Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 52 - Jia Li vs Yue Lian


__ADS_3

PPFC 52 - Jia Li vs Yue Lian


Long Jirou bangkit dari tempat duduknya dan menatap semua orang yang hadir di Arena Naga untuk menyaksikan babak delapan besar Turnamen Hairmau Yin.


“Hadirin sekalian selamat datang kembali di Arena Naga, suatu kehormatan karena jumlah penonton yang menyaksikan babak utama ini lebih banyak dari kemarin.”


Long Jirou memulai pidatonya. Sementara itu terlihat Tian Hu dan Liang Shao berbincang, keduanya menatap kearah Fei Chen.


Sedangkan di bangku penonton pendekar Sekte Seribu Pedang terlihat Qie Xuexuan mengerutkan keningnya menatap tajam Fei Chen.


‘Bocah itu memiliki kekuatan yang terpendam atau dia adalah tumbal yang dicari selama ini...’ Qie Xuexuan tersenyum tipis dan memejamkan matanya.


‘Rencana Xumao gagal. Aku memiliki rencana yang lebih brilian dari Saudaraku yang bodoh itu.’ Qie Xuexuan tersenyum lebar dan memperhatikan para peserta babak delapan besar.


Setelah Long Jirou menyelesaikan pidatonya kini giliran Liu Chuxing yang mengambil alih jalannya pertandingan.


“Untuk mempersingkat waktu mari kita sambut dua peserta yang akan bertanding di pertandingan pembuka babak delapan besar!”


Liu Chuxing menatap kearah Jia Li dan Yue Lian dimana pertandingan pembuka babak delapan besar mempertemukan dua jenius dari Lembah Pedang dan Lembah Persik.


“Jia Li dari Lembah Pedang dan Yue Lian dari Lembah Persik silahkan maju kedepan!”


Segera Jia Li dan Yue Lian menuju arena lapangan. Bagi Jia Li pertandingan ini sangat penting karena memutuskan siapa yang lebih layak untuk Fei Chen, sedangkan bagi Yue Lian pertandingan ini adalah pembuktian untuk perkembangan dirinya.


“Kalian berdua masih mengingat peraturannya bukan?” Liu Chuxing bertanya pada keduanya tepat setelah mereka berdiri dihadapannya.


“Usahakan jangan sampai melukai lawan kalian dengan fatal apalagi membunuh.” Jia Li menjawab, begitu juga dengan Yue Lian.

__ADS_1


“Bagus, jika kalian berdua mengingatnya. Kalau begitu ambil jarak dan tunggu aba-aba dariku.” Liu Chuxing menarik nafas panjang dan bersuara lantang.


“Dimulai!”


Tepat setelah aba-aba pertandingan dari Liu Chuxing menggema. Baik Jia Li ataupun Yue Lian tidak ada yang bergerak, keduanya saling menatap satu sama lain sambil melepaskan aura tubuh mereka.


“Cucu Patriark Lembah Persik melawan cucu Patriark Lembah Pedang. Ini pertandingan yang seru.”


“Yang mana cucu Patriark Lembah Pedang?”


“Lihat gadis cantik yang terlihat lebih dewasa dari gadis kecil itu? Dia adalah Jia Li.”


Para penonton membicarakan kedua peserta yang kini saling berhadapan. Kebanyakan menatap kagum kecantikan Jia Li yang terlihat lebih matang dari Yue Lian mengingat perbedaan umur keduanya.


Suara bising penonton semakin memenuhi tribun Arena Naga saat kedua peserta sama-sama maju kedepan dan melepaskan serangan.


“Kakak Jia, tidak perlu menahan diri. Jangan sungkan jika kita bertarung habis-habisan disini.” Yue Lian mengikuti Turnamen Harimau Yin karena ingin mengetahui sejauh mana perkembangan dirinya.


Jia Li tersenyum mendengar ucapan Jia Li barusan.


“Bertarung habis-habisan? Boleh juga kata-katamu Adik Yue. Kalau begitu aku tidak akan menahan diri.”


Jia Li melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar dan memadatkan air pada bilah pedangnya sebelum melancarkan sejumlah serangan yang membalikkan keadaan.


Yue Lian tersentak kaget saat menyambut serangan Jia Li. Jia Li tidak menyerang dari depan saja, namun dari samping juga dan membuat Yue Lian waspada.


‘Lian‘er, sepertinya kau memiliki rival cinta yang tangguh.’ Dao Tao yang menyamar tertawa kecil dan membuat orang disekitarrnya beranggapan bahwa Dao Tao adalah orang gila.

__ADS_1


‘Pertandingan ini sangat menarik. Tetapi pada akhirnya hasilnya berubah dalam sekejap...’ Dao Tao yang paling mengetahui kemampuan Yue Lian.


Dibawah sana terlihat Yue Lian dapat menyambut setiap serangan yang dilepaskan Jia Li. Kedua pedang yang menggema terus terdengar dan bunga-bunga persik nampak berjatuhan disekitar Yue Lian setiap gadis mungil itu mengayunkan pedangnya.


Permainan pedang Jia Li dan Yue Lian membius penonton, keduannya terus melakukan pertukaran serangan yang hebat hingga akhirnya stamina keduanya terkuras.


Nafas Yue Lian terlihat tidak teratur, namun berbeda dengan Jia Li yang masih dapat mengatur aliran nafasnya berkat latihannya selama ini.


Jia Li berniat menggunakan Teknik Pedang Langit namun dia mengurungkan niatnya saat menyadari pertahanan Yue Lian memiliki banyak celah.


Tanpa ampun Jia Li mengayunkan pedangnya melukai Yue Lian yang staminanya mulai menipis. Dalam waktu yang bisa terbilang singkat setelah keduanya melakukan pertukaran serangan dalam waktu yang panjang, Liu Chuxing mengangkat tangannya dan menghentikan pertandingan.


“Cukup!” Liu Chuxing melihat Yue Lian kalah telak dalam adu stamina melawan Jia Li yang lebih mahir mengontrol aliran pernafasannya.


“Pemenangnya Jia Li dari Lembah Pedang!”


Yue Lian jatuh ke tanah dalam posisi berlutuh sambil memegangi pedangnya. Nafasnya tidak beraturan karena saat melakukan pertukaran serangan, Jia Li sama sekali tidak mengurangi ritme kecepatan gerakan serta ayunan pedangnya.


“Aku kalah karena kelemahan diriku sendiri...” Yue Lian menarik nafas panjang dan memenangkan dirinya saat Jia Li mengulurkan tangannya.


“Berdiri, Adik Yue. Jalanmu masih panjang untuk mengalahkanku. Dengan ini kau harus tahu jika aku lebih pantas untuk Chenchen dibandingkan dirimu.” Dengan bangga Jia Li mengatakan itu dan membuat Yue Lian tersenyum.


“Selanjutnya aku tidak kalah.”


Tanpa mereka berdua sadari, keduanya memiliki perasaan yang sama. Setelah pertandingan antara Jia Li dan Yue Lian, segera Liu Chuxing beralih memimpin pertandingan selanjutnya.


“Qie Yang dari Sekte Seribu Pedang dan Lin She dari Lembah Naga silahkan maju kedepan!”

__ADS_1


__ADS_2