Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
62. Ibukota


__ADS_3

“Saya pernah mendengar tentang hal itu, tapi saya tidak yakin karena tidak pernah melihat para gadis suci kecuali Lady Earlene.”


Ethelyne mengangguk membenarkan. “Tapi aku tau, hanya Lady Maria yang bisa menggunakan pedang suci. Tapi, kali ini. Bukan hanya dia saja.”


“Maksud Anda?”


Ethelyne menatap ke arah kerajaan Iceworld serius. “Pedang suci, Viargian.”


Pedang suci langsung muncul di samping Ethelyne, bahkan. Keempat pria itu sampai menutup mata mereka akibat cahaya menyilaukan yang ditimbulkan pedang suci.


“Yang Mulia, ini …”


“Ini adalah pedang suci.” Ethelyne mengambil pedang yang melayang di udara, dia menatap pedang di tangannya. ‘Kapan lagi ya, aku bisa menggunakannya? Mungkinkah ini akan menjadi pertama dan terakhir kalinya aku menggunakannya, terlebih lagi. Menggunakannya untuk menyandera manusia? Hah, sungguh lucu. Tapi hanya ini satu-satunya cara.’ Ethelyne menghilang pedang di tangannya. “Kalian bawa semua pasukan untuk mundur, sisanya. Biar aku yang mengurusnya.”


“Baik, Yang Mulia!” Keempat pria segera berlutut dengan sebelah kaki sebagai tumpuan, keempatnya menghilang dalam sekejap mata.


Ethelyne dengan santainya berjalan ke arah kerajaan Iceworld. ‘Tengah-tengah kerjaan Iceworld berada di kota Rivari, jika aku ke sana. Maka kekuatan sihirku mungkin saja bisa menjangkau seluruh area kerajaan, masalahnya … apa kekuatanku cukup untuk memindahkan semua manusia? Terlebih lagi, aku juga membutuhkan energi untuk memisahkan antara manusia dan binatang, dan juga rumah-rumah ataupun istana … aku tidak yakin aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri.’


“Aku bisa membantumu.”


Ethelyne terdiam setelah mendengar suara yang sangat mirip dengan suaranya. “Ethel.”


“Kau masih mengingatku ya, aku bisa membantumu memindahkan mereka semua dengan sihir gelapku. Tapi tentu semuanya tidak gratis, jika aku membantumu. Kau harus memberikan batu sihir itu padaku.”

__ADS_1


“Batu sihir? Untuk apa?? Bukankah kau sudah memulihkan kekuatan sihirmu karena bantuanku!”


“Semuanya ada di tanganmu loh, aku hanya menawarkan bantuan saja. Jika kau tidak mau, maka tidak akan kupaksa. Aku hanya akan memberitahu satu hal, kekuatan sucimu itu … hanya bisa menteleportasi semuanya, tidak bisa memisahkan bangunan dan juga binatang. Dan jika kau memindahkan semuanya, maka kau akan mati karena energi sihirmu yang akan langsung terkuras sampai kering. Bagaimana ya, nasib putri kita setelah kau mati? Apa dia akan sedih saat tau ibu kesayangannya mati dengan menyedihkan?”


Ethelyne menggertakkan giginya. “Apa kau sedang mengancamku?”


“Mengancam? Hahaha, sepertinya itu bukan kata yang cocok. Aku hanya memberitahumu saja, aku tidak bermaksud mengancammu kok. Lagipula, pada akhirnya. Tubuh ini akan tetap menjadi milikku seutuhnya, jika kau ingin kubantu. Maka kau masih bisa hidup sampai hari di mana wabah akan berakhir, tapi jika tidak. Maka mungkin saja aku akan menjadikan para manusia bodoh itu sebagai santapan lezat untuk iblis-iblisku yang kelaparan.”


Tangan Ethelyne terkepal erat. “Baiklah, aku akan memberikan batu sihir itu sebagai balasannya. Berikan kekuatanmu padaku.”


“Hehehe, tentu saja. Aku akan dengan senang hati membantu.”


Ethelyne terjatuh ke tanah, sebelah warna matanya yang masih berwarna biru berubah menjadi emas. Rasa sakit membuatnya seolah ingin berteriak, jantungnya berdetak sangat cepat hingga rasanya akan meledak. Ethelyne dengan sekuat tenaga bangun dan menatap ke arah kerajaan di hadapannya. ‘Bertahanlah, Ethelyne! Ini bukanlah pertama kalinya bagimu, kau pasti bisa bertahan seperti biasanya!’ Dengan langkah lunglai, dia berjalan ke arah kerajaan Iceworld.


Selangkah demi selangkah terasa sangat berat, apalagi rasa sakitnya yang seolah semakin lama semakin menyakitkan. Lehernya seolah diremas dengan kuat hingga dia merasa sesak, namun. Meski begitu, Ethelyne tetap berusaha mempertahankan sisa kesadarannya.


“Hng, aku tidak perlu, belas kasihanmu!” Suara Ethelyne terdengar sangat pelan dan parau.


“Hahaha, kau bahkan kesusahan berbicara. Gadis kecil yang malang, kau bahkan tidak bisa menyesuaikan diri dengan sedikitnya kekuatanku. Bagaimana jadinya jika aku mentransfer semua energi sihirku padamu? Apa yang akan terjadi nantinya ya? Aku yakin! Pasti tubuh ini akan meledak! Semua darah akan terciprat kan, kau akan mati perlahan-lahan dengan rasa sakit yang tidak pernah kau bayangkan. Hehehe, membayangkannya saja membuatku sangat senang. Ethelyne, Ethelyne. Aku berpikir kau itu sangat bodoh, kau dengan sengaja membantuku mengumpulkan energiku dengan mudahnya. Padahal seandainya kau menghancurkan jiwaku saat sedang lemah, mungkin saja kau bisa menjadi satu-satunya jiwa yang mengendalikan tubuh ini. Tapi tidak, kau justru membuat Mili ketakutan dan menyerap keputusasaan dan ketakutan roh itu dan membuatku pulih dengan cepat.”


Ethelyne tersenyum tipis. “Bukankah, kau mengatai dirimu sendiri? Ethelyne adalah kau, dan aku. Kita berdua, adalah Ethelyne dengan kepribadian yang sangat berbeda.”


“Cih, kau ini benar-benar tidak bisa diharapkan!”

__ADS_1


“Itu sebabnya, aku menyukaimu.” Setelah berjalan kaki hampir dua setengah jam, akhirnya. Ethelyne sampai di tengah-tengah ibukota. Dia menatap sekitaran yang sangat ramai penduduk.


“Hah? Apa maksud dari perkataanmu itu??”


‘Bukankah sudah kukatakan? Aku menyukaimu, meskipun kau adalah jiwa iblis yang akan menyingkirkanku suatu hari nanti. Tapi aku tetap menyukaimu, sikapmu yang keras kepala dan keren itu membuatku benar-benar sangat iri.’


“Jangan, jangan pikir aku akan berubah pikiran hanya karena kau memujiku! Aku akan tetap menghancurkan jiwamu itu apapun yang terjadi!”


‘Aku tidak mengarahkan apapun.’ Ethelyne melonggarkan kepalan tangannya, rasa sakit membuat tubuhnya seolah mati rasa. Kedua tangannya terangkat ke langit.


Tiba-tiba, langit berubah mendung. Petir menyambar di mana-mana, para rakyat yang berada di seluruh kerajaan Iceworld mendongak ke arah langit.


“Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba mendung?”


“Cuaca yang tiba-tiba dingin ini … seperti saat kemarahan Tuan Naga, apa yang tiba-tiba terjadi? Apa Tuan Naga sedang marah saat ini?”


“Sepertinya tidak, Tuan Naga telah lama menghilang. Mungkin saja, gadis suci terakhir yang sedang dalam kemarahan dan membuat langit langsung mendung.”


“Tapi, bukankah Lady Glory dalam keadaan baik hari ini? Kenapa beliau tiba-tiba marah?”


“Apa kau belum dengar? Nona Glory bukanlah gadis suci asli.”


“Apa??”

__ADS_1


“Iya, aku dengar. Ketika Yang Mulia Eadric, Tuan Ned, dan Nona Glory kembali dari dunia bawah, mereka membahas bahwa Nona Glory bukanlah gadis suci yang asli.”


“Jadi maksudnya, selama ini. Kita ditipu oleh Nona Glory itu?!”


__ADS_2