Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 180 - Kehamilan Su Xiulan


__ADS_3

PPFC 180 - Kehamilan Su Xiulan


Sudah dua bulan lebih semenjak Fei Chen menjadi pria dewasa seutuhnya karena melewati garis benang surgawi bersama Su Xiulan.


Saat ini Fei Chen mengkhawatirkan kondisi Su Xiulan yang tiba-tiba terus merasa mual saat memakan sesuatu.


“Huek... Huek...” Su Xiulan dielus lehernya oleh Fei Chen. Belakangan ini dirinya merasa mual dan selalu muntah di pagi hari dan malamnya.


“Chen‘gege, sepertinya aku hamil...” Su Xiulan menebak karena merasakan ada energi kehidupan yang samar-samar terasa dalam rahimnya.


“Benarkah?” Setelah dirinya mencoba memeriksa, Fei Chen merasakan hal yang sama dengan Su Xiulan begitu juga dengan tabib Istana.


“Selamat Yang Mulia, Nyonya Su hamil...”


Mendengar ini Fei Chen tersenyum bahagia dan tercengang menatap Su Xiulan yang juga tersenyum bahagia.


“Aku akan menjadi seorang Ayah?”


Fei Chen masih tidak percaya, sedangkan Su Xiulan merasa sangat bahagia karena bisa memberikan buah hati kepada Fei Chen.


“Muridku kemarilah...”


Setelah tabib dan pelayan pergi, Su Xiulan dengan manja menyuruh Fei Chen mendekat. Su Xiulan membisikkan sesuatu kepada Fei Chen dan membuat wajah Fei Chen sedikit panik.


“Xiu‘er, jangan meminta hal yang aneh.” Fei Chen duduk di tepi ranjang dan melihat Su Xiulan yang tersenyum manis kearahnya.


“Melihatmu melakukan itu bersembunyi-bunyi dengan Kakak Ningning membuatku bergairah... Boleh aku memakan milikmu ini?”


“Sssshhh...” Fei Chen mendesis saat jari jemari lentik Su Xiulan merogoh pakaian bawahnya dan memegang intinya.


Akhirnya Fei Chen membiarkan Su Xiulan bertindak sesuka hati kepada dirinya. Su Xiulan merangkak ke atas tubuh Fei Chen dan langsung menyatukan tubuhnya dengan Fei Chen.


“Ennghhhh...” Su Xiulan memejamkan matanya menikmati keperkasaan Fei Chen yang membuat miliknya menjepit keras inti suami mudanya itu.


“Emmm... Tidak muat... Ooohhh.” Nafas Su Xiulan berat dan matanya memejam menikmati inti Fei Chen yang memasuki intinya.


Fei Chen memegang pinggul Su Xiulan dan tidak menyangka mereka berdua akan melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan pakaian utuh dan hanya bagian bawah mereka yang terbuka.

__ADS_1


Su Xiulan tersenyum genit pada Fei Chen dan membuat sebuah segel pada tubuh Fei Chen agar pemuda itu tidak merasakan hawa keberadaan seseorang yang mendekat saat keduanya melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.


“Chen‘gege! Apa nikmat?” Sengaja Su Xiulan bergerak lebih liar saat mengetahui Ning Guang berdiri mematung didepan pintu kamarnya melihat kegiatannya ini bersama Fei Chen.


“Ugh... Milikmu sempit sayang!”


“Aahhsss... Chen‘gege!”


Milik Su Xiulan semakin mencengkeram erat inti Fei Chen saat mengetahui aliran aura dalam tubuh Ning Guang tidak beraturan. Keduanya terus memacu tubuhnya hingga akhirnya Su Xiulan mengerang hebat dan disusul Fei Chen yang menghentakkan tubuhnya keatas.


Keduanya terdiam lama dan saling memeluk tubuh satu sama lain sebelum Su Xiulan kembali memanjakan inti Fei Chen.


Fei Chen memejamkan matanya, sedangkan kedua tangannya memegang kepala Su Xiulan yang membuat dirinya mengerang dan mendesis tidak berdaya.


“Argh!”


GLEK!


Su Xiulan menelan semuanya dan membuat Fei Chen tersenyum. Lalu Su Xiulan tersenyum nakal karena Fei Chen tidak menyadari perbuatannya.


“Muridku...”


“Kau harus berlatih lagi agar dirimu ini mampu melampaui istrimu...”


“Melampaui? Aku masih sanggup, apa kau menantangku?”


Su Xiulan kaget melihat inti Fei Chen masih tegak berdiri menantang langit.


“Dasar, bukan itu maksudku. Kau paham maksudku bukan? Kau adalah seorang suami, sementara aku adalah istri yang sekarang mengandung anakmu. Jadilah lebih kuat agar kau dapat melindungi semuanya.”


Setelah mengatakan itu Su Xiulan jadi merasa bersalah karena melihat Fei Chen belum menyadari keberadaan Ning Guang yang sempat melihat pergumulan singkat mereka barusan.


“Tanpa kau mengatakannya sekalipun aku akan melampauimu. Terimakasih karena telah menerima benih cintaku, Xiu‘er...” Fei Chen berdiri dan merapikan pakaiannya.


“Istirahatlah...”


“Tunggu Suamiku!”

__ADS_1


Fei Chen menoleh kebelakang dan melihat Su Xiulan kembali menatapnya manja. Namun tatapan ini seperti seorang wanita yang sedang meminta sesuatu dan berharap Fei Chen akan mengabulkannya.


“Aku merasa tidak nyaman dan gelisah mengingat pembantaian yang dilakukan Sun Yelong. Mungkin kau bisa mengatakan diriku ini sedang ingin meminta hal yang aneh karena hamil.” Su Xiulan mengelus perutnya dan kembali berkata.


“Baik anak kita laki-laki atau perempuan, aku ingin dia menjadi seorang pendekar pedang seperti Ayahnya. Chen‘gege sayang, bisa carikan Pedang Sembilan Petir yang merupakan salah satu Sembilan Pusaka Dewa untuk buah hati kita ini?


Tersedak Fei Chen mendengar permintaan aneh Su Xiulan. Permintaan istrinya ini sama saja meminta dirinya untuk memperawani sembilan wanita Istana Bunga Persik yang memiliki serpihan Sembilan Jiwa Persik Abadi.


“Bisa yang lain? Sepertinya itu akan sangat sulit...” Fei Chen tidak habis pikir dengan permintaan aneh Su Xiulan.


Langsung Su Xiulan cemberut karena Fei Chen terlihat enggan menyanggupi permintaannya.


“Aku hanya ingin Pedang Sembilan Petir! Aku ingin anak kita nanti jadi pendekar pedang! Bukankah kau yang mengatakannya sendiri jika ingin mencari Sembilan Pusaka Dewa?!” Su Xiulan langsung membaringkan tubuhnya dan membalikkan badannya, “Dasar tidak bertanggung jawab! Tahunya menghamili wanita saja!”


“Hei, berhenti mengatakan itu. Cih, kenapa aku jadi melunak karena permintaan manjamu ini...”


“Hihihi.. Lucunya Suamiku. Kau harus bertanggung jawab karena sudah membuatku hamil.”


“Aku mengerti, Xiu‘er. Aku membutuhkan tekad untuk melakukannya.”


Fei Chen menarik nafas panjang dan mengusap wajahnya secara kasar.


“Baiklah, aku mengerti. Aku akan membawa Pedang Sembilan Petir untuk anak kita.”


“Emmm... Terimakasih Chen‘gege sayang.”


Su Xiulan yang tidak mengetahui jika untuk mengambil Pedang Sembilan Petir harus mendapatkan hati Sembilan Jiwa Persik Abadi dan kesuciannya hanya tersenyum manis.


Fei Chen yang keluar ruangan Su Xiulan langsung teringat tubuh delapan wanita yang pernah dia lihat di Lentera Bunga Persik.


“Cih! Kenapa ngidamnya Xiu‘er aneh-aneh?!” Fei Chen kesal sendiri dan terkejut saat melihat Ning Guang berdiri gelisah tak jauh dari pintu kamar Su Xiulan.


“Permaisuri?”


____


Jangan baca doang.

__ADS_1


Support penulis dengan cara memberikan poin/koin sebagai bentuk dukungan penuh kalian kepada penulis. Kalaupun tidak memberikan memberikan poin/koin, kalian bisa support penulis dengan cara lain seperti memfollow akun penulis, memberikan like, hadiah dan komentar serta membagikan karya ini kepada teman kalian. Apresiasi kalian sangat berarti untuk penulis agar semangat update disetiap chapternya.


Nanti malam 10 chapter lebih menyusul. Mudahan yang baca di kode pada peka wkwkwk.


__ADS_2