah besok penulis sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasanya setelah melewati hari yang keras memulihkan fisik dan mental yang sangat menguras tenaga dan pikiran tentunya. Dengan mengetik novel mengurangi kejenuhan agar tetap waras dalam situasi yang gila ini. Update akan kembali seperti biasa sehari satu sampai dua chapter karena penulis akan kembali bekerja.

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan.


Nanti malam CR 7 Chapter menanti.


__ADS_2