Psychopath Meets Indigo

Psychopath Meets Indigo
Bab 132 - Sosok Bertopeng Biru


__ADS_3

Lebih baik mengambil resiko, dari pada tidak melakukan apapun.


***


Xiao berjalan dengan tenang melewati orang-orang bertopeng. Sesekali dia menoleh ke belakang, untuk memastikan keadaan Chan dan Theo.


Berbeda dengan Xiao, Chan berjalan sedikit laju. Dia hanya ingin cepat-cepat menjauh dari kumpulan orang bertopeng. Perasaannya terasa tidak tenang jika terus berada di sekitar mereka. Dia berderap sambil menundukkan kepala. Mencoba menghindari sebisa mungkin senjata tajam yang dipegang oleh orang-orang di sekelilingnya.


"Hei!" salah satu orang bertopeng menghalangi jalan Chan. Hal itu sontak membuat Chan dan Theo sama-sama tersentak kaget. Keduanya terpaksa menghentikan jalannya. Mereka sekarang menatap ke arah sosok yang sengaja menghalangi. Sosok tersebut hanya diam dan memandangi Chan.


"Apa kau benar perempuan?" tanya sosok bertopeng dengan suara baritonnya. Menandakan kalau dia adalah seorang lelaki. Chan hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaannya. Namun lelaki yang tengah memakai topeng iblis itu malah membentak.


"Hei! bagaimana kau bisa membuktikan kalau dirimu bukan perempuan tanpa bersuara?!!" sang lelaki bertopeng iblis tampaknya tidak percaya dengan tampilan rambut panjang yang dimiliki Chan.


Xiao yang sedari tadi terus melangkah maju lantas berhenti. Suara lantang yang dikeluarkan oleh lelaki bertopeng iblis tersebut mengharuskannya menoleh ke belakang. Perasaan khawatir meliputi, ketika menyaksikan Chan tampak dikelilingi oleh beberapa orang bertopeng.


"Dia memang perempuan, aku adalah temannya!" Theo melakukan pembelaan terhadap Chan.


"Aku tidak menyuruh--"


"Aku memang perempuan! kenapa?!" Chan memberanikan diri bicara. Suaranya yang halus dan bening dapat membuktikan kalau dirinya memanglah seorang perempuan.


Lelaki bertopeng iblis terlihat mengangguk-anggukkan kepala. Dia memperhatikan Chan dari ujung kaki hingga kepala. Saat itulah Xiao datang dan mendorong lelaki bertopeng iblis itu menjauh.


"Jangan ganggu dia!" geram Xiao, menyalangkan mata. Gergaji mesin yang dipegangnya di arahkan kepada sang lelaki bertopeng iblis. Meskipun tidak dinyalakan, benda itu tetaplah sangat mengancam.

__ADS_1


"Hei! jangan berlebihan. Aku hanya bertanya." Lelaki bertopeng iblis tersebut reflek mengangkat kedua tangannya ke atas. Tanpa pikir panjang, Xiao langsung mencengkeram tangan Chan, dan mencoba membawanya pergi.


"Bro, jagalah wanitamu itu. Karena kemungkinan dia satu-satunya wanita yang ada di rombongan ini!" si lelaki bertopeng iblis kembali bersuara.


"Hei, satu-satunya kau bilang?! lalu aku kau sebut apa?!" pekikan suara wanita mendadak menyahut.


"Benarkah? kau wanita?"


"Hahaha, aku rasa tidak. Kau bahkan tidak punya rambut!"


"Sialan!"


Orang-orang bertopeng itu sekongkol mengejek seorang wanita yang juga sedang memakai topeng. Dia memang tidak memiliki satu helai pun rambut dikepala, alias botak.


Xiao, Chan dan Theo mendengar kabar kalau rombongan orang bertopeng akan berangkat bersama ke Jepang. Pantas saja mereka semua berkumpul di bandara. Mereka hanya menunggu beberapa orang lain lagi yang masih dalam perjalanan.


"Benar, ini seperti misi bunuh diri. Bayangkan, kita akan satu pesawat selama beberapa jam dengan para psikopat itu." Chan mendengus kasar. Dia ikut duduk di bangku yang sama dengan Theo.


"Selama bisa berbaur, aku yakin kita akan baik-baik saja," ujar Xiao sembari menyenderkan badan ke salah satu tiang penyangga di belakangnya. Lelaki itu meletakkan senjata gergaji mesin ke lantai. Sepertinya dia sudah kelelahan menentengnya terus-menerus.


"Sudah kubilang, gergaji itu akan merepotkanmu. Tetapi kau tetap saja tidak mendengarkan!" kritik Chan, sedikit terkekeh.


Xiao hanya memutar bola matanya dan membisu. Dia tidak mau menanggapi omongan Chan yang hanya akan menimbulkan perdebatan panjang. Mereka sekarang saling terdiam. Membiarkan telinganya terus terbuka lebar, agar dapat mengetahui banyak informasi lebih banyak.


Dari pembicaraan beberapa orang bertopeng. Xiao bisa mengetahui kalau hanya sebagian dari mereka yang akan berangkat ke Jepang. Sedangkan sebagiannya lagi akan tetap tinggal. Selain itu, Xiao juga mendengar mengenai adanya kelompok yang berani melakukan perlawanan terhadap Spiderblood dan pasukannya.

__ADS_1


Dikabarkan orang-orang yang melakukan perlawanan tersebut mengenakan topeng khas berwarna biru. Dan beberapa di antaranya sudah ada yang berhasil mengalahkan komplotan Spiderblood. Itulah salah satu alasan Spiderblood menyuruh sebagian bawahannya untuk menemuinya.


"Cepat jalan!!"


"Haha, oh boy dari mana kau menemukannya?"


"Mudah, topeng warna biru yang dipakainya sangat mencolok. Haha!"


Terdengar suara keributan dari kejauhan. Seseorang yang sedang memakai topeng berwarna biru diseret dengan rantai bak seekor anjing. Rantai yang membelenggunya melingkar dileher. Sebelah kakinya tampak buntung. Sosok bertopeng biru itu sedang lemah tak berdaya.


Chan yang melihat langsung berdiri. "Kasihan sekali, aku tidak bisa melihat ini..." lirihnya seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Aku tidak bisa membiarkan mereka menyakitinya!" Theo mencoba menghentikan penyiksaan yang sedang dilakukan komplotan Spiderblood. Namun tangan Xiao dengan sigap menghentikannya.


"Jangan bodoh Theo! kau hanya akan menghancurkan rencana kita!" cegat Xiao, semakin mencengkeram erat pegangannya. "Bersikaplah se-alami mungkin. Aku sarankan kalian jangan menunjukkan ketakutan sedikit pun!" tambahnya yang di akhiri dengan tatapannya ke arah Chan.


Theo terpaksa menuruti saran Xiao. Tetapi untung saja sosok bertopeng biru tersebut tidak dibunuh oleh orang-orang Spiderbloood, malah mereka membawanya ikut naik ke pesawat.


Xiao, Chan dan Theo lantas berderap menaiki pesawat. Namun penjaga bertopeng iblis yang tadi sempat berdebat dengan Xiao, bertugas menjaga di depan pintu. "Kalian juga akan ikut naik?" tanya-nya.


"Iya!" Xiao mengangguk yakin.


"Kalau begitu sebutkan kata sandinya!" balas sang lelaki bertopeng iblis, yang tentu saja membuat Xiao Chan dan Theo panik.


Keheningan terjadi beberapa saat. Seolah si lelaki bertopeng iblis masih menunggu jawaban dari Xiao. "Hahaha!" lelaki tersebut malah tertawa dan melanjutkan, "aku hanya bercanda, kalian bisa masuk!"

__ADS_1


Xiao mendengus lega, kemudian melangkah memasuki pesawat. Di iringi oleh Chan dan Theo dari belakang.


__ADS_2