Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 51 - Kagum dan Cemoohan


__ADS_3

PPFC 51- Kagum Dan Cemoohan


Saat tetesan embun mulai berjatuhan, sinar matahari pun mulai menampakan diri.


“Chen‘er, apa semua itu benar? Ada dua kejadian penyerangan Manusia Buas. Seperti yang kau ketahui, pertama mereka menyerang Tuan Putri Yin maupun generasi muda dan yang kedua mereka menyerang kediaman Ketua Long dan mengincar cucunya.”


Tian Hu masih terkejut saat mengetahui Fei Chen membunuh Manusia Buas yang kemampuan berada pada tahap Pendekar Agung dengan mudah.


“Tetua Hu, Junior telah menyelidikinya semalam dan anggota Sekte Iblis Buas telah melarikan diri. Mereka telah meninggalkan sekte ini.” Perkataan Fei Chen ini membuat Tian Hu mengerutkan keningnya.


‘Siapa sebenarnya Identitas Chen‘er? Aku mengerti dia menyembunyikan kemampuannya, tetapi usianya ini bahkan lebih muda dari anakku.’ Tian Hu memijat keningnya setelah menatap rumit Fei Chen.


“Tetua Hu, siapa saja yang melihatku membunuh Manusia Buas?” Fei Chen menyesali tindakannya yang menarik perhatian.


Tian Hu memberitahu Fei Chen jika Dao Tao menyembunyikan hawa keberadaannya dan mengamati pergerakan Fei Chen hingga bertemu Yue Lian.


“Selain Senior Dao. Ada juga Saudara Liang dan Saudara Liu yang melihat.”


Fei Chen mengerutkan keningnya lalu mendecakkan lidahanya refleks, ‘Sial!’


Setelah mengobrol, Fei Chen melihat Jia Li yang datang. Sedangkan untuk Tian Zhou terlihat berlatih pedang secara mandiri dan langsung bersiap setelah melihat Fei Chen dan Jia Li hendak berangkat menuju Arena Naga.


Sepanjang perjalanan Fei Chen Jia Li sama sekali tidak mengobrol bahkan keduanya tidak berjalan berdampingan.


‘Dia! Kenapa dia tidak cemburu dan menyapaku sama sekali?! Dasar tidak berperasaan!’ Jia Li mengumpat karena Fei Chen sama sekali tidak peduli dengannya.


Keduanya sama-sama salah paham. Jia Li sedih bercampur marah karena Fei Chen tidak cemburu saat dirinya menerima tawaran untuk saling mengenal dengan tiga laki-laki sekaligus, sedangkan Fei Chen mengira Jia Li telah jatuh hati pada salah satu tiga lelaki itu dan tentu saja dia akan mendukung yang terbaik untuk Jia Li.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka sampai di Arena Naga yang terlihat begitu padat. Kemunculan Fei Chen membuat pendekar muda segan setelah mengetahui kabar burung yang menyebar dengan cepat.


Saat berjalan menuju bangku yang telah disiapkan untuknya, tubuh Fei Chen bertabrakan dengan Wei Biao.


“Apa benar kau yang bernama Fei Chen?” Wei Biao menatap rendah Fei Chen.


Fei Chen memberi hormat dan mengangguk. Sama halnya dengan sosok Qie Xumao yang tidak dia sukai, Fei Chen juga memiliki anggapan yang sama pada Wei Biao.


“Apa Gurumu tidak pernah mengajarimu sopan santun pada orang yang lebih tua?!” Suara Wei Biao yang meninggi memancing perhatian orang-orang disekitarnya.


Yue Lian dan beberapa pendekar yang lolos ke babak delapan besar dapat melihat dengan jelas raut wajah Fei Chen yang tidak menunjukkan rasa takut.


“Sopan santun? Tarik kembali kata-katamu itu Senior!” Fei Chen menatap dingin Wei Biao dan melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar.


“Kau! Beraninya kau berteriak padaku?!” Wei Biao juga melepaskan aura pembunuh yang lebih besar dari Fei Chen membuat orang disekitar mereka berdua sesak nafas dan kesulitan berdiri.


“Senior boleh merendahkanku, namun lain ceritanya jika telah membawa nama Guruku. Tarik kembali kata-katamu itu!”


“Kau mempunyai nyali yang bagus, bocah!” Wei Biao terlihat serius karena aura pembunuh yang dilepaskan Fei Chen bukanlah sembarangan.


Saat Fei Chen memegang gagang pedangnya, Long Jirou datang menghentikan pertikaian. Sedangkan Doa Tao yang sedang melakukan penyamaran terlihat kesal dengan sikap Wei Biao.


“Cukup! Ini adalah Lembah Naga! Jangan membuat kerusuhan di tanah kami!”


Fei Chen segera menekan aura pembunuhnya begitu juga dengan Wei Biao.


“Senior, apa kau memiliki masalah denganku?” Fei Chen kurang lebih mengetahui tindakan Wei Biao yang demikian.

__ADS_1


“Putuskan pertunanganmu dengan Lian‘er.” Tanpa basa-basi Wei Biao mengatakan niatnya.


Fei Chen tersenyum tipis, “Sejak awal aku menentang hal ini. Senior, aku masih terlalu dini memikirkan hal itu dan aku tidak pantas untuk siapapun.”


Wei Biao mengerutkan keningnya mendengar jawaban Fei Chen. Dia mengira Fei Chen akan marah seperti tadi atau menghajarnya tanpa pikir panjang, tetapi jawaban Fei Chen menimbulkan sebuah pertanyaan besar dibenak Wei Biao.


“Ah, itu. Sebenarnya aku terkejut melihat kemampuanmu. Lian‘er pantas menjadi tunanganmu. Asal kau tahu Lian‘er memiliki bakat yang luar biasa, aku sangat yakin kelak dia akan menjadi pendekar pedang yang hebat dan aku ingin pria yang menjadi pendamping hidupnya adalah pendekar yang hebat juga.” Wei Biao mengerutkan keningnya bingung setelah mengatakan itu.


‘Kenapa aku seperti bersimpati pada bocah ini?’ Wei Biao menghela nafas panjang karena sadar dirinya terlalu ikut campur masalah perjodohan Fei Chen dan Yue Lian.


“Ayah!” Wei Hongyun terlihat tidak terima karena Fei Chen belum mengatakan sendiri memutuskan semua hubungannya dengan Yue Lian.


“Yun‘er? Ayah mengerti.” Wei Biao kembali menghela nafas, “Bagaimana jika salah satu di antara kalian memenangkan Turnamen Harimau Kai, maka dia yang lebih pantas dengan Lian‘er.”


Yue Lian menaikan alisnya, “Kenapa Kakek Biao memutuskan ini tanpa meminta persetujuanku?”


Wei Biao menoleh kearah Yue Lian, “Lian‘er, kau sendiri menolak keras perjodohan ini bukan?”


“Aku masih terlalu dini untuk berpikir kesitu. Dan aku tidak ingin terikat oleh apapun sebelum aku membalaskan kematian orang tuaku.” Yue Lian mengatakan itu dengan nada lembut tidak menunjukkan emosi kemarahan.


Akhirnya Yue Lian cemberut dan duduk di bangku dengan suara menggerutu.


Fei Chen pun berjalan mendekati Long Jirou dan memberi hormat pada pria sepuh itu. Tindakan Fei Chen itu memancing berbagai reaksi, sebagian kagum karena Fei Chen mempunyai prinsip yang kuat diusianya yang belia dan yang lainnya mencemooh.


“Chenchen...” Jia Li berjalan mendekati Fei Chen dan duduk disebelahnya.


“Ada apa, Lili?” sahut Fei Chen.

__ADS_1


“Mmm... Tidak... Bukan apa-apa...” Jia Li menghela nafas lega karena Fei Chen masih sama seperti biasanya.


“Hmmm?” Fei Chen menaikan alisnya lalu mengalihkan pandangannya kearah Long Jirou yang kini tengah berdiri dipodium.


__ADS_2