
“Selamat datang, Lady. Perkenalkan, saya Reus. Pangeran kedua dari kerajaan Iceworld.”
“Senang bertemu dengan Anda, pangeran kedua. Nama saya Ethelyne Virgian, seperti yang Anda tau. Saya adalah gadis suci.”
“Senang rasanya bisa menerima Anda sebagai tamu kehormatan di istana kami, Lady. Seluruh kerajaan Iceworld berterima kasih berkat bantuan Anda terakhir kali.”
“Anda tidak perlu sungkan, Pangeran.” Ethelyne tersenyum. “Saya hanya menjalankan perintah, lagipula. Bukan saya yang membantu kerajaan Iceworld, saya hanyalah perantara.”
“Jadi rumor tentang Ratu kegelapan yang membantu manusia itu benar ya,” gumam Reus sambil memegang dagunya berpikir.
“Itu bukanlah rumor, Pangeran. Tapi sebuah fakta.”
“Hahaha, menarik sekali. Lady Ethelyne, biasanya. Seseorang akan berbohong agar dirinya dipuji, tapi Anda justru berbohong agar orang lain dipuji.”
“Berbohong?” Ethelyne menatap Reus dengan kening berkerut. ‘Apa dia pikir aku bercanda?’
“Ya, ucapan Anda hanya bohongan kan. Lagipula, bagaimana mungkin seorang iblis membantu manusia, itu sangat tidak masuk akal.” Reus bersandar dengan raut tak percaya.
“Jadi begitu.” Raut wajah Ethelyne berubah datar, dia menatap dingin Reus. “Jadi kau menganggap aku yang seorang gadis suci sebagai pembohong?”
“Saya tidak pernah mengatakan itu. Anda sendiri yang berpikir demikian, lagipula. Iblis rendahan seperti mereka itu hanyalah mainan--”
“Diam!” Ethelyne menggebrak meja marah. “Jangan bicara hal yang buruk tentang mereka lagi atau kau akan mati saat ini juga!”
“Heh …” Dengan segera, raut wajah Reus berubah dingin. “Jadi Anda sedang mengancam saya?”
“Bukan mengancam, tapi memperingatkan. Ingatlah satu hal, aku menjadi gadis suci bukan karena lemah. Reus Elrond, aku jauh lebih kuat dari kau.” Ethelyne menunjuk Reus sambil mempertahankan raut datarnya.
“Hah.” Reus menghela napas, dia berdiri dan berjalan ke arah Ethelyne. Sedikit demi sedikit, jarak antara keduanya semakin terkikis hingga Reus benar-benar berdiri di depan gadis itu dan hanya menyisakan sedikit jarak. “Jadi Anda pikir, Anda lebih kuat dari saya?” tanyanya sambil mencondongkan tubuhnya hingga wajah keduanya menjadi sangat dekat.
“Tolong jaga sopan santunmu, Pangeran kedua.”
“Ada apa, hm? Apa Anda sekarang takut para saya yang 'lemah' ini?” Reus dengan sengaja menekan kata 'lemah' sambil menatap remeh Ethelyne.
“Menjauhlah dari saya.”
__ADS_1
“Jika … saya tidak mau bagaimana? Apa Anda mau membunuh saya dengan lengan kecil Anda ini.”
“Jika dalam hitungan ketiga Anda masih belum mundur juga, maka akan saya pastikan Anda akan hancur berkeping-keping.” Ethelyne tetap mempertahankan wajah datarnya meski dalam hati dia sudah sangat jengkel dengan pria di depannya. “Satu. Dua. Tig--”
“Baik, baik. Aku menyerah.” Reus mengangkat kedua tangannya sambil melangkah mundur dan memberi jalan. “Sekarang Anda adalah pemenangnya, Lady. Apakah Anda senang?”
“Apa kau berpikir itu hanya mainan?”
“Yah, mau bagaimana lagi.” Reus mengangkat bahunya acuh dan kembali duduk di kursinya. “Sebagai pria tertampan di kerajaan Iceworld, para gadis tentu akan mengejar-ngejar saya. Itu sebabnya saya mengetes lagi, apa Anda seperti gadis lain atau bukan. Sekarang, saya dapat memastikannya. Anda berbeda dari gadis-gadis yang saya temui di luar, Anda sungguh menarik. Lady Ethelyne.”
Ethelyne terdiam, dia menutup matanya dan kembali duduk di kursinya. “Ternyata begitu, tapi meski hanya sebagai tes. Saya tetap tidak akan memaafkan Anda yang berani merendahkan sahabat saya.”
“Sahabat? Sejak kapan seorang iblis yang memiliki kekuatan kegelapan berteman dengan seorang gadis suci yang memiliki kekuatan cahaya? Bukankah itu benar-benar tidak masuk akal.”
Ethelyne membuka matanya dengan tatapan tajam yang langsung terarah ke pria itu, bukannya takut. Reus malah tertawa seolah baru saja mendengar lelucon.
“Saya tidak akan bercanda lagi, maafkan saya.”
Ethelyne berdecak, dia menopang dagunya. Gadis itu kini benar-benar keluar dari kata anggun yang seharusnya digunakan setiap Lady meski semarah atau sekesal apapun dia. “Jadi, bisa kita mulai pembahasannya?”
“Tentu saja.” Reus menjentikkan jarinya, seorang pria dengan kacamata yang bertelenggar di hidungnya berjalan masuk sambil memegang nampan yang ditutupi kain hitam. Pria itu berdiri di samping Reus dan membungkuk hormat. “Apa sesuai seperti selera anda?” tanyanya bersamaan dengan ajudan itu yang menarik kain merah hingga terlihat isi dari nampan.
~♥~
“Ah, melelahkan sekali.” Ethelyne merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk, dia menutup matanya dengan lengan. ‘Kira-kira, apa Kathel sudah kembali ya? Apa yang dia dan Anastasia itu bicarakan? Sialan! Kenapa aku jadi cemburu? Apa karena temanku satu-satunya bertemu dengan gadis lain? Ck, memang sebagus apa Anastasia, Anastasia itu! Aku pasti jauh lebih baik, terlebih lagi aku itu--’
‘Justru karena itu Ratu lebih memilih Permaisuri Arsyakayla daripada Anda.’ #
“Laurie sialan!! Kau membuat suasana hatiku semakin buruk!”
‘Maaf, master. Tapi itu adalah fakta, Anda tidak bisa menentang fakta.’ #
“Sialan! Kau tidak akan dapat jahat energi gelap selama sebulan penuh!!”
‘Tidak masalah, lagipula saya mendapat stok sebulan penuh dari Ratu kegelapan.’ #
__ADS_1
“Akh, aku benar-benar akan gila menghadapi kalian semua!” Ethelyne mengacak rambutnya frustasi.
‘Itu masalah Anda, master. Saya tidak bisa melakukan apa-apa jika Anda gila.’ #
Ethelyne bangun dengan raut wajah kesal. “Kau ini sebenarnya temanku atau teman dia sih?? Kenapa kau jadi semenyebalkan ini setelah aku bangun!”
Tidak ada balasan apapun dari Laurie, Ethelyne menghela napas. Dia memijat pelipisnya, entah kenapa. Dia jadi lebih mudah marah akhir-akhir ini.
“Nona Ethelyne.”
Ethelyne menatap ke depan, tepatnya ke arah Gareth yang muncul di depannya sambil berlutut dengan sebelah kaki sebagai tumpuan.
“Gareth, ada apa tiba-tiba?”
“Saya diminta kemari untuk menjemput Anda, Nona.”
“Menjemput?” Ethelyne berkedip polos.
“Benar, Pangeran ke6 kerajaan Iceworld ingin bertemu dengan Anda.”
“A-apa??” kaget Ethelyne. ‘Kenapa Eadric memanggilku? Apa jangan-jangan kekuatan suci yang kugunakan untuk menghapus ingatanya tidak mempan?’
“Benar, selain itu. Yang Mulia Ratu juga menunggu Anda di sana.”
“Eh? Kathel? Untuk apa Kathel dan Eadric bersama?”
“Saya tidak tau dengan jelas, Nona. Apa Anda ingin menemui Beliau?”
Ethelyne menghela napas. “Baiklah.” Dia mengarahkan tangannya ke depan.
Gareth berdiri dan menggenggam tangan Ethelyne dengan kedua tangan. “Saya mohon maaf atas ketidaksopanan saya.”
“Tidak apa-apa.” Ethelyne tersenyum manis, tepat saat itu. Keduanya diselimuti aura gelap, saat aura mulai menipis. Keduanya telah menghilang dan hanya menyisakan sedikit sisa-sisa sihir kegelapan.
~♥~
__ADS_1
“Huaa! Kathel!!” Saat Ethelyne muncul, dia langsung memeluk Kathelyne dengan eratnya. “Kenapa kau meninggalkanku saat itu?”
“Jaga sopan santunmu, Ethel. Di depanmu ada pangeran ke6.”