
Setelah menyiksa Mili seharian penuh, gadis itu kini benar-benar sangat trauma menganggu Ethelyne. Dia hanya diam mengurung dirinya di desa para roh selama selama seminggu dan kembali menemui Ethelyne di hari ke delapan.
“Yang Mulia, apa Anda ingin sesuatu?” tanya Meli menawarkan.
Ethelyne yang tengah duduk termenung menggeleng.
“Baik, jika Anda butuh sesuatu. Silahkan panggil Saya.” Meli membungkuk hormat dan berjalan keluar.
Tersisa Ethelyne yang kembali termenung, detik demi detik berlalu dengan sangat lambat. Dia menghela napas panjang. “Laurie, Vio.”
Laurie tiba-tiba muncul di belakangnya, namun kali ini. Vio tidak muncul bersamanya.
“Bagaimana?”
“Yang Mulia, para iblis mulai membuat pasukan manusia mundur. Apa Anda ingin prajurit iblis memasuki kota manusia dan membantai mereka?”
“Tidak perlu, jangan lakukan apapun. Setelah memukul mundur semua pasukan manusia, minta Harley untuk memundurkan para prajurit dan kembali ke dunia bawah.”
“Tapi …”
“Ini perintah!”
Laurie terdiam, dia menunduk. “Baik.”
Suasana kembali sunyi senyap, Ethelyne melirik Laurie yang hanya diam tak bersuara. Dia tidak seperti biasanya. “Ada apa? Di mana Vio? Kenapa dia tidak datang bersamamu?”
“Vio … dia sedang berada di medan perang dan membantu Pangeran Ke6.”
“Begitu ya? Apa karena itu wajahmu jadi tidak enak dipandang, kau juga jadi lebih pendiam dari biasanya.”
“Bukan seperti itu.” Laurie menggeleng dengan raut wajah sedih, dia mendongak dan menatap Ethelyne dengan tatapan terluka. “Saya tidak ingin … Anda menghilang.”
Ethelyne seketika terdiam, dia menatap Laurie yang matanya berkaca-kaca menahan tangis. Ethelyne tersenyum lembut. “Kemari.”
Dengan patuh, Laurie berjalan ke arah Ethelyne dan berdiri di samping gadis itu.
Ethelyne mengangkat tangannya dan mengusap surai gadis itu lembut. “Aku tidak akan pergi kemana-mana, meski tidak bisa bertemu di dunia manusia ataupun di dunia iblis. Tapi, aku memisahkan sepertiga kekuatan suciku yang tersisa di hutan para roh. Jika kau merindukanku, datanglah ke sana dan temui aku.”
“Tapi, saya tidak bisa masuk. Saya juga tidak yakin apa mereka akan percaya pada saya.” Laurie mengalihkan pandangannya.
“Mereka akan percaya, sebelum pergi. Aku akan mengirimkan surat untuk mereka, ketika kau datang ke sana bersama Vio. Gunakanlah nama samaran dan sebutkan sandi "Aku menemui sang ratu" maka Roh Cahaya, Mika. Akan mengerti ucapanmu, lagipula …” Ethelyne mengusap wajah Laurie lembut. “Aku pernah memberikan kekuatan suciku pada kalian kan, meskipun kekuatan suci itu habis ataupun melebur. Tapi sihir itu akan menyisakan sedikit kekuatan suci yang bisa kau gunakan untuk melewati barier.”
__ADS_1
“Tapi, apa Anda yakin itu akan berhasil?”
“Tentu saja.” Ethelyne tersenyum. “Energi suci akan langsung menyatu dengan hewan spirit yang telah dikontrak oleh gadis suci, jadi meski aku menghilang. Kekuatan suci dalam diri kalian tidak akan pernah pudar.”
“Master …” Mata Laurie berkaca-kaca, dia memeluk Ethelyne erat. “Saya pasti akan merindukan master, saya akan sering-sering menemui master nantinya.”
“Hei, aku ini belum mau pergi tau. Karena tugasku di sini, masih belum selesai …” Ethelyne terdiam sejenak. ‘Apa kau … bisa membantuku menyampaikan pesan saat aku menghilang nantinya?’ Tidak berselang lama, Ethelyne tersenyum tipis. “Terima kasih,” ucapnya tanpa suara.
“Apa kau sudah pastikan tidak ada rakyat yang berada di luar istana?”
“Ya, Yang Mulia. Setelah invasi iblis beberapa kali. Desa-desa di sekitar mengungsi ke kerajaan Iceworld ataupun kerjaan tetangga, semuanya sesuai seperti yang Anda rencanakan. Jika Anda mau, kami bisa membawa para manusia ke dunia bawah.”
“Tidak perlu.” Ethelyne yang tengah mengenakan jubah melirik Leyton, Gareth, dan Verlin yang berdiri di belakang Harvey. “Aku hanya percaya kalian, jika meminta bantuan iblis lain. Aku tidak yakin mereka akan melakukannya secara cuma-cuma. Kita tidak tau berapa jumlah manusia di kerajaan ini, bisa saja mereka memakan beberapa manusia demi mempertahankan hidup.”
“Kau benar, tapi itu tidak bisa bertahan lama. Meskipun kekuatan iblis telah pulih, tapi aku tidak bisa membiarkannya mengambil alih sampai tugasku selesai. Harvey, aku ingin kau pergi ke dunia atas dan menyampaikan sesuatu.”
“Apa? Tapi apa Anda yakin mereka akan percaya pada ucapan saya? Terlebih lagi, saya adalah seorang iblis. Makhluk-makhluk di dunia atas tidak mungkin mempercayai ucapan seorang iblis.”
“Mereka akan percaya. Kemarilah sebentar.”
Dengan raut wajah bingung, Harvey mendekat ke arah Ethelyne. Namun, baru beberapa langkah. Dia tiba-tiba merasa sangat sakit di dadanya, Harvey berlutut sambil mencengkram dadanya yang terasa sangat panas dan menyakitkan. “Yang Mulia, ini …”
__ADS_1
“Jangan khawatir, kekuatan suci ini tidak akan membunuhmu. Aku memberikan sedikit kekuatan suciku yang bersatu dengan kekuatan iblis, dengan begitu. Efek dari kekuatan suci akan melemah, tapi meski begitu. Kau tetap akan merasakan rasa sakitnya, meski … hanya 20% dari rasa sakit yang sebenarnya.”
“Hanya 20%?!” tanya Harvey terkejut, bagaimana bisa rasa sakit yang bahkan membuatnya ingin mati itu hanyalah 20% dari rasa sakit yang asli. Dia menatap Ethelyne tak percaya, tiba-tiba. Rasa sakit di dadanya tidak terasa karena keterkejutan yang mengalahkan rasa sakitnya. ‘Apa artinya, selama ini Anda merasa sangat sakit karena kedua kekuatan Anda yang saling bertolak belakang? Saya tidak dapat membayangkan rasa sakit yang Anda rasakan selama ini.’
“Itu benar.”
Harvey menatap Ethelyne yang tersenyum miris.
Gadis itu menatapnya lekat, sebelah warna matanya berwarna merah. “Rasa sakitnya sangat tidak tertahankan, mungkin saja aku bisa memilih. Mungkin aku akan memilih untuk mati daripada merasakan rasa sakitnya, tapi. Rasa sakit ini tidak seberapa, aku tau. Mungkin saja, rasa sakit yang dialami jiwaku yang lain lebih kuat saat dia diberi pil suci.”
“Pil … suci??”
“Vio tidak membicarakannya ya?” Ethelyne menatap ke arah kerajaan Iceworld yang dapat dilihat dari dataran tinggi. “Tiga bulan yang lalu, aku ditangkap oleh orang-orang dari klan Virgian.”
“Apa?!”
Ethelyne melirik Harvey yang tampak terkejut. “Sepertinya kau tau soal klan itu ya?”
“Iya, saya pernah mendengarnya saat kecil. Meskipun tidak pernah bertemu langsung dengan pendiri klan, tapi dari yang saya dengar. Salah satu tetua klan adalah sang Naga legendaris yang memberikan energi suci pertama pada Lady Maria Viargian.”
“Oh, begitu ya. Jadi, apa kau juga tau. Hanya lady Maria saja yang bisa menggunakan pedang suci?”
__ADS_1