Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 279 - Yang Xiaomi


__ADS_3


[Yang Xiaomi, Umur 35 Tahun]


____


PPFC 279 - Yang Xiaomi


Berniat untuk mengetahui identitas Fei Chen justru membuat identitasnya sendiri terbongkar. Xiaomi sekarang tidak bisa mengelak ataupun menghindar saat Kang Feihu meminta wanita tersebut untuk menemaninya minum.


“Nyonya Xiaomi, lupakan saja tentang suamimu yang telah mati itu. Adikmu menjadi seorang kaisar yang hebat, sedangkan dirimu ini sangat menyedihkan.” Kang Feihu tersenyum mengejek dan meminta pelayan menuangkan arak ke dalam cawan.


“Jaga sikapmu. Aku menerima tawaran untuk menemanimu dan bukan mendengar ocehanmu.“ Xiaomi menatap sinis Kang Feihu dan membuat pria itu bertepuk tangan.


“Pelayan, pergilah dari ruangan ini dan suruh bawahan ku untuk masuk,” ujar Kang Feihu pada salah satu pelayan yang melayaninya.


“Baik, Tuan.” Segera pelayan itu pergi meninggalkan Xiaomi bersama Kang Feihu.


Tak lama terlihat pendekar berjubah hitam yang merupakan anggota Tujuh Bunga Iblis membawa minuman yang tidak lain adalah arak. Pendekar tersebut menuangkan minuman tersebut pada cawan milik Kang Feihu dan Xiaomi.


“Tuan Kang, sesuatu terjadi di Istana Yang...” Pendekar tersebut berbisik memberitahu bahwa ular berwarna putih tengah melakukan pembantaian terhadap anggota Tujuh Bunga Iblis.


Wajah Kang Feihu memucat saat mengetahui hal ini namun di hadapannya duduk sosok wanita cantik yang sudah lama dia incar. Kang Feihu tidak akan melewatkan kesempatan ini dan berniat menuntaskannya bersama Xiaomi.


“Pergilah.” Segera pendekar tersebut pergi saat Kang Feihu berkata demikian.


Kang Feihu melirik tajam Xiaomi dan tersenyum menyeringai, “Jika tidak ingin pelayan bernama Gu Shi mati ataupun jatuh ke tanganku. Lebih baik kau turuti perkataanku.”


Seketika wajah Xiaomi memucat saat mengetahui ancaman Kang Feihu. Bagaimana tidak karena Gu Shi sudah Xiaomi anggap sebagai anaknya sendiri.


“Tenang saja. Minumlah dan kita akan berbincang-bincang.” Kang Feihu mengambil cawan berisi arak lalu mengajak Xiaomi untuk meminumnya.


Xiaomi mengikuti perkataan Kang Feihu dan keduanya bersulang lalu meminum arak tersebut dengan cepat. Terlihat Kang Feihu tersenyum lebar sedangkan Xiaomi menatap pria tersebut sinis dan menjaga jarak.


“Dulu kau terkenal akan sikap dinginmu dan jatuh hati pada pria yang dibunuh adikmu. Dan yang lebih menyedihkannya lagi kau merawat adiknya. Bukankah sudah saatnya bagimu untuk melupakan semuanya dan memulai kehidupan yang baru, Xiaomi?” Kang Feihu menatap Xiaomi penuh makna dan menggenggam tangan wanita dewasa tersebut.


Xiaomi berusaha menarik tangannya namun genggaman tangan Kang Feihu erat dan hangat.


“Xiaomi, hiduplah bersamaku dan kita akan kabur dari negeri ini...” Kang Feihu meremas lembut tangan Xiaomi.


“Lepaskan!” Xiaomi berdiri dan menatap Kang Feihu semakin sinis.


“Kau! Sudah ku katakan padamu untuk menuruti ucapanku bukan?!” Kang Feihu akhirnya terpancing amarah.


Arak yang barusan dia minum telah diberi obat perangsang begitu juga yang diminum Xiaomi, sehingga Kang Feihu memilih mendekati Xiaomi dan memeluk tubuh wanita tersebut.


“Beraninya kau menyentuh tubuhku! Lepaskan! Lepaskan aku!” Xiaomi memberontak namun Kang Feihu mempererat pelukannya.


“Tubuhmu sangat harum sayang... Kau sudah menyadarinya bukan? Lebih baik kita bersenang-senang malam ini...” Sengaja Kang Feihu menekan tubuhnya diantara celah paha Xiaomi membuat wanita itu terkejut saat merasakan sesuatu yang telah mengeras.


“Mmmm...” Xiaomi menggelengkan kepalanya saat tangan Fei Chen meraba dadanya dan menarik paksa tubuhnya menuju kamar yang kosong.

__ADS_1


Sesampainya dikamar yang kosong Xiaomi terkejut melihat tubuh Gu Shi yang diikat dengan tali. Pakaian Gu Shi terlihat berantakan dan luka lebam ada dibeberapa bagian tubuh gadis tersebut.


"Shi‘er! Apa yang kau lakukan pada Shi‘er?” Xiaomi berlari menuju Gu Shi dan membuat Kang Feihu menendang pintu.


“Malam masih panjang. Aku akan menikmati kalian berdua sekaligus...” Kang Feihu menatap dua ranjang yang bersebelahan.


Saat hendak melangkah mendekat, Kang Feihu dikejutkan dengan sebuah tebasan pedang yang mengarah padanya. Dengan cepat Kang Feihu menahan tebasan tersebut menggunakan golonya.


Trang!!!


Suara kedua tebasan pedang dan golok menggema. Kang Feihu menoleh kebelakang dan menemukan gadis cantik yang mengenakan gaun hijau. Gadis itu adalah Qiao Ling yang mendengar keributan dan berniat menolong Xiaomi.


"Satu lagi mangsa yang menggoda...” Kang Feihu tersenyum lebar dan mengeluarkan jarum beracun yang dipenuhi Racun Iblis Melati.


“Kau!” Kang Feihu akhirnya menyadari jika gadis yang menyerangnya pernah bertemu dengannya di Kota Yangping.


"Kau adalah gadis yang diselamatkan wanita itu bukan? Maaf saja, sepertinya Senior mu itu telah dinikmati Yang Mulia. Dan sayangnya kau akan kunikmati disini...”Kang Feihu tertawa mengejek sebelum melepaskan dua tebasan yang dalam dan tajam pada Qiao Ling.


“Dimana Kakak Ju Ling Shui?!” Qiao Ling menahan dua tebasan tersebut menggunakan tenaga dalam.


Walaupun sudah pulih, tetapi Qiao Ling tidak menggunakan segenap kemampuannya mengingat dirinya menerima luka dalam.


Qiao Ling menangkis setiap serangan yang dilepaskan Kang Feihu, namun pertukaran serangan keduanya berlangsung singkat.


“Racun ini akan membuat kalian bertiga tunduk padaku...” Dengan gerakan yang gesit Kang Feihu melempar jarumnya pada Qiao Ling.


Tubuh Qiao Ling terkena jarum beracun Kang Feihu dan dengan tenaga dalam yang besar Kang Feihu memukul perut Qiao Ling hingga gadis itu pingsan.


Kemudian Kang Feihu beranjak menuju kamar yang digunakan Xiaomi. Disana terlihat Xiaomi sedang menolong Gu Shi, namun dengan cepat Kang Feihu memukul perut Gu Shi membuat gadis itu pingsan.


“Kau! Bajingann! Beraninya kau memukul seorang perempuan!” Xiaomi ketakutan namun dirinya benar-benar marah saat melihat kekejaman Kang Feihu.


“Xiaomi. Tidak maksudku Yang Xiaomi, ini adalah perintah dariku. Layani aku sebelum kedua gadis ini bangun.” Kang Feihu berkata dengan suara gemetar saat merasakan efek obat perangsang mulai bekerja dalam tubuhnya.


“Aku tidak akan melakukan itu!” Yang Xiaomi mundur dan menjaga jarak hendak mengambil benda yang bisa digunakan sebagai senjata.


Namun dengan cepat Kang Feihu menangkap tubuh Yang Xiaomi dan melemparnya ke atas ranjang. Lalu dengan buas Kang Feihu menindih tubuh Yang Xiaomi.


"Tidak! Jangan!” Yang Xiaomi memberontak namun Kang Feihu yang sudah diselimuti kegelapan mengincar bibit Yang Xiaomi.


Gerakan Yang Xiaomi membuat Kang Feihu kesulitan, sehingga Kang Feihu menggigit kecil daun telinga wanita tersebut dan meremas gunung kembarnya.


“Ah...”


Kang Feihu tersenyum mendengar suara lembut Yang Xiaomi. Tangannya menekan ujung gunung kembar wanita yang ditindihnya dan menggesekkannya milik mereka.


“Jangan...” Yang Xiaomi menggelengkan kepalanya saat mengetahui tangan Kang Feihu yang menyentuh lembah sucinya.


“Sebaiknya aku mulai saja sebelum kau berubah pikiran sayang...” Menyadari Yang Xiaomi mulai terbuai, dengan cepat Kang Feihu melepaskan seluruh pakaiannya memperlihatkan bendanya yang keras pada wanita tersebut.


"Tunggu...” Yang Xiaomi panik dan Kang Feihu menarik kedua kaki wanita tersebut lalu melucuti pakaian bawahnya.

__ADS_1


“Lihat, milikmu sudah basah...” Kang Feihu tersenyum dan membuat Yang Xiaomi merasa malu.


Sambil menggesekkan miliknya dengan milik Yang Xiaomi, Kang Feihu merobek pakaian atas Yang Xiaomi hingga sekarang tubuh wanita itu terpampang jelas.


“Bagaimana Xiaomi? Punyaku besar bukan-”


DUAR!


“Sepertinya aku salah kamar. Aku pikir Saudari Qiao Ling berada disini...”


Kang Feihu dan Yang Xiaomi sama-sama terkejut. Berbeda dengan Yang Xiaomi yang langsung menutupi tubuhnya dan menjaga jarak dari Kang Feihu, reaksi Kang Feihu justru dipenuhi kemarahan.


“Nyonya, maaf aku mengganggu waktu kalian.” Fei Chen membalikkan badannya.


“Ya, kau sangat mengganggu bocah keparat!” Kang Feihu yang sudah tidak dapat menahan gairahnya di ubun-ubun ingin segera menuntaskan.


Bahkan Yang Xiaomi yang sudah dibawah pengaruh obat perangsang berusaha mempertahankan kesadarannya saat melihat punggung Fei Chen menjauh.


“Tunggu!”


Fei Chen berhenti berjalan saat Yang Xiaomi berteriak.


“Ada apa Nyonya?” Fei Chen menoleh kebelakang dan memandang tubuh Yang Xiaomi.


“Selamatkan aku...” Lirih Yang Xiaomi dan membuat Fei Chen menghela nafas panjang.


“Bocah, tolong aku! Aku tidak ingin berakhir ditangannya! Tolong aku! Bukankah aku sudah menolongmu?!” Yang Xiaomi menatap Fei Chen penuh harap.


“Jangan coba-coba-”


Kang Feihu berdiri dan hendak menyerang Fei Chen namun seketika tubuh pria itu mematung.


“Diam dan perhatikan.” Fei Chen berkata dengan sinis lalu mendekati Yang Xiaomi.


“Katakan Nyonya bagaimana aku harus menolongmu?” Fei Chen tersenyum tipis memandang tubuh Yang Xiaomi.


Yang Xiaomi tersipu malu dan berkata lirih, “Aku... Aku ingin kamu, bocah. Malam ini... Aku milikmu...”


“Baiklah...” Fei Chen menjentikkan jarinya dan membuat sebuah penghalang disekitar penginapan.


Sebelum Fei Chen mendekat, Yang Xiaomi bertanya, “Kau kemana saja? Kekasihmu terluka dikamar sebelah. Apa tidak apa-apa kita melakukan itu?”


“Aku baru saja berolahraga. Kau mendengar keributan diluar bukan? Semua itu ulahku.” Fei Chen menjawab lalu merangkak diatas tubuh Yang Xiaomi sebelum mengecup bibir tipis wanita dewasa itu.


Mata Kang Feihu melebar melihat kejadian ini. Hatinya terasa teriris saat melihat Yang Xiaomi membalas kecupan Fei Chen. Dan yang paling parah keduanya seperti menganggap keberadaan dirinya tidak ada.


“Ilusi Naga Giok...” Fei Chen membuat tubuh Kang Feihu menghilang dari pandangan Yang Xiaomi.


“Tunggu sebentar Nyonya, bukankah disana pelayan Gu Shi-”


Yang Xiaomi tidak membiarkan Fei Chen berbicara lebih jauh. Dengan buas wanita itu mencium bibir Fei Chen. Perlawanan Yang Xiaomi bagi Fei Chen sangat amatir sehingga Fei Chen menuntun lidahnya menari-nari dirongga mulut Yang Xiaomi.

__ADS_1


“Mmmmsssss...”


__ADS_2