
Setelah menceritakan semua yang dialaminya saat meracuni Aelene, Zion pun tampak manggut-manggut.
“Hal itu sangat aneh, dia kehabisan banyak darah dan tiba-tiba bangun kembali. Dan kau bilang, itu bukan terakhir kalinya. Jadi Rimuru itu pernah mengalami hal yang sama dan itu di umur 3 tahun?? Bukankah itu adalah hal yang mustahil, meskipun dia adalah iblis sekalipun. Dia tidak mungkin bisa … daripada itu, iblis memiliki darah berwarna hitam. Apa, kalian sudah memastikan apa si Rimuru itu adalah iblis?”
“Aku sudah memastikannya.”
Zion mengalihkan pandangannya ke Eadric yang terlihat sangat gusar. “Lalu, bagaimana hasilnya?”
“Dia terluka di bahunya saat itu, darahnya juga berwarna merah seperti manusia pada umumnya. Selain itu, hal yang lebih penting. Lukanya tidak sembuh, itu artinya. Dia tidak bisa beregenerasi.”
“Apa kau yakin? Tidak semua iblis memiliki regenerasi yang cepat.”
Eadric mengangguk. “Ya, aku yakin. Dia bukan seorang iblis tapi manusia biasa, yang menjadi masalahnya. Kenapa dia bisa tetap hidup setelah kehilangan banyak darah, kenapa dia bisa menggunakan portal dengan energi sihir yang sedikit, dan terlebih lagi. Dia bisa menggunakan dua sihir penyembuhan, kemungkinan. Salah satu sihirnya tidak stabil.”
Zion mengangguk-angguk mengerti. “Jadi begitu ceritanya, pokoknya. Serahkan saja semua ini pada … Ned dan penjaga bayangan yang lain,” katanya dengan senyum manis.
“Hah? Kenapa harus aku?” tanya Ned sambil menunjuk dirinya sendiri.
Zion tersenyum usil. “Kau itu kan, seorang kesatria. Jadi kau harus mengurus hal yang tidak bisa diurus oleh Yang Mulia.”
“Aku tangan kanannya.”
“Dan juga Kesatrianya, jadi kau memiliki dua identitas dan keduanya memiliki tanggungjawab yang hampir sama.”
Wajah Ned berubah gusar. “Baiklah jika itu yang kalian inginkan, aku akan lakukan dengan berat hati.”
“Hahaha, itu baru sahabat yang baik.” Zion menepuk-nepuk pundak Ned dengan senyum lebar.
“Laurie, berapa lama aku tak sadarkan diri?” tanya Ethelyne sambil bersandar di pohon, Laurie yang tengah memilih buah meliriknya sekilas.
__ADS_1
“Seminggu lebih, Anda benar-benar membuat saya sangat khawatir. Master, saya hampir gila karena takut kehilangan Anda.”
Ethelyne tersenyum tipis dengan wajahnya yang pucat. “Maaf ya, sudah membuatmu khawatir. Aku benar-benar tidak menyangka kejadian seperti itu akan terulang lagi, padahal aku tidak menggunakan sihirku. Tapi aku tidak sadarkan diri dengan cara yang sama, dan terlebih lagi. Aku tidak sadarkan diri dalam waktu yang sangat lama, bagaimana kabar Aelene, Zachary, dan … Eadric sekarang?”
“Kenapa Anda malah memikirkan manusia yang tidak pernah ingin tau tentang nasib Anda?” tanya Laurie tersinggung, dia yang awalnya paling menyukai manusia tiba-tiba menjadi membenci mereka sejak melihat Ethelyne yang tak sadarkan diri dalam situasi yang membuatnya dejavu.
“Aku tidak tau, padahal seharusnya. Aku tidak boleh memiliki perasaan apapun pada manusia, tapi entah kenapa. Aku sangat khawatir pada keselamatan mereka, Laurie. Apa ini yang dimaksud dengan cinta?”
Laurie tersentak kaget, tangannya bahkan sampai terkena batu saat sedang menumbuk herbal. Dia menatap Ethelyne tak percaya. “Master, itu bukan cinta sama sekali!” Laurie mengalihkan pandangannya. “Itu hanyalah rasa kasihan yang sangat wajar bagi manusia, jadi Anda tidak boleh berpikir yang aneh-aneh! Lagipula, bagaimana mungkin Anda jatuh cinta pada Aelene?! Anda tidak memiliki kelainan apapun!”
“Aku kan hanya bertanya.” Ethelyne menghela napas. “Saat aku sekarat di gunung yang penuh salju, aku tiba-tiba memikirkan ibu. Aku tidak tau, kenapa ibu bisa mencintai iblis yang memangsa manusia. Terlebih lagi, ibu adalah seorang gadis suci dan sangat tidak pantas baginya untuk menikah dengan raja iblis.”
Ethelyne tersenyum miris. “Mungkinkah, raja terdahulu mengira ibuku sebagai penghianat dan membunuhnya?” Dia menghela napas, Ethelyne menutup matanya. “Itulah sebabnya, aku selalu bertanya-tanya. Apa salah bagi seseorang menyukai orang lain yang berbeda ras dengannya? Lalu bagaimana dengan manusia, kenapa rakyat biasa bisa menikah dengan seorang Duke atau raja. Padahal kedudukan mereka sangat rendah dibanding bangsawan lain, tapi rakyat biasa tetap bisa mendapatkan cinta dari bangsawan kelas atas. Lalu kenapa ibuku tidak?”
“Master,” gumam Laurie lirih. “Mau bagaimanapun, iblis dikenal sebagai pemangsa manusia. Tentu saja mereka akan sangat takut dan khawatir jika melihat iblis di dunia manusia, mau bagaimanapun. Sepertinya, sangat mustahil untuk menyatukan keduanya.”
“Ini tidak boleh!” Ethelyne hendak berdiri, namun entah kenapa. Kakinya mati rasa seperti saat berada di gunung penuh salju. “Pokoknya, aku harus menyatukan kedua ras sialan itu! Jika aku tidak bisa menyatukan mereka setelah menjadi kaisar, maka aku akan menjadi dewa dan menyatukan mereka!”
__ADS_1
Laurie geleng-geleng kepala melihat sikap antusias dan penuh keyakinan yang diperlihatkan oleh Ethelyne. “Itu tidak mungkin.”
“Kenapa tidak?”
“Karena Kaisar iblis memberikan kutukan para semua iblis, Anda ingat kan. Kutukannya.”
Ethelyne berdecak. “Karena para iblis yang serakah dan menganggap diri mereka sebagai dewa, Kaisar mengutuk semua iblis. Mereka hanya bisa hidup sampai seribu tahun, yah. Semuanya terjadi sebelum gadis suci muncul dan memusnahkan para iblis dengan pedang suci di tangannya. Omong-omong, apa aku juga bisa mengeluarkan pedang suci? Kalau dari yang kurasakan, energi sihir gadis suci mulai stabil meskipun masih susah agar energi itu mengikuti perintahku. Apa jangan-jangan, karena jiwa iblisku yang segelnya mulai hancur. Maka dari itu, aku tak sadarkan diri karena kedua energi itu saling beradu. He'em, bisa jadi. Karena satu adalah cahaya dan satu lagi adalah kegelapan, tapi kenapa aku tidak bisa membuka segelnya secara menyeluruh? Mau bagaimanapun aku mencoba, aku hanya bisa mengeluarkan 88 persen energi iblis. Itu artinya, 22 persen masih tersegel. Huuh, itu benar-benar sangat merepotkan.”
“Anda tidak boleh mengeluh, master.”
Entah sejak kapan, Laurie tiba-tiba ada di sampingnya sambil mengobati luka di bahu Ethelyne yang tidak bisa disembuhkan dengan regenerasi iblis. Mungkin karena sedari tadi Ethelyne mengeluarkan semua keluhannya, dia jadi tak sadar akan kehadiran Laurie di sampingnya.
“Master, apa Anda … akan tetap memusnahkan manusia?”
“Kenapa? Kau tidak rela, padahal tadi kau terdengar sangat kesal saat berbicara tentang mereka.”
Laurie menggeleng pelan. “Bukan soal itu, hanya saja. Bukankah sangat kejam jika menghabisi semua manusia, dan juga. Dunia akan hancur jika tidak ada manusia sedikitpun.”
__ADS_1
“Itu tidak menjadi masalah, aku akan menyisakan 300 juta jiwa dari setiap kerajaan. Aku hanya akan mengurung mereka di penjara bawah tanah di kerajaan iblis, dan untuk para pangeran. Aku akan membiarkan mereka menjadi tahanan rumah, mau bagaimanapun. Jika mereka menawarkan aliansi. Kita harus bekerja sama, meskipun aku membenci manusia-manusia sialan itu,” gumam Ethelyne di akhir kalimatnya.