
PPFC 269 - Kemenangan Mutlak
Tubuh indah yang merenggut keperkasaannya ini membuat Fei Chen tersenyum bahagia. Keindahan itu terpampang dihadapannya. Ditengah semua ancaman yang mendatang, Fei Chen melepaskan penat dengan menikmati kegiatan ini.
“Suami... Ini memalukan...” Ekspresi malu-malu Su Xiulan membuat Fei Chen meraba gundukan yang tetap kencang dan terawat itu.
“Ah.”
“Xiu‘er, apa kau sedang memerankan gadis lugu atau gadis yang lupa ingatan? Kau yang mengajariku bukan semua kegiatan ini?” Fei Chen secara kasar menghembuskan nafasnya kewajah Su Xiulan.
Su Xiulan memejamkan mata dan tersenyum, “Kau tertangkap Suamiku. Sepertinya akan sulit mengelabuimu. Hari ini aku akan membuatmu sadar bahwa kau tidak akan pernah bisa memuaskan wanita.”
“Hah? Apa maksudmu?” Fei Chen tertantang provokasi Su Xiulan.
“Sudah ku katakan jika kau itu lebih lemah dariku!”
Keduanya menatap tajam satu sama lain sebelum Su Xiulan menindih tubuh Fei Chen dan merangkak di atas tubuh pemuda itu. Kali ini Su Xiulan agresif mencium bibir Fei Chen dan pagutan keduanya beradu dalam disertai suara lenguhan kenikmatan.
Fei Chen merasa Su Xiulan pasif diawal namun setelah meraba tubuhnya, wanita itu menjadi agresif membuat Fei Chen menikmati perlakuan sentuhan tangan indahnya.
Dengan sigap Su Xiulan melepaskan seluruh pakaian dan tersenyum mengejek sebelum akhirnya telapak tangannya menggenggam keperkasaan Fei Chen.
“Ini mudah.” Senyuman Su Xiulan terkesan mengejek membuat Fei Chen mengerutkan keningnya.
‘Harga diriku dipertaruhkan. Saatnya pembalasanku Mao Ruyue!’ Fei Chen membatin dan menahan tangan Su Xiulan lalu menyuruh wanita itu menunduk.
Su Xiulan menurut dan terlihat kebingungan namun beberapa detik kemudian, Su Xiulan mempraktekkan apa yang Fei Chen suruh.
__ADS_1
‘Jika tidak salah wanita manusia itu melakukan ini... Uhuk!’ Su Xiulan membatin karena mencoba menelannya.
‘Lihat, manusia rendahan ini...’ Melihat ekspresi Fei Chen yang menahan nikmat membuat Su Xiulan semakin memberanikan diri menggerakkan kepalanya.
Fei Chen melenguh kenikmatan dan tanpa aba-aba menekan kepala Su Xiulan. Ekspresi marah Su Xiulan membuat Fei Chen tersenyum.
“Uhuk! Uhuk! Kau!” Su Xiulan menatap tajam Fei Chen yang tersenyum dan membersihkan cairan dibibirnya.
“Kau? Xiu‘er, pagi ini kau aneh...” Fei Chen pura-pura tidak menyadari bahwa sekarang Mao Ruyue tengah mengendalikan tubuh Su Xiulan.
‘Dia tidak sadar? Dasar manusia bodoh.’ Su Xiulan membatin dan tersenyum tipis. Namun senyumannya menghilang saat jari Fei Chen menembus intinya.
“Ah.”
Fei Chen tersenyum dan memberikan perlawanan balasan hingga membuat tubuh Su Xiulan menggelepar di bawahnya. Tanpa memberi jeda nafas untuk Su Xiulan, Fei Chen menindih tubuh wanita itu.
“Emmm... Kau terlalu kasar!” protes Su Xiulan.
“Haaak! Tunggu-” Su Xiulan tidak sempat memprotes saat Fei Chen membungkam mulutnya.
"Mmmmsss...” Fei Chen tersenyum penuh kemenangan saat Su Xiulan merasakan keperkasaan dirinya.
Su Xiulan menggelengkan kepalanya dan mengerang tidak karuan. Tentu saja wanita ini tidak berdaya karena Mao Ruyue yang mengendalikan tubuhnya.
‘Kenapa wanita manusia itu terlihat menikmatinya? Ini aneh, tubuhku sangat sakit!’ Su Xiulan membatin dan membuat Fei Chen berhenti bergerak.
“Apa aku menyakitimu sayang? Aku terprovokasi kata-katamu maafkan aku...” Fei Chen mengecup bibir Su Xiulan singkat dan menatap wajah wanita dibawahnya yang kebingungan.
__ADS_1
“Eh?” Su Xiulan sendiri kebingungan mendapatkan perlakuan hangat Fei Chen.
Berniat membuat Fei Chen tidak berdaya dengan kegiatan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang, justru membuat Mao Ruyue merasakan kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan saat mengendalikan tubuh Su Xiulan.
Dominasi mutlak Fei Chen pada tubuhnya membuat Su Xiulan lemas dan hanya bisa pasrah saat Fei Chen membolak-balikan badannya.
“Ennghh... Aaaahh...”
Su Xiulan menggelengkan kepalanya saat Fei Chen menghentakkan tubuhnya dari belakang. Ekspresi Su Xiulan semakin rumit saat dibuat takluk oleh Fei Chen dalam sekejap.
‘Aku Dewi Iblis diperlakukan seperti ini? Ini tidak boleh! Aku tidak boleh menikmatinya!’ Su Xiulan menjerit dalam hati, sedangkan Fei Chen melenguh panjang.
“Xiu‘er, milikmu mencengkeram erat sayang!”
“Aaaahss...”
Fei Chen menghentakkan tubuhnya dalam dan bertenaga membuat tubuh Su Xiulan berguncang kesana kemari.
Nafas Su Xiulan semakin tidak beraturan saat Fei Chen kembali membalikkan tubuhnya dan menghentakkan tubuhnya lebih cepat. Su Xiulan mengejan hebat dan memeluk erat Fei Chen saat pemuda itu mengerang keras.
Keduanya terdiam menikmati pelepasan mereka. Fei Chen merasa bersalah namun dia merasa sangat puas karena berhasil membuat Mao Ruyue yang mengendalikan tubuh Su Xiulan tidak berdaya.
“Kau... Aku... Aku...” Su Xiulan terlihat ingin mengatakan sesuatu namun tak lama wanita itu pingsan.
Fei Chen menelan ludah merasa bersalah, ‘Aku merasa bersalah tetapi ini kemenangan mutlak...’
Segera Fei Chen membaringkan tubuhnya disamping Su Xiulan karena merasa lelah. Mungkin karena pertahanan sengit Mao Ruyue dalam tubuh Su Xiulan membuat Fei Chen merasa lelah melakukan kegiatan ini untuk pertama kalinya.
__ADS_1
“Perlawanannya ramah tetapi dia bertahan lama...”
Siang hari yang terik itu Fei Chen tertidur dengan memeluk tubuh hangat Su Xiulan dengan tubuh keduanya yang dilumuri keringat.