
PPFC 242 - Hirataka Yama
Xhin Li Wei menatap Fei Chen penuh pertanyaan. Mengingat Ning Guang pernah mengatakan kepada dirinya jika Fei Chen tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan.
Kedatangan Fei Chen ke Xuangang dan tiba-tiba membuat dirinya mengingat trauma masa lalu kemudian membantunya melawan trauma itu juga membuat Xhin Li Wei yakin jika Fei Chen melakukan semua itu karena demi dirinya.
“Kenapa terus menatapku Bibi Xhin?” Fei Chen bertanya dan berhenti di ujung tebing. Mata Fei Chen menatap ke aliran sungai yang merupakan salah satu dari tiga tempat persembunyian Organisasi Sakura Darah di sekitar Xuangang.
“Tidak Chen‘er... Aku hanya... Penasaran saja dengan tindakanmu...” Xhin Li Wei merenggangkan kedua tangannya yang memeluk leher Fei Chen dan itu membuatnya hampir jatuh.
“Kya! Chen‘er!” Xhin Li Wei menjerit dan langsung memeluk erat Fei Chen membuat kedua dada mereka bersentuhan.
Pipi Xhin Li Wei bersemu merah, wanita itu mendongak keatas dan menemukan Fei Chen yang terlihat malu memandang wajahnya. Pemuda itu memalingkan wajahnya dan berusaha seperti agar dirinya tidak dapat melihatnya.
“Tunggu disini...” ucap Fei Chen setelah dirinya sampai di pinggiran sungai.
Xhin Li Wei langsung turun dan menundukkan kepalanya sedangkan Fei Chen memeriksa hawa keberadaan para Shinobi. Jumlah Shinobi sekitar seratus orang sedangkan para budak sekitar lima puluh orang.
“Ikut?” Fei Chen mengulurkan tangannya dan membuat Xhin Li Wei menganggukkan kepalanya.
“Ingat, jangan menjauh dariku lima langkah jika tidak ingin terkena cipratan darah.” Fei Chen mengingatkan sebelum mengeluarkan aura pembunuh berjumlah besar.
Sementara para Shinobi yang merasakan aura pembunuh gemetar ketakutan, sedangkan Xhin Li Wei merasakan aura yang begitu hangat membungkus tubuhnya.
__ADS_1
“Penyusup! Penyusp!”
“Bunuh- Argh!”
“Siapa kau?!”
Para Shinobi yang menyadari kedatangan Fei Chen langsr menghadang namun mereka semua bukan tandingan Fei Chen. Hanya dengan ayunan tangannya Fei Chen memanipulasi aura tubuhnya menciptakan seratus pedang petir yang memotong tubuh para Shinobi.
Xhin Li Wei memejamkan matanya dan memegang punggung Fei Chen gemetaran.
“Keras kepala, bukankah aku sudah menyarankan untuk tetap tinggal. Kau lebih memilih ikut. Ingat, aku tidak membutuhkan beban.” Fei Chen berkata dengan sinis dan membuat Xhin Li Wei tercengang.
“Chen‘er? Kau tidak sedang bercanda bukan mengatakan itu padaku?” Xhin Li Wei mengerutkan keningnya karena tidak percaya dengan sikap Fei Chen.
‘Aku terus merasakan firasat buruk yang sama... Perasaan ini sama seperti ini saat di Lembah Sunyi...’ Batin Fei Chen mengingat bagaimana kedatangan Sun Yelong secara tiba-tiba setelah dirinya membunuh Gao Lu Ma di Lembah Sunyi.
Mengetahui kemampuan Fei Chen jauh diatasnya para Shinobi segera membentuk formasi dan hendak menyerang Fei Chen secara bersamaan, namun hal itu membuat Fei Chen tersenyum dingin tanpa menunjukkan rasa takut sedikitpun.
“Jangan bergerak! Atau kami akan membunuh orang-orang ini!”
“Satu langkah maka nyawa mereka melayang!”
Salah satu Shinobi menyandera para penduduk, namun Shinobi yang lainnya memotong kepala orang tersebut yang merupakan rekan-rekannya.
__ADS_1
“Tuan Pendekar! Tidak, Yang Mulia Ma! Aku Hirataka Yama dari Klan Yama menjadi mata-mata Kerajaan Binatang Buas karena ingin meminta pertolongan pada dunia luar!”
Baik Fei Chen ataupun Xhin Li Wei terkejut mendengar pengakuan salah satu Shinobi, begitu juga dengan para penduduk. Apa yang dilakukannya membunuh semua rekannya sudah sangat berbahaya.
Fei Chen tidak menunjukkan simpati melainkan membuka telapak tangannya dan mengeluarkan Pedang Raja Neraka.
“Hirataka Yama dari Klan Yama... Aku tidak peduli dengan semua itu. Jadi kau ingin mati dengan cara apa?”
Fei Chen menunjukkan sisi dingin yang mengerikan bahkan membuat Xhin Li Wei merasa ketakutan.
“Anda bisa membunuh pengkhianat menyedihkan ini Yang Mulia Ma, tetapi anda harus ingat... Ancaman Kerajaan Binatang Iblis sangat berbahaya. Cabutlah nyawaku dan Shinobi ini berharap jika anda dapat membebaskan Negeri Api, tidak, aku berharap anda dapat membebaskan Kekaisaran Kai.” Shinobi bernama Hirataka Yama menundukkan kepalanya dihadapan Fei Chen dan pasrah jika Fei Chen memotong kepalanya.
“Chen‘er, sebaiknya kita dengarkan dia-”
Sebelum Xhin Li Wei menyelesaikan perkataannya, Fei Chen memotong tangan kiri Hirataka.
“Chen‘er!” Xhin Li Wei ketakutan saat melihat tangan kiri Hirataka putus.
Hirataka meringis kesakitan bersamaan dengan para budak yang diselamatkan Fei Chen juga terlihat berteriak ketakutan.
“Hirataka bukan? Jadilah pengikutku. Aku butuh seorang pemberani sepertimu. Akan kupastikan dirimu yang kehilangan tangan kiri ini tidak akan menyesal karena telah mengikutiku.” Fei Chen tersenyum sambil memegang bahu kanan Hirataka.
Semua orang tercengang melihat ini bahkan Xhin Li Wei semakin bingung dengan sikap Fei Chen yang sulit ditebak.
__ADS_1