Psychopath Meets Indigo

Psychopath Meets Indigo
Bab 8 - Pelarian


__ADS_3

Jika tak ada tempat sembunyi.


Setidaknya kita masih bisa berlari.


Namun, apakah lari bisa menyelamatkanmu?


***


Xiao segera berjalan lebih cepat lagi, lalu menundukkan kepalanya agar bisa menghilangkan jejak dari pria bertubuh kekar itu.


Perlahan Xiao bersembunyi di tengah-tengah gerombolan lelaki. Dia berusaha menenangkan dirinya agar bisa berbaur dengan sempurna.


"Ehem..." tampaknya salah satu lelaki dari gerombolan tersebut, menyadari keberadaan Xiao.


"Maaf, aku numpang berdiri di sini dulu... hehe" ucap Xiao seraya membuka maskernya, agar suaranya bisa terdengar jelas. Dia berbicara dengan gelagat canggung.


"Kau..." salah satu lelaki yang sedang mengenakan jaket kulit, tiba-tiba melotot ke arah Xiao. Dia langsung memeriksa ponselnya, seakan menyadari bahwa orang yang tengah mereka cari sudah ada di depan mata.


"Siapa kalian?" pekik Xiao sembari melangkah mundur.


"Ayah dan ibumu yang mengutus kami, mereka sangat merindukan anak semata wayangnya..." sahut pria bertubuh kekar yang tiba-tiba saja muncul dari samping.


Mata Xiao langsung membola, dia segera berlari sekuat tenaga. Gerombolan lelaki yang lebih mirip preman itu juga terlihat berlarian untuk mengejar Xiao.


"Jangan sampai lepas!!!" pekik pria bertubuh kekar yang sepertinya ketua dari gerombolan tersebut.


Nafas Xiao mulai ngos-ngosan, tetapi dia terus memaksakan dirinya berlari. Melewati orang-orang yang sedang lalu lalang di sekitarnya. Bahkan sesekali dia tidak sengaja menabrak beberapa orang.


Sekarang Xiao berlari di jalanan trotoar, dia mencoba menengok ke belakang. Namun para preman itu masih tampak berusaha mengejarnya.


Tanpa sengaja Xiao menabrak gerobak yang berisi buah-buahan di depannya. Alhasil seorang wanita paruh baya yang sedang membawanya langsung mengomelinya.


"Maaf, sa..." belum sempat mengucapkan kalimatnya, tiba-tiba lengan seseorang melingkar di lehernya.


"Kkkkkk...." Xiao merasa kesulitan bernafas, dia berusaha sebisa mungkin melepaskan lengan itu.


"Arrrgghh!"


BUK!


Xiao menggunakan kakinya untuk menginjak kaki lelaki yang sudah hampir membuatnya kehilangan nafas. Lelaki itu langsung mengerang, dan melepaskan lengannya.


BUK! DHUAK!


Dengan cekatan, Xiao pun segera melayangkan tinjunya ke wajah lelaki berjaket kulit tersebut. Lalu menambahkan serangan ke area vital.


Saat Xiao mencoba untuk kembali berlari, dia langsung di buat kaget dengan kedatangan semua gerombolan preman yang sudah berdiri mengelilinginya.

__ADS_1


"Haha! kamu sekarang tidak akan bisa lari, mampus kau!" pekik si lelaki berjaket kulit yang masih memegang area vitalnya.


Tanpa pikir panjang semua preman itu mencoba menyerang Xiao. Dengan cekatan Xiao berusaha menghindar, meskipun si lelaki berjaket kulit sempat memukul area pipinya. Orang-orang sekitar yang awalnya berdiri menontoni mereka, sekarang berlari kocar-kacir untuk menyalamatkan diri.


Xiao berusaha melangkah mundur hingga akhirnya dirinya terpelanting, karena tidak sengaja menabrak gerobak buah-buahan yang sedari tadi berada di belakangnya. Saat itu dia berusaha berdiri, dan terlintas ide cemerlang yang tiba-tiba muncul di kepalanya.


Diambilnya buah apel yang masih bagus, lalu langsung dilemparkan ke semua preman yang berusaha menyerangnya. Selain itu Xiao juga mendorong gerobak dengan sekuat tenaga.


"Aargghh!" beberapa preman tersebut langsung tumbang. Xiao pun mengambil kesempatan itu untuk berlari. Dia melihat hanya pria bertubuh kekar yang masih berusaha mengejarnya.


Keringat Xiao mulai membasahi hodie hitamnya, bahkan dia mulai tidak bisa mengatur nafasnya. Apalagi setelah lehernya hampir dicekik oleh seorang pria.


Syuuut...


"XIAO!!!" Chan tiba-tiba datang dengan mobil milik orang tuanya Xiao.


"CEPAT MASUK!" titahnya sembari membukakan pintu mobil untuk Xiao. Tanpa pikir panjang Xiao pun segera masuk ke dalam mobil.


Pria bertubuh kekar itu semakin naik pitam, wajahnya mulai memerah. Bahkan urat-urat dilehernya tampak menegang. Dia langsung merampas mobil dari seorang pria kantoran di sampingnya.


BRRRMM...


Sekarang pria bertubuh kekar itu kembali melakukan pengejaran.


***


"Mereka... mereka... adalah orang-orang yang di utus kedua orang tuaku..." jelas Xiao yang masih berusaha mengatur nafasnya.


"Nih! kamu minum dulu!" suruh Chan sembari menyodorkan air mineral kemasan pada Xiao.


Glek... glek... glek...


Xiao menelan air dengan tergesak-gesak. Sesekali dia juga menoleh ke belakang. Matanya kembali membulat ketika melihat ada mobil yang melaju begitu cepat ke arahnya.


"Chan! lebih cepat! sepertinya mereka masih mengejar!" desak Xiao.


Syutt...


Aksi kejar-kejaran terus terjadi, namun Chan tampak benar-benar lihai dalam mengemudikan mobil.


BRAK!


Pria bertubuh kekar itu menabrakan mobilnya ke mobil yang sedang dinaiki Chan dan Xiao. Hal itu sontak membuat mobil mereka bergeser dan menabrak truk yang kebetulan berada di samping.


"Aaaarkkhh!" Chan reflek berteriak. Tetapi syukurlah dia bisa kembali mengendalikan mobilnya dengan baik. Sekarang Chan menjalankan mobilnya dengan kecepatan maksimum.


Ngeeeeng!

__ADS_1


Mobil mereka melesat begitu laju. Pria bertubuh kekar juga ikut-ikutan melajukan mobilnya. Seolah sudah bertekad untuk membawa Xiao ikut bersamanya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? pria itu masih mengejar kita!" keluh Chan tampak begitu panik, dia menoleh ke arah Xiao.


"CHAN!!!" pekik Xiao, saat melihat ada bus yang lewat di depannya.


Syuutt...


Chan memutar setirnya sebisa mungkin.


Cieeet....


Bus itu hanya berhasil menggores sedikit mobil Xiao dan Chan. Sekarang mobil mereka berhenti di tengah jalan. Tubuh keduanya mematung dengan nafas yang naik turun.


BRAK!


Suara tabrakan mobil dari belakang, mengalihkan perhatian Chan dan Xiao untuk segera melihat ke arah sumber suara tersebut. Mata keduanya langsung membola, tatkala melihat mobil pria bertubuh kekar itu sudah terbalik di tengah jalan.


***


Wi wo... Wi wo... Wi wo...


Polisi dan ambulan mulai berdatangan. Xiao dan Chan keluar dari mobil mereka.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya seorang polisi dengan nama Qiang di saku bajunya.


"Tidak apa-apa Pak!" sahut Chan yakin.


"Ya sudah, kalian istirahat dulu di sana ya!" ucap Qiang sembari menunjuk ke arah mobil ambulan. Chan dan Xiao menganggukkan kepala bersama.


"Chan! kita harus pergi sekarang!" ajak Xiao dengan suara yang berbisik.


"Kau-benar!" Chan merespon dengan tatapan penuh tekadnya. Keduanya pun meninggalkan lokasi tanpa sepengetahuan polisi. Alhasil usaha mereka tidak sia-sia, para polisi dan paramedis terlihat masih sibuk mengurus pekerjaannya masing-masing.


"Kau-lihat keadaan pria yang mengejar kita tadi?" tanya Chan sembari menyamakan langkah kakinya dengan Xiao.


"Iya, lukanya lumayan banyak!" sahut Xiao.


"Kenapa mobilnya bisa sampai terbalik begitu ya?" dahi Chan mengernyit, dia sama sekali tidak bisa menemukan alasan dibalik kejadian yang telah menimpa pria bertubuh kekar tersebut.


"Itu karena aku!" munculnya kepala Viera berhasil membuat Xiao dan Chan hampir jantungan.


"Viera!"


"Hei!"


Respon Xiao dan Chan, keduanya sama-sama menggertakkan gigi mereka. Namun hantu wanita itu hanya terkekeh dengan suara yang mendengung.

__ADS_1


"Dasar setan!" pekik Xiao, yang berhasil membuat dirinya sendiri menjadi pusat atensi semua orang yang sedang lalu lalang.


__ADS_2