
Yang tampak baik dari luar, belum tentu baik dari dalam.
***
"Dasar psiko! sudah aku duga dari awal, Jonas telah memilih orang yang salah!!" pekik Viera dengan mata yang melotot ke arah Xiao. Rambutnya mengembang ke udara, dia tampak lebih menyeramkan dari biasanya.
"Kau pikir aku takut?" ujar Xiao, dia pun melanjutkan dengan memekik keras memanggil nama devilnya.
"Devgan!!!"
sang devil yang paham dengan maksud Xiao langsung mencengkram erat kedua tangan Viera. Dia membawanya keluar dari mobil.
"Devgan berhenti!" cegat Xiao sembari berjalan mendekat. Sekarang dia saling berhadapan dengan Viera.
"Jujur, setelah mengetahui kebohonganmu, aku semakin curiga padamu. Sekarang katakan apa maumu yang sebenarnya!!!" ucap Xiao dengan nada tinggi pada kalimat bagian akhir.
"Jonas sebenarnya telah membuangku. Aku butuh energi, itulah yang aku mau! tetapi alam ternyata tidak bekerja seperti itu. Seberapa besar usahaku untuk kembali menjadi devil, aku tetap tidak bisa! Tetapi aku sekarang punya cara!" jelas Viera dengan ukiran seringai diwajahnya.
...-----...
[Flashback On]
"Sazar! bersamaan dengan disembunyikannya pedang ini, maka wujudmu akan berubah dan terpisah dariku!" ucap Jonas kepada devilnya.
"TIDAK! AKU TIDAK TERIMA!!!" pekik Sazar dengan suara serak dan menggema. Namun dirinya tidak mampu menyerang tuannya sendiri. Alhasil sejak saat itu Jonas memisahkan diri dari devilnya, kemudian menyembunyikan senjatanya ke toko barang bekas. Wujud Sazar pun berubah bentuk menjadi hantu wanita yang tidak lain adalah Viera.
"Tidak! kenapa kau mengubahku menjadi makhluk lemah! cepat kembalikan aku seperti sedia kala!!!" keluh Viera histeris.
"Bukankah kau sudah tahu cara kerja senjataku? benda ini tidak bisa mengembalikan efek yang sudah diberikannya. Jadi aku pastikan, kau selamanya akan begitu!" jawab Jonas dengan tatapan menyipit.
"Tidaaak!!!" Viera kembali berteriak dengan penuh amarah dan kecewa. Dia hanya bisa pasrah menerima dirinya yang sekarang. Meskipun sudah terpisah secara telak, dia masih berusaha mengikuti Jonas pergi kemana pun. Termasuk ketika lelaki tersebut diculik oleh bawahan keluarga Wong.
__ADS_1
"Aku rasa Brian tidak bisa datang tepat waktu. Aku harus mewariskan bakatku kepada seseorang. . ." lirih Jonas. Di setiap jengkal tubuhnya sudah terdapat luka goresan dan lebam. Dia sekarang dalam keadaan terikat.
"Rasakan itu! makanya jangan memisahkan diri denganku begitu saja. Andai kita masih bersama, kau mungkin sudah mampu keluar dari sini!" timpal Viera. Dia terlihat senang dengan keadaan Jonas yang hampir sekarat.
"Sazar, karena bakat ini hidupku berantakan. Aku hanya ingin mati dan melepaskan diri dari semuanya secepatnya!" ungkap Jonas. Terlintas beragam kejadian mengerikan dalam ingatannya semenjak mempunyai bakat yang dimilikinya.
"Cih! jujur saja kau terkadang juga menikmatinya kan?" tukas Viera yakin. Namun Jonas tak menjawab dia hanya menatap nanar makhluk yang berpenampilan bak wanita cantik tersebut.
Ceklek!
Pintu tiba-tiba terbuka, muncullah Xiao kecil sambil memegang pisau di tangannya (Lihat Bab 1). Sejak melihat aksi Xiao terhadapnya, Jonas pun memutuskan untuk mewariskan bakatnya kepada anak lelaki yang telah menusuk pahanya dengan pisau itu.
"Kau akan memilihnya?" Viera menatap tak percaya. "Tetapi dia anak psikopat! cepat atau lambat dia akan menjadi seperti kedua orang tuanya. Apa kau tidak memikirkan bagaimana kuatnya devil yang akan dia miliki?" tambahnya.
"Karena itulah aku memilihnya. Dia tidak akan menjadi pecundang sepertiku. . ." ungkap Jonas dengan tubuh yang gemetaran karena menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.
"Kau memang pecundang!" Viera menjeda sesaat untuk tersenyum miring lalu melanjutkan, "membunuh orang pun kau selalu ketakutan. Padahal aku sudah berusaha keras memberimu keberanian!"
"Berjanjilah padaku Sazar, kau akan memberitahukan letak senjata dan bukunya kepada anak itu!" ujar Jonas. Namun Viera hanya merespon dengan anggukan malasnya. Setelah kematian Jonas, Xiao mulai mengalami kejadian aneh hingga membuatnya takut dan juga bertanya-tanya. (Lihat Bab 2)
Viera semakin kehilangan arah tatkala mengetahui Xiao telah berani membunuh. Hingga menyebabkan munculnya Devgan. Dia terlambat bertindak.
Awalnya Viera mengharapkan Xiao bisa menemukan senjata Jonas, agar bisa memusnahkan keberadaan Devgan secepatnya. Adanya hubungan romantis di antara Xiao dan Chan juga semakin membuat Viera kalah telak. Keberadaannya menjadi bertambah tidak di acuhkan. Dikarenakan gagal, sekarang dia mengubah sasarannya.
[Flashback Off]
...-----...
"Apa rencanamu makhluk licik?!" Xiao melayangkan tatapan yang mengancam.
"Hahaha! untuk apa kau mengetahuinya? karena sekarang Chan tidak akan mempercayaimu lagi!" sahut Viera dengan gelak tawanya.
__ADS_1
"Chan?" Xiao berpikir sejenak. Dia mengerutkan dahinya. "Apa sekarang kau akan menempel pada Chan? itukah rencanamu?" tebak Xiao.
"Sudah ku-bilang tidak ada gunanya kau tahu!!" Viera bersuara dengan lantang. Wajah mengerikannya kembali tampak. "Aaaarrrghhh!!!" sekarang dia mengerahkan kekuatannya untuk lepas dari cengkeraman Devgan. Usahanya berhasil karena devil Xiao tersebut tengah kehabisan energinya. Viera pun langsung melingus pergi dalam sekejap.
"Kenapa kau membiarkannya pergi!!!" geram Xiao. Sebelah kakinya menghentak ke tanah.
"Aku kekurangan energi bodoh!!" Devgan ikut geram. Alhasil Xiao hanya bisa memutar bola mata malas, kemudian kembali memasuki mobil.
"Sekarang aku tidak akan mengampuni siapapun lagi!" gumam Xiao sembari melajukan mobil dalam kecepatan tinggi.
Singkat cerita, Xiao sudah tiba di rumah sakit. Dia segera berlari menuju kamar Chan. Matanya langsung terbelalak ketika tidak melihat keberadaan gadis yanh dicarinya. Xiao lantas berbalik untuk kembali keluar, dan ternyata dia sudah dihadang oleh Yenn.
"Kemana Chan? apa kau menyakitinya?!" Xiao melotot tajam ke arah sang ibu.
"Bagaimana bisa aku menyakitinya? kalau ternyata dialah yang berusaha kabur. Mungkin dia sudah takut denganmu!" ujar Yenn.
"Apa?! Chan tidak pernah takut kepadaku!!!" pekik Xiao dengan suara lantang. Hingga membuat semua orang disekitarnya menatap bingung.
"Sudahlah Xiao. Jangan pedulikan gadis itu lagi, lebih baik kau ikut Ibu untuk mencari ayahmu. Kita sudah mendapatkan petunjuk!" tutur Yenn.
"Petunjuk apa?" Xiao menuntut jawaban.
"Kami menemukan CCTV di stasiun. Dan ternyata bukan orang-orang Tao yang menculik ayahmu!" jelas Yenn sambil melangkah tempo cepat, bersamaan dengan Xiao di sebelahnya.
"Apa yang kau temukan?" tanya Xiao.
"Ayahmu tampak berjalan dengan normal, tetapi bersama dengan orang asing di sampingnya. Kami tidak bisa melihat jelas wajah orang itu!" tutur Yenn, yang sekarang berhenti tepat di samping mobilnya.
"Hanya itu? kau bilang sudah menemukan petunjuk, tapi itu hanya terdengar seperti omong kosong!" tukas Xiao yang meremehkan.
Yenn menyunggingkan mulutnya ke kanan dan berucap, "Petunjuknya hanya satu, ayahmu pergi ke bandara setelah dari stasiun. Lalu dia menaiki pesawat menuju Jepang!"
__ADS_1
"Ibu! suruh bawahanmu untuk menemukan Chan. Baru aku akan ikut mencari ayah!" ungkap Xiao.
"Apa yang sudah dilakukan gadis itu kepadamu? sampai-sampai kau juga terobsesi dengannya. Apa dia sudah memberikan keperawanannya? haha!" tukas Yenn yang diakhiri dengan gelak tawanya. Xiao hanya terdiam dan memutar bola mata, toh dia tidak bisa berkilah dengan tebakan sang ibu.