Psychopath Meets Indigo

Psychopath Meets Indigo
Bab 48 - Dunia Yenn Untuk Xiao


__ADS_3

Is it true that the more you give the more they take?


***


[Flashback 5 tahun silam]


Ketika Hongli dan Xiao tengah dalam perjalanan menuju pulang. Keduanya dikejutkan dengan keberadaan seorang gadis yang tiba-tiba berdiri di tengah jalan.


"Xiao, kau lihat itu?" Hongli menatap sang putra selintas.


"Iya, apa kau ingin menabraknya saja?" Xiao tersenyum miring.


"Dasar bodoh! aku tidak berminat membunuh orang yang ingin bunuh diri!" tepis Hongli dengan dahi berkerut.


"Kenapa?" kening Xiao ikut mengernyit.


Hongli menggelengkan kepala dan menjawab, "Karena orang yang bunuh diri menganggap kehidupannya lebih menyakitkan dari kematian. Bukankah menyenangkan jika melihat mereka terus hidup?"


"Hehh! Ayah benar-benar jahat!" tukas Xiao yang sedikit tertawa kecil.


Syuut!


Hongli sengaja menghentikan mobilnya sebelum menabrak gadis yang tidak lain adalah Chan. Xiao tertegun sejenak, karena mengenali gadis itu.


"Apa kau mengenalnya?" tanya Hongli.


"Dia salah satu penggemarku di sekolah, Ayah!" sahut Xiao.


"Haha! wah, wah. . . kalau begitu buat dia semakin menyukaimu. Saat semua orang menyukaimu dan menganggapmu baik, mereka tidak akan pernah menduga dengan keburukan yang akan kita lakukan." Hongli berpetuah kepada sang anak. Sebuah nasehat yang benar-benar melenceng dan tidak patut dijadikan acuan untuk orang normal.


"Gadis itu sangat bodoh. Harusnya kalau mau bunuh diri, jangan menghadang mobil dari jauh. Harusnya dia berlari saat mobil mendekat saja kan?" lanjut Hongli lagi. Xiao yang tak hirau langsung turun dari mobil.


[Flashback Off]


...-----...


Brian menghentikan mobilnya dengan pelan di depan sebuah hotel. Al tampak cemberut menyaksikan tempat penginapan yang dipilih rekan seperjalanannya tersebut.


"Bri! sudah ku-duga kau akan memilih tempat penginapan yang berdekatan dengan klub malam lagi." Al menggeleng tak percaya.


"Memangnya kenapa Al?" tanya Chan sembari memegangi area perutnya yang sakit.


"Kau tahu kan kalau Brian kecanduan alkohol?" Al mengangkat kedua tangannya seraya mengangkat sebelah alisnya.


"Biarkan sajalah Al, mungkin itu membuatnya bahagia," balas Chan dengan sedikit kekehnya.


"Huhh! jangan dipikirkan, lebih baik kau mengistirahatkan badanmu dahulu." Al membopong Chan menuju kamar hotel.

__ADS_1


Di sisi lain Xiao dan Yenn sedang berada di mobil yang sama kembali. Yenn sepertinya telah siap memperkenalkan dunianya kepada sang putra.


"Xiao, ada apa dengan rambutmu? kau terlihat seperti berandalan!" kritik Yenn, dia melirik ke arah rambut pirang Xiao selintas.


"Bukankah aku tambah tampan?" respon Xiao seraya menatap pantulannya di cermin.


"Hehh! tetapi aku lebih menyukai tampilan dirimu berambut hitam sayang. Rubahlah nanti kalau kau sudah kembali sekolah!" ungkap Yenn. Xiao pun merespon dengan senyuman paksa dan gidikkan bahunya.


"Xiao, katakan kepadaku kalau kau pernah berhubungan badan dengan Chan!" celetuk Yenn, yang sontak membuat mata Xiao membelalak.


"Pantaskah kita melakukan pembicaraan ini?" sahut Xiao.


"Bukankah wajar orang tua di zaman sekarang berbicara hal itu?" Yenn tampak tenang dengan respon tak terduga putranya.


"Iya sih." Xiao melipat tangannya di depan dada.


"Kalau begitu, sekarang beritahu aku. Apa kau sudah pernah melakukannya?"


"Pernah." Xiao menjawab singkat.


"Pantas saja gadis itu membuat kau terobsesi dengannya," imbuh Yenn.


"Mengenai Chan, aku harus segera menemuinya!" desak Xiao.


"Tenanglah Xiao, gadis tersebut sekarang baik-baik saja. Percayalah kepada Ibu, Fa akan menemukan dia secepatnya!" terang Yenn yang mencoba memberikan ketenangan untuk putra semata wayangnya.


"Hahaha! Xiao? Sambil menunggu ditemukannya Chan, bagaimana kalau Ibu memberikan wanita spesial untuk menemanimu?" tawar Yenn. Xiao langsung mencoba menjawab, tetapi kala mulutnya sudah menganga Devgan langsung bersuara, "Xiao, jangan ditolak! ini kesempatanmu untuk memberikanku energi, iyakan?"


"Bagaimana? kau mau?" ujar Yenn sekali lagi, karena masih belum mendapatkan respon sedikit pun dari anaknya.


"Ayolah Xiao!" desak Devgan. Alhasil Xiao menghela nafas beratnya dan berucap, "Baiklah kalau begitu."


"Bagus sekali, kau mau yang seperti apa? hah?"


"Terserah saja, Ibu saja yang pilihkan." Xiao menyahut dengan nada datar. Yenn pun melengkungkan mulutnya membentuk sebuah senyuman.


Tidak lama kemudian Yenn memarkirkan mobilnya tepat di depan klub malam. Terlintas dalam ingatan Xiao mengenai kenangan dirinya bersama Chan. Dia sekarang menatap bangunan dengan lampu kerlap-kerlip yang ada di depannya.


"Ayo Xiao! kenapa kau malah bengong?" panggil Yenn, yang langsung membuat Xiao tersadar dan segera mengikutinya.


Yenn menemui seorang wanita kepada germo di klub malam yang dikunjunginya. Kedatangannya ke tempat itu, menarik banyak pasang mata. Kehadiran Xiao yang terus mengekori Yenn juga tak kalah luput dari atensi semua orang.


"Dia anakmu?" tanya germo yang sering dipanggil Leah Xiang. Yenn menganggukkan kepala untuk menjawab.


"Dia sangat tampan, semua wanita-wanitaku pasti menyukainya. Hahaha!" respon Leah dengan tergelak tawa.


"Iya, usianya telah legal untuk. . . kau tahu?" Yenn mengedipkan sebelah matanya. Leah yang mengerti akan kode tersebut lantas tersenyum lebar.

__ADS_1


"Kau mau yang seperti apa?" tanya Leah. Yenn melebarkan senyumannya, dia mendekatkan mulut ke telinga Leah, dan langsung membisikkan sesuatu. Xiao yang menyaksikan hanya bisa mengerutkan dahi.


"Oke, sebentar. Silahkan pilih tempat duduk terlebih dahulu!" suruh Leah sembari menunjuk ke tempat duduk yang masih kosong.


Yenn dan Xiao memilih salah satu meja yang ada dipojok. Dengan sofa dan juga lampu remang-remang berwarna biru. Yenn terlihat menuang alkohol ke dalam gelas. Kemudian langsung meminumnya.


"Kau tidak mau?" Yenn menyodorkan gelas berisi alkohol kepada sang putra. Xiao pun tersenyum dan mengambil pemberian ibunya, lalu menenggak sampai habis. Tidak lama kemudian, dua wanita berpakaian minim datang menghampiri.


"Sepertinya Ibu akan membiarkanmu sendiri sekarang. Nikmatilah sayang," tutur Yenn sambil bangkit dari tempat duduknya. Dia menghilang ditelan oleh banyaknya orang yang ada di klub.


"Halo. . ." sapa salah satu wanita malam yang langsung duduk di samping Xiao.


"Kenalkan namaku Elen dan dia Angel Lee!" ujar wanita yang satunya lagi. Dia segera duduk di sisi sebelah Xiao yang masih kosong.


"Aku Xiao!" jawab Xiao singkat seraya kembali menenggak segelas alkohol.


"Kau tampan sekali!" Angel memandangi Xiao lekat. Wanita berkulit putih dan berambut pendek itu duduk dengan menyilangkan kakinya.


"Aku dengar kau anak dari pasangan Wong. Pantas saja tampan!" kata Elen, dia juga ikut melayangkan tatapan menggodanya terhadap Xiao.


"Ibumu hebat sekali. Dia memberikan dua, hahaha!" imbuh Devgan yang terdengar sangat senang.


"Kau terlihat tegang Xiao. Ngomong-ngomong, kau bisa mengandalkan kami berdua," ujar Angel seraya meminum seteguk alkohol dari gelas Xiao.


"Tegang? hehh!" Xiao memutar bola mata, ia tak suka dirinya diremehkan. "Aku tidak tegang, aku hanya memikirkan seseorang!" tambahnya sambil saling bertukar pandang dengan Angel. Lalu mendekatkan mulut ke telinga Angel dan berucap, "Ayo kita ke hotel sekarang!"


***


Chan tengah merebahkan diri di kasur. Matanya tidak mampu terpejam, karena memikirkan Xiao sedari tadi. Dilihatnya gadis yang tidur di sampingnya. Al tampak tertidur pulas dengan mulut yang menganga.


'Mungkin udara segar bisa menenangkanku,' batin Chan. Dia langsung bangkit dan mengenakan jaketnya.


Ceklek!


Chan keluar dari kamar, dan pendengarannya langsung disambut oleh suara berisik orang yang bermesraan. Dia pun menoleh ke arah sumber suara. Chan menyaksikan ada seorang lelaki yang menggandeng dua wanita sekaligus. Dua wanita itu tampak beradu manja, seolah tengah saling berebutan untuk mendapatkan perhatian dari sang lelaki.


'Tunggu! lelaki itu?' Chan menyipitkan mata untuk memperjelas penglihatannya. Dia berfirasat lelaki yang sedang dilihatnya adalah Xiao.


"Ayolah Xiao, kenapa kau terus menatap Angel!" protes Elen sembari menarik dagu Xiao. Hingga membuat lelaki yang ditariknya berbalik dan menatap ke arahnya. Xiao yang merasa didesak, segera membawa Angel dan Elen untuk masuk ke dalam kamar.


Jelas sudah, kalau lelaki yang diperhatikan Chan sekarang adalah Xiao. Chan hanya bisa berbalik badan, matanya bergetar dan berkaca-kaca. Kedua tangannya mengerat mengepalkan tinju.


[Epilog singkat Bab 48]


Ketika Yenn mendekatkan mulut ke telinga Leah. Dia berbisik dan mengatakan, "Bawakan wanita yang tidak bermasalah saat dibunuh!"


...-----...

__ADS_1


__ADS_2