
PPFC 131 - Memanjakan Istri
Fei Chen berniat pergi ke Kekaisaran Yin setelah memeriksa Hutan Berlian yang menjadi sumber kekayaan keluarga Kekaisaran setelah keluarga Fei dibinasakan.
Fei Chen tidak banyak bicara setelah Ma Mingyan mengizinkan dirinya pergi ke Kekaisaran Yin. Dalam perjalanan menuju luar kediaman, pandangan Fei Chen bertemu dengan Liu Xianlin.
“Chen‘er...” Liu Xianlin terlihat ingin mengatakan sesuatu padanya dan membuat Fei Chen berhenti.
“Ada apa Kakak Liu?”
Liu Xianlin menggelengkan kepalanya walaupun dalam hatinya dia ingin memastikan hubungan antara Fei Chen dan Su Xiulan.
“Katakan saja, aku akan mendengarkannya.”
Akhirnya Liu Xianlin bertanya secara langsung kepada Fei Chen mengenai hubungan pemuda itu dengan Su Xiulan. Menanggapi itu Fei Chen mengakui jika dirinya dan Su Xiulan telah terikat janji pernikahan saat keduanya bertemu di Kekaisaran Jia.
Bisa dibilang ciuman keduanya memicu janji itu karena kondisi tubuh keduanya berbeda dari manusia biasanya selain itu Fei Chen dan Su Xiulan sama-sama terkena kutukan konyol akibat perjanjian yang mereka buat.
Mendengar itu dada Liu Xianlin bergemuruh. Dia tidak bisa memungkiri bahwa dirinya sudah jatuh hati kepada Fei Chen.
“Kakak Liu, aku pergi.” Fei Chen berlalu setelah mengatakan itu.
____
Setelah pergi meninggalkan kediaman Ma Mingyan, Fei Chen dan Su Xiulan bergegas menuju luar kota namun setengah perjalanan Su Xiulan merengek dan mendekap erat lengan kanannya.
__ADS_1
“Suamiku...” Su Xiulan dengan manja mencoba menggoda Fei Chen.
“Ada apa? Berhenti melakukan hal bodoh, ingat umurmu itu.” Fei Chen menggerutu kesal sambil mencoba menarik lengannya namun justru menekan gundukan kenyal Su Xiulan.
“Berhenti membahas umur seorang wanita! Walaupun aku berumur seratus dua puluh dua tahun, tetapi fisik dan mentalku seperti gadis berusia dua puluh dua tahun.” Su Xiulan kembali menekan dadanya setelah mengatakan itu.
“Ternyata kau mencari kesempatan, Suamiku. Kenapa tidak jujur saja padaku?” Sambung Su Xiulan.
“Aku mengerti, ambil ini dan pergilah berbelanja.” Fei Chen mengeluarkan sejumlah keping emas dan memberikannya pada Su Xiulan.
“Aku senang kau perhatian padaku, tetapi aku ingin kau menyimpan semua pakaian yang akan kubeli.” Su Xiulan menarik tangan Fei Chen tanpa mengambil uang yang ada ditangan pemuda itu.
Fei Chen menghela nafas dan menaruh kembali uang miliknya kedalam Ruang Raja. Mengetahui perhatian Fei Chen saat ini membuat Su Xiulan tersenyum bahagia karena bagaimanapun ini adalah hal yang sangat jarang Fei Chen lakukan.
“Bagaimana, Suamiku? Apakah aku cocok mengenakan ini?”
Fei Chen menganggukkan kepalanya dan menarik Su Xiulan kedalam ruangan, “Sangat cocok tetapi jangan memperlihatkan ini diluar, mengerti?”
Su Xiulan terkejut karena tidak menyangka akan melihat sisi lain Fei Chen yang seperti ini.
“Apa kau cemburu?” Su Xiulan menyentuh bibir Fei Chen dan tersenyum.
“Aku akan membayar. Kita harus segera pergi, jangan menunda, Xiu‘er.” Fei Chen memalingkan wajahnya yang bersemu merah dan pergi untuk membayar.
Sementara itu Su Xiulan terdiam melihat ekspresi Fei Chen barusan, ‘Dia sangat tampan dan lucu... Aku jadi ingin lebih menggodanya...’
__ADS_1
Setelah selesai menemani Su Xiulan berbelanja, Fei Chen menjelaskan tujuannya kepada Su Xiulan jika dirinya akan mendatangi Sekte Seribu Pedang dan menghancurkannya, kemudian mencari setiap anggota Sekte Iblis Buas dan membunuhnya.
“Aku sudah membicarakannya dengan Nona Xiyao. Dia memberitahu informasi mengenai Sekte Iblis Buas yang diketahui oleh wanita bernama Ling Ye.” Fei Chen menjelaskan sambil melirik Su Xiulan yang memegang pipinya dan tersenyum sendiri, “Jadi kita pergi sekarang...“
“Eh? Ada apa?”
“Kau!” Fei Chen mengumpat kesal saat mengetahui Su Xiulan melamunkan sesuatu.
Bisa dibilang Su Xiulan merasa begitu bahagia karena perhatian Fei Chen hingga dalam kondisi seperti ini.
“Ah, maaf-”
Suara Su Xiulan tercekat dan ekspresi wanita seketika berubah.
“Ada apa?” Fei Chen bertanya dan Su Xiulan menunjuk kearah luar kota.
“Aku merasakan dua aura dari arah sana.” Jangkauan aura Su Xiulan lebih lebar daripada Fei Chen sehingga membuat wanita ini lebih cepat menyadarinya dibandingkan Fei Chen.
‘Xiu‘er, kau selalu saja membuatku kagum.’ Fei Chen tanpa sadar tersenyum dan mengelus kepala Su Xiulan setelah dirinya juga merasakan dua aura yang dimaksud Su Xiulan.
“Eh? Ada apa, Suamiku? Kenapa tiba-tiba mengelus kepalaku?” Su Xiulan kebingungan.
Fei Chen hanya tersenyum tipis dan langsung mengarahkan Aura Raja Naga kearah dua orang yang dimaksud Su Xiulan.
.
__ADS_1