Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 224 - Restoran Bulan Kembang


__ADS_3

PPFC 224 - Restoran Bulan Kembang


Kembalinya Fei Chen ke Kota Huafei tidak mengundang banyak perhatian karena sekarang pemuda itu menyamar. Dengan menggunakan topeng penutup wajah, Fei Chen sekarang berada di dalam restoran termewah yang ada di Kota Huafei yakni Restoran Bulan Kembang.


Restoran Bulan Kembang adalah restoran yang tersebar di beberapa kota Kekaisaran Yin dan restoran ini dikelola langsung oleh keluarga Ji.


Fei Chen memesan lantai teratas di Restoran Bulan Kembang setelah menguping pembicaraan para pengunjung dibawah.


‘Organisasi Bunga Gelap kemungkinan memiliki hubungan dengan sindikat perbudakan yang ada di Kekaisaran Ma. Semoga saja aku menemukan petunjuk di kota ini.’ Fei Chen membatin sambil menikmati arak dan memperhatikan tarian yang dilakukan beberapa pelayan.


Dilantai atas itu Fei Chen tidaklah sendiri karena dia sedang mengamati langsung sosok Menteri Song Zhein yang sedang berbincang dengan Guan Ai.


Meja yang paling dekat dengan panggung penari terlihat sepasang pria paruh baya berbincang dengan wanita berumur empat puluhan tahun.


Terlihat keduanya menikmati teh hangat yang dihidangkan para pelayan restoran. Tak lama wanita dewasa itu berdiri dan pergi untuk memesan sesuatu.


Sementara itu pria paruh baya yang tidak lain adalah Menteri Song Zhein menaburkan sesuatu kedalam minuman hangat milik wanita dewasa tersebut.


‘Hmm?’ Seorang pemuda yang memperhatikan kejadian tersebut membatin dalam hati.


Dan tak lama wanita dewasa itu datang membawa cemilan lalu duduk kembali ditempat sebelumya.


“Teh ini terasa sangat harum...” Komentar wanita tersebut.


Menteri Song Zhein menyeringai sekilas memperhatikan wanita dihadapannya yang tidak lain adalah Guan Ai sedang menyeruput teh hangat yang telah dia beri obat perangsang.


‘Sebentar lagi kau akan menjadi budakku! Aku memang kurang beruntung tidak dapat merasakan Guan Ling tetapi aku akan merasakan kakaknya ini!’ Menteri Song Zhein tertawa dalam hati.


“Teh ini merupakan teh kesukaanku Nyonya Guan. Apa kau juga menyukainya?” Menteri Song Zhein berbasa-basi dan memulai obrolan.


“Aku sangat menyukainya. Ternyata kau satu selera denganku, Menteri Song.” Guan Ai tersenyum manis lalu menghabiskan satu gelas teh hangat tersebut.


Beberapa detik kemudian Menteri Song Zhein berdiri dan memegang pundak Guan Ai dengan halus.


“Nyonya Guan, suamimu itu mati ditangan menantu adikmu bukan? Dia menelantarkan dirimu bahkan tidak memberikan nafkah batin...” Menteri Song Zhein sengaja menghembuskan nafasnya ke leher Guan Ai.

__ADS_1


“Sebaiknya Nyonya Guan ikut denganku jika tidak ingin Ji Xiuha dan anaknya mati...” Bisikan Menteri Song Zhein ini membuat Guan Ai berdiri dan hendak menampar pria paruh baya tersebut.


Namun usaha perlawanannya dapat ditaklukkan dengan mudah oleh Menteri Song Zhein.


“Ikut aku dengan tenang! Apa kau tidak sadar jika bukan karena diriku kau akan kehilangan muka oleh para penduduk Kekaisaran Yin ini?!” Menteri Song Zhein menggigit kasar leher mulus Guan Ai dan meraba dadanya.


“Ahk!” Guan Ai menjerit dan langsung meminta pertolongan namun seketika dia melihat banyak pendekar bertopeng bermunculan.


Para pendekar tersebut mengenakan jubah Organisasi Bunga Gelap dan menyandera para pelayan. Dan yang lebih mengejutkan Guan Ai adalah sosok bocah yang sekarat karena dipukuli para pembunuh Organisasi Bunga Gelap merupakan bocah yang dia kenal.


“Hiks... Hiks... Ho‘er!”


“Diam!”


Menteri Song Zhein terkejut karena para pembunuh Organisasi Bunga Gelap membunuh putra semata wayang dari wanita bernama Ji Xiuha yang merupakan teman Guan Ai.


Ji Xiuha adalah Ibu dari Ji Kangshan yang merupakan satu generasi dengan Fei Chen. Namun Ji Kangshan juga telah menjadi korban pembunuhan Ketua Organisasi Bunga Gelap bersama Ayah dari Ji Xiuha.


“Menteri Song, Ketua Hua sudah membunuh putra pertama wanita ini dan kakek tua itu. Sekarang wanita ini adalah pewaris sah keluarga Ji. Kami juga telah membuat nak terakhirnya sekarat!” Salah satu pembunuh menjelaskan dan menyeringai.


“Ho‘er!” Sementara itu pemilik Restoran Bulan Kembang yang bernama Ji Xiuha menangis histeris.


“Jika tahu begini aku akan meminta bantuan Bandit Mawar Berduri!” Menteri Song Zhein melepaskan pelukannya dari Guan Ai dan mendekati Ji Xiuha.


“Kalian bawa kedua wanita ini ke dalam penginapan yang telah aku sewa! Lalu dimana sekarang Hua Kangjie berada?!” tanya Menteri Song Zhein kepada para pembunuh Organisasi Bunga Gelap.


“Ketua Hua sedang bertarung melawan seorang gadis. Tenang saja, gadis itu telah dilumpuhkan oleh Racun Laba-Laba Hitam andalan Ketua Hua.” Salah satu pembunuh menjelaskan.


“Selalu saja seenaknya!” Menteri Song Zhein berekspresi buruk karena melihat para pelayan dan pengunjung mengetahui tindakan busuknya.


“Aku akan pergi dan kalian bunuh semua orang yang melihat kejadian ini. Jangan tinggalkan satupun bukti!” ucap Menteri Song Zhein sebelum pergi meninggalkan Restoran Bulan Kembang bersama dua pembunuh yang membawa Ji Xiuha dan Guan Ai.


Sementara para pembunuh yang lain terlihat sedang meminum arak dan berpesta. Mereka berniat menikmati tubuh para penari, pelayan dan pengunjung perempuan sebelum menjalankan perintah Menteri Song Zhein.


“Untuk apa kita selalu bertindak diam-diam! Selama kita memiliki Ketua Hua, kita tidak terkalahkan!”

__ADS_1


“Benar, Menteri Song terlalu pengecut!”


Pemuda yang sedari tadi diam dan menikmati sensasi arak akhirnya mengambil tindakan untuk mengecek kondisi bocah berusia sepuluh tahun yang sekarat.


“Nyawanya sudah diambang batas...” Fei Chen menggumam pelan sebelum salah satu pembunuh memegang pundaknya.


“Siapa kau? Topeng yang kau kenakan berbeda dari kami!”


Fei Chen hanya memejamkan matanya dan kembali bergumam pelan, “Hukong, keluarlah!”


Dari bayangan tubuh Fei Chen muncul sebuah aura saat Fei Chen menggumam. Tak lama sosok Kera Langit menampakkan diri dan langsung tunduk di hadapan Fei Chen.


“Bunuh mereka!” Hanya satu perintah dari Fei Chen, Kera Langit tersebut membunuh seluruh pembunuh yang menyandera penari, pelayan dan pengunjung dalam sekejap.


“Tuanku yang hebat, Raja Kera Langit telah tiba! Aku akan menjalankan perintahmu dengan meriah!” Kera Langit yang Fei Chen beri nama Hukong itu sekarang dapat berbicara karena telah menjalin kontrak darah dengan dirinya.


Fei Chen mengangguk pelan dan berdiri menatap tubuh pembunuh Organisasi Bunga Gelap yang tercerai-berai, kemudian dia kembali memanggil Ular Bumi.


“Deshe, waktunya makan. Jangan sisakan satupun anggota tubuh mereka.”


Dari bayangan Fei Chen muncul sebuah aura milik seekor ular yang langsung melahap tubuh para pembunuh Organisasi Bunga Gelap yang dibunuh Hukong si Kera Langit.


Fei Chen dapat memanggil kelima hewan suci tersebut tanpa menggunakan Qi karena kelima hewan langka itu adalah binatang kesayangan Dewa Naga sebelum Era Kekacauan terjadi.


Mengingat Fei Chen memiliki Tubuh Dewa Naga dan auranya, kelima hewan tersebut menganggap Fei Chen sebagai sosok ayah mereka.


Alasan inilah yang membuat Fei Chen berani berurusan dengan Organisasi Bunga Gelap walaupun tidak bisa menggunakan Qi.


____



[Guan Ai, Kakak Guan Ling Dan Walikota Huafei, Umur 40 Tahun] [Sumber : Pinterest]


__ADS_1


[Ji Xiuha, Pemilik Restoran Bulan Kembang, Umur 40 Tahun] [Sumber : Pinterest]


__ADS_2